Logo Lintasterkini

Tips Menyimpan ASI Eksklusif Bertahan 6 Bulan

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Rabu, 13 September 2017 10:07

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Sundari, S.ST, MPH.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Sundari, S.ST, MPH.

MAKASSAR – Air Susu Ibu (ASI) mengandung semua nutrisi penting yang diperlukan oleh bayi. Dengan pemberian ASI minimal 6 bulan sangat bermafaat bagi tumbuh kembang serta bonding diantara keduanya. Para ibu umumnya sudah memahami manfaat besar ASI bagi bayi, sehingga bagi ibu yang bekerja menyempatkan memompa ASI untuk disimpan.

Menyimpan ASI dalam lemari pendingin atau kulkas salah satu cara yang banyak dilakukan ibu bekerja. Hal ini dilakukan agar mereka tetap bisa memberikan ASI eksklusif kepada buah hati disela kesibukan yang padat. Inilah yang disebut ASI perah.

ASI perah mampu bertahan 6 jam pada suhu ruangan 25 derajat celcius, 24 jam jika dimasukkan dalam box pendingin dengan kantong es (ice pack), 5 hari ketika ditaruh dalam kulkas dengan suhu 4 derajat celcius. Dan ASI bisa bertahan hingga 6 bulan jika ditaruh dalam freezer dengan suhu 18 derajat celcius dibawah titik beku.

Hal ini disampaikan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Sundari, S.ST, MPH, Selasa (12/9/2017). Kata dia, cara ini memiliki banyak manfaat bagi ibu bekerja maupun bayi.

“Dengan cara ini, ibu bisa siapkan stok selama bekerja, jadi bayi tetap mendapatkan hak ASI eksklusifnya selama enam bulan penuh. Ketika ibu atau bayinya sakit, tidak perlu khawatir, karena bayi tetap bisa mendapatkan asupan ASI berkualitas dari stok yang ada di kulkas,” ujarnya.

Berikut beberapa tips mengenai ASI yang disimpan dalam kulkas :

1. Gunakan wadah penyimpanan ASI yang steril. Pilih yang berbahan plastik (BPA Free), karena kaca bisa retak.

2. Berikan label pada wadah penyimpanan, tulis kapan Anda memompa dan menyimpannya. Hal ini berguna untuk mengetahui mana ASI yang harus dipakai terlebih dahulu.

3. Sering membersihkan alat pompa ASI. Cuci menggunakan air hangat dan sabun, bilas, kemudian keringkan dengan udara.

4. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum memompa dan menyimpan ASI. Jaga kebersihan semua benda yang bersentuhan dengan ASI, untuk mengurangi kemungkinan perkembangan bakteri. (*)

 Komentar

 Terbaru

News15 Juni 2021 17:39
Sahruddin Said: 2020 Lalu Ada Operator PPDB Masukkan Data Fiktif
MAKASSAR — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Makassar tahun ini mendapat perhatian khusus dari legislator. Termasuk potensi permaian yang terjadi...
Advetorial15 Juni 2021 16:32
Pengumuman: Kantor PD BPR KMUP Pindah dari Jalan Gunung Bawakaraeng ke Pusat Niaga Daya
MAKASSAR — Kantor PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) KMUP kini berpindah ke Pusat Niaga Daya Blok F 5 B/10. Dari sebelumnya berada di Jalan Gunung Baw...
Hukum & Kriminal15 Juni 2021 16:04
Pelaku Pembunuhan dan Pembakaran Pria di Maros Diduga Sindikat Penjualan Anak di Bawah Umur
MAROS– Jajaran Polres Maros diback up Resmob Polda Sulsel akhirnya berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan dan pembakaran mayat di Bukit Kemi...
News15 Juni 2021 15:15
Viral Pegawai Masak BBQ di Kantor Kecamatan, Camat Rappocini Makassar: Itu Jam Istirahat
MAKASSAR — Sebuah foto yang menampilkan pegawai sedang memasak BBQ di Kantor Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, viral di media sosial (medsos). Dal...