Logo Lintasterkini

Ekonomi Sulsel Triwulan IV 2024 Capai 5,18 Persen 

Fakra
Fakra

Jumat, 14 Februari 2025 14:17

Pemaparan pertumbuhan ekonomi Sulsel ini 2024. (Foto:ist)
Pemaparan pertumbuhan ekonomi Sulsel ini 2024. (Foto:ist)

MAKASSAR – Kepala BI KPw Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi Sulsel ini pada Triwulan IV ini meningkat dibanding Triwulan III 2024 sebesar 5,08 persen (yoy).

“Perekonomian Sulsel termasuk dalam 10 perekonomian daerah terbesar di Indonesia. Ekonomi Sulsel 2024 tumbuh 5,02 persen yoy, lebih tinggi dari tahun sebelumnya 4,51 persen yoy,” ucapnya kemarin.

Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, peningkatan ekonomi Sulsel pada triwulan IV 2024 terutama ditopang oleh Lapangan Usaha (LU) Pertanian dan LU Perdagangan.

“Hal ini seiring peningkatan produksi padi pasca dampak El Nino di tahun sebelumnya, serta momentum penyelenggaraan Pemilu serentak yang mendorong perdagangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rizki mengatakan Ekonomi Sulsel tahun 2024 tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2023, terutama di LU Pertanian, LU Perdagangan, dan LU Industri Pengolahan.

“Pertanian tumbuh lebih tinggi seiring dengan fenomena El Nino yang telah berakhir, serta peningkatan produksi padi dan perikanan. Perdagangan meningkat didorong dengan Pemilu dan Pilkada Serentak. Industri Pengolahan meningkat sejalan dengan kinerja industri,” ungkapnya.

Selain itu, perkembangan inflasi di Sulsel hingga akhir tahun 2024 masih terkendali di angka 1,23 persen (yoy), hingga akhir Januari 2025 lalu berada di angka 0,10 persen.

Meski begitu, BI KPw Sulsel menilai prospek inflasi 2025 berada pada angka 2,5 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi berada di perkiraan 4,8 persen – 5,6 persen.

“Adapun faktor yang dapat mempengaruhi ekonomi Sulsel tahun ini, yaitu Produksi pertanian yang lebih baik didukung peningkatan alokasi pupuk subsidi Sulsel.Konsumsi domestik yang tetap kuat ditopang kenaikan UMP 2025 yang lebih tinggi, serta prospek investasi yang terjaga seiring pembangunan PSN Baru (Peternakan Sapi, KI Takalar),” ungkapnya.

Faktor lainnya yakni, Normalisasi konsumsi Pemerintah pasca momentum tahun politik dan arahan efisiensi anggaran tahun 2025. Penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas beras dan jagung guna mendorong serapan Bulog dan mendukung ketahanan pangan.

“Dan Prospek harga emas global yang tetap tinggi dapat memicu tekanan inflasi komoditas emas perhiasan,” pungkasnya.(**)

 Komentar

 Terbaru

Nasional14 Januari 2026 15:45
Jusuf Kalla: Sarjana Harus Jadi Pencipta Lapangan Kerja dan Penjaga Alam
PEKANBARU – Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak boleh hanya berorientasi mencari pe...
Ekonomi & Bisnis14 Januari 2026 15:31
Hotel Santika Kedor Gelar Rangkaian CSR Sambut HUT ke-19
MAKASSAR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19, Hotel Santika makassar menggelar serangkaian kegiatan sosial, sebagai bentuk ...
Politik14 Januari 2026 11:09
Rumor Beberapa Kepala Daerah Dari NasDem Pindah Ke PSI, Ini Pernyataan Sekum NasDem Pinrang
PINRANG — Pernyataan Wakil Ketua bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPW Sulsel Partai Solidaritas Indonesia (PSI), a Ikhsan Ham...
News14 Januari 2026 09:08
TP PKK Pusat Bersama TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan Gelar Rapat Perdana Persiapan Puncak Peringatan HKG PKK ke-54 Tahun 2026
MAKASSAR — Dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 yang direncanakan berlang...