Logo Lintasterkini

Perintah Camat Watang Sawitto Pinrang, Tiga Lurah Mangkir Dari Panggilan Panwaslu

Muh Syukri
Muh Syukri

Minggu, 14 Januari 2018 21:20

Ilustrasi
Ilustrasi

PINRANG – Terkait adanya dugaan pelanggaran Pilkada yang dilakukan tiga Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat Kepala Kelurahan (Lurah) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang, prosesnya saat ini lagi berjalan ditangan Panwaslu Kabupaten Pinrang.

Namun yang disesalkan, ketiga oknum Lurah yang bertugas di wilayah Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang tersebut, ternyata mangkir dari pemanggilan klarifikasi Panwaslu. Yang lebih menarik lagi, alasan ketiganya mangkir atas perintah atasannya yaitu Kepala Kecamatan (Camat) Watang Sawitto Pinrang.

Ketua Panwaslu Kabupaten Pinrang, Ruslan Wadud yang dikonfirmasi lintasterkini.com, Minggu (14/1/2018) siang, membenarkan adanya pemanggilan terhadap tiga oknum Lurah tersebut.

“Kita telah melayang surat pemanggilan klarifikasi buat mereka. Ketiga oknum Lurah tersebut yakni Lurah Siparappe Hasimming, Lurah Penrang Zulkifli dan Lurah Maccorawalie

Farid Muhiddin. Penanganan kasus ditangani oleh Panwascam Watang Sawitto,” ungkap Ruslan.

Ruslan mengaku, pihaknya juga telah diinformasikan terkait mangkirnya kedua oknum Lurah itu.

“Alasan keduanya mangkir cukup menarik yaitu atas perintah Pak Camat Watang Sawitto selaku pimpinannya,” kata Ruslan.

Namun Ruslan menegaskan, mangkirnya kedua oknum Lurah itu bukan masalah dan tidak menghalangi kinerja Panwaslu.

“Sesuai Peraturan Bawaslu Nomor 14, apabila yang bersangkutan mangkur dua kali dari pemanggilan, prosesnya tetap berjalan,” tandasnya.

Terpisah, Camat Watang Sawitto Pinrang, Andi Mahmud Bancing dalam keterangannya menjelaskan, pihaknya tidak pernah melarang kedua bawahannya itu untuk datang memenuhi panggilan klarifikasi Panwaslu.

“Saya tidak melarang tetapi meminta agar mereka tidak usah hadir karena ada proses atau mekanisme yang tidak benar dalam hal pemanggilan itu,” jelas Mahmud kepada lintasterkini.com via selulernya.

Harusnya, lanjut Mahumu, karena yang bermasalah ini terkait status ASN kedua bawahannya, persuratan itu harus ditujukan kepada dirinya.

“Harusnya ditujukan kepada kami dulu, dan nanti saya yang sampaikan dan meminta kedua untuk datang memenuhi panggilan. Tetapi ini langsung ditujukan kepada yang bersangkutan, tetapi masalahnya terkait status ASN mereka. Kami rasa, ini yang tidak benar dan perlu kita pahami bersama,” tutupnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

News30 September 2022 15:09
Serangan Hoaks Makin Masif, AMSI Gelar Training Prebunking di Manado
MANADO – Serangan hoaks selalu masih setiap menjelang Pemilihan Umum, khusus Pemilihan Presiden atau Pilpres. Mengantisipasi serangan Hoaks yan...
Kuliner30 September 2022 13:22
Kuliner Baru di Makassar, Warung Ayam Krispy Lemmak
MAKASSAR – Banyak cara untuk menikmati suasana hati dengan senang, salah satunya, bisa mencoba kuliner baru. Kuliner ini biasa di temui, namun m...
News30 September 2022 09:36
Inovasi Terbaru, Program Menu Hemat On The Go Meals GoFood
MAKASSAR – Layanan pesan-antar makanan online terkemuka di Asia Tenggara GoFood kembali menghadirkan inovasi terbaru bagi pelanggan melalui prog...
News30 September 2022 08:58
Pemilik Travel yang Fotonya Dipasang di Billboard Lapor Polisi
MAKASSAR – Pemasangan baliho dengan foto pemilik travel atau perusahaan penyelenggara perjalanan tur yang dicari konsumen di Makassar berbuntut ...