Logo Lintasterkini

Disnak Pangkep Vaksin Anti Rabies 5.000 Ekor Anjing

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Senin, 14 November 2016 20:13

    Rusli, korban yang digigit anjing liar yang diduga mengandung virus rabies.
Rusli, korban yang digigit anjing liar yang diduga mengandung virus rabies.

PANGKEP – Mendeteksi adanya seekor anjing terinfeksi rabies atau tidak, ternyata memerlukan tes khusus. Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati, khususnya terhadap anjing liar yang tidak pernah melalui vaksinasi.

Hal tersebut disampaikan dr. Aceng Rosadas, Kasi Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pangkep. Menurut Aceng, warga patut curiga pada anjing yang selama ini tidak melalui vaksinasi yang rutin.

“Lebih baik menghindari anjing yang tidak dirawat atau tidak pernah di vaksin. Apalagi pada anjing yang tidak bertuan, karena akan sulit mendeteksi atau mengetahui kesehatan anjing itu,” ujar Aceng saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, (14/11/2016).

Keberadaan anjing gila dalam 3 hari terakhir menyita perhatian warga Pangkep. Dimana 8 sampai 10 orang terkena gigitan anjing gila, yang diduga membawa virus rabies, sehingga seluruh pasien yang dirawat di RSUD Pangkep baik yang dirawat inap maupun rawat jalan, harus mendapatkan suntikan anti rabies.

Namun menurut Aceng, anjing perlu terlebih dahulu di tes. Tes anjing dimaksudkan apakah membawa virus rabies atau tidak. Karena bila tidak mengandung virus rabies dan pasien disuntik anti rabies, biasanya ada efek sampingnya bagi pasien.

Terkait dengan keberadaan anjing gila yang telah melukai beberapa orang di Pangkep, Aceng mengaku belum ada laporan resmi ke Dinas Peternakan.

“Kalau laporan belum ada masuk kesini. Kita juga belum tau keberadaan terakhir anjingnya, kalau kabur ya tidak bisa, kecuali anjing sudah ditangkap baru bisa dilakukan tes,” tandas Aceng.

Dikatakan Aceng, selama ini Dinas Peternakan telah melakukan vaksinasi terhadap 5 ribuan ekor anjing di Pangkep. Khususnya di Kecamatan Balocci, Tondong Tallasa dan sekitarnya.

“Sekitar 5 ribuan anjing sudah kita vaksin. Kita lebih condong ke Tondong Tallasa dan Balocci. Lokasi dimana masyarakat banyak berbaur dengan hewan peliharaannya,” terang Aceng.

Tambah dia, Kabupaten Pangkep adalah daerah yang aman, jauh dari ancaman penyakit menular terutama dari hewan. Dikemukakan, Pangkep bebas endemis. Dikatakannya, kalau kasus rabies biasanya puncaknya pada musim kemarau atau Juli sampai Agustus. (*)

 Komentar

 Terbaru

Pemerintahan19 Mei 2024 18:59
Presiden Jokowi Undang Khusus Danny Pomanto Jamu Makan Malam Peserta World Water Forum 2024 di Bali
DENPASAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendapatkan kesempatan menghadiri World Water Forum (WWF) ke-10 yang diadakan di Denpasar Bali...
News19 Mei 2024 15:23
Perumda Parkir Makassar Razia Jukir Liar, Empat Orang Diamankan Polrestabes
MAKASSAR – Tim Reaksi Cepat (TRC) Perumda Parkir Makassar melakukan razia jukir liar dengan bekerjasama dengan Polrestabes Makassar di wilayah K...
Olahraga19 Mei 2024 13:06
Danny Pomanto Lepas Ribuan Peserta Monas Half Marathon 2024
MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto melepas ribuan Peserta Run The City Makassar LPS Monas Half Marathon 2024, di Tugu MNEK CPI, M...
News19 Mei 2024 11:18
Sulsel Siap Laksanakan Pilkada Serentak 27 November
MAKASSAR – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sulsel, Muhammad Rasyid, mewakil Pj Gubernur Sulsel menghadiri sosialisasi penyel...