Logo Lintasterkini

Bertugas Liput Bentrok Siswa SMK Palopo, Dua Wartawan Diintimidasi Oknum Polisi

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Selasa, 14 Maret 2017 23:38

Ilustrasi.
Ilustrasi.

PALOPO – Dua wartawan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan diburu dan intimidasi oleh dua oknum anggota kepolisian dari Polres Palopo. Dua wartawan tersebut, Hamdan dari media Tribun Timur dan Hamka Andi Tadda dari media Rakyatku.Com.

Menurut korban Hamdan yang ditemui di Rumah Aspirasi, Kelurahan Tompotika, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Selasa malam (14/3/17), kejadian tersebut berawal saat dirinya bersama Hamka melakukan peliputan peristiwa bentrokan siswa SMK di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pattene, Kecamatan Wara, Palopo, sekira pukul 17.30 Wita, Selasa (14/3/17).

Lanjut Hamdan, saat meliput bentrokan siswa SMK bersama Hamka, tiba-tiba dua orang oknum anggota kepolisian berseragam lengkap Polisi Satuan Lalulintas (Polantas) Polres Palopo mengejarnya. Kedua oknum Polantas itu berusaha merebut telepon genggam kedua jurnalis.

Oknum Polantas itu memaksa kedua pekerja pers tersebut untuk menghapus hasil rekaman bentrokan yang ada di telepon genggam keduanya.

“Biar wartawan, harus melapor dulu ke saya baru bisa ambil gambar, hapus itu,” ujar Hamdan menirukan kata-kata oknum polisi.

Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono yang dikonfirmasi via telepon, Selasa malam (14/3/2017) menerangkan, bahwa saat kejadian tersebut, kondisi psikologis anggotanya sepertinya tengah tertekan. Khususnya saat anggota mengamankan bentrok, tiba-tiba wartawan datang mengambil gambar.

“Kondisi psikologis anggota lagi tertekan, sedang mengamankan bentrokan, tiba wartawan datang foto-foto. Saya selaku Kapolres minta maaf,” ujar Dudung.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua Ikatan Alumni Fakuktas Hukum Unanda Palopo, Wahyudi Yunus mengatakan, mengecam tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum kepolisian dari Polres Palopo terhadap para wartawan yang kebebasannya telah dijamin melalui UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut tidak profesional, tidak ada hubungannya mengamankan bentrok, terus melakukan intimidasi wartawan. Kalau institusi kepolisian mau bagus, Polda harus evaluasi oknum-oknum polisi yang kayak begitu, termasuk mengevaluasi pimpinannya,” ujarnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi & Bisnis13 Februari 2026 08:11
Penjualan Unit Toyota Agya, Calya dan Rush Awali Tahun 2026 dengan Tren Positif di Kalla Toyota
MAKASSAR – Kalla Toyota mengawali tahun dengan capaian penjualan yang positif pada Januari 2026, khususnya untuk tiga model andalan: Toyota Agya...
Ekonomi & Bisnis13 Februari 2026 07:46
Hotel Santika Makassar Luncurkan Paket Buka Puasa Turkish Escape, Hadirkan Nuansa Ramadan Berbeda di 2026
MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H / 2026, Hotel Santika Makassar kembali menghadirkan program tahunan paket buka puasa bersama. Tah...
Ekonomi & Bisnis13 Februari 2026 07:36
Selama Ramadan, The Rinra Makassar Siapkan 200 Varian Menu Iftar 
MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, The Rinra Makassar kembali menghadirkan program tahunan bertajuk Harmony of Ramadhan dengan men...
News12 Februari 2026 22:07
Camat Bontoala–Perumda Pasar Makassar Perkuat Kolaborasi Penataan Pasar dan Pengelolaan Sampah
MAKASSAR – Upaya menciptakan pasar yang tertib, bersih, dan nyaman terus diperkuat melalui sinergi lintas wilayah. Camat Bontoala, Fataullah, AP., M...