PALOPO – Dua wartawan di Kota Palopo, Sulawesi Selatan diburu dan intimidasi oleh dua oknum anggota kepolisian dari Polres Palopo. Dua wartawan tersebut, Hamdan dari media Tribun Timur dan Hamka Andi Tadda dari media Rakyatku.Com.
Menurut korban Hamdan yang ditemui di Rumah Aspirasi, Kelurahan Tompotika, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Selasa malam (14/3/17), kejadian tersebut berawal saat dirinya bersama Hamka melakukan peliputan peristiwa bentrokan siswa SMK di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pattene, Kecamatan Wara, Palopo, sekira pukul 17.30 Wita, Selasa (14/3/17).
Lanjut Hamdan, saat meliput bentrokan siswa SMK bersama Hamka, tiba-tiba dua orang oknum anggota kepolisian berseragam lengkap Polisi Satuan Lalulintas (Polantas) Polres Palopo mengejarnya. Kedua oknum Polantas itu berusaha merebut telepon genggam kedua jurnalis.
Oknum Polantas itu memaksa kedua pekerja pers tersebut untuk menghapus hasil rekaman bentrokan yang ada di telepon genggam keduanya.
“Biar wartawan, harus melapor dulu ke saya baru bisa ambil gambar, hapus itu,” ujar Hamdan menirukan kata-kata oknum polisi.
Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono yang dikonfirmasi via telepon, Selasa malam (14/3/2017) menerangkan, bahwa saat kejadian tersebut, kondisi psikologis anggotanya sepertinya tengah tertekan. Khususnya saat anggota mengamankan bentrok, tiba-tiba wartawan datang mengambil gambar.
“Kondisi psikologis anggota lagi tertekan, sedang mengamankan bentrokan, tiba wartawan datang foto-foto. Saya selaku Kapolres minta maaf,” ujar Dudung.
Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua Ikatan Alumni Fakuktas Hukum Unanda Palopo, Wahyudi Yunus mengatakan, mengecam tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum kepolisian dari Polres Palopo terhadap para wartawan yang kebebasannya telah dijamin melalui UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
“Tindakan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut tidak profesional, tidak ada hubungannya mengamankan bentrok, terus melakukan intimidasi wartawan. Kalau institusi kepolisian mau bagus, Polda harus evaluasi oknum-oknum polisi yang kayak begitu, termasuk mengevaluasi pimpinannya,” ujarnya. (*)


Komentar