Logo Lintasterkini

Kawasan Mamminasata Tak Masuk Wilayah Larangan Mudik Lebaran

Budi S
Budi S

Kamis, 15 April 2021 15:36

Mobil Toyota Hartop Putih yang dikemudikan Pangdam XIV/Hsn, Mayjen TNI Surawahadi saat ikut menjajal beratnya medan di Kawah Chandradimuka Kompleks Dodiklatpur Rindam Bance'e Kabupaten Bone
Mobil Toyota Hartop Putih yang dikemudikan Pangdam XIV/Hsn, Mayjen TNI Surawahadi saat ikut menjajal beratnya medan di Kawah Chandradimuka Kompleks Dodiklatpur Rindam Bance'e Kabupaten Bone

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 kali ini.

Itu dilakukan untuk menekan atau memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra.

Larangan mudik itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 13 tahun 2021. Tentang pengendalian transportasi masa Idul Fitri 1442 Hijriah.

Dalam kebijakannya, ada 36 kota/kabupetan di Indonesia yang diperbolehkan melakukan mudik. Masuk dalam wilayah aglomerasi.

Termasuk empat kota/kabupaten di Sulsel. Yakni kawasan Mamminasata, Makassar, Gowa, Maros dan Takalar.

Aglomerasi berdasarkan KBBI, adalah pengumpulan atau pemusatan lokasi dalam kawasan tertentu.

Kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati beberapa waktu lalu, larangan mudik itu mulai berlaku pada 6 Mei mendatang hingga 17 Mei 2021.

‚ÄúPengendalian transportasi tersebut dilakukan melalui larangan penggunaan atau pengoperasian semua moda transportasi, baik darat, laut, udara dan perkeretaapian,” terangnya kepada awak media di Jakarta.

Selain Sulsel, sejumlah kota/kabupaten lainnya di Indonesia juga dibolehkann melakukan perjalanan mudik, di antaranya:

1. Medan, Binjai, Deliserdang, dan Karo

2. Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi

3. Bandung Raya: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat

4. Jogja Raya: Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul

5. Demak, Ungaran, dan Purwodadi

6. Solo Raya: Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen

7. Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo

Kementerian tegas, akan memberi sanksi kepada angkutan pribadi hingga travel jika kedapatan melanggar nantinya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Lindungi Masyarakat dari Pandemi, Godrej Indonesia Keluarkan Produk Saniter
Bersama Melawan Covid-1907 Mei 2021 23:07
Lindungi Masyarakat dari Pandemi, Godrej Indonesia Keluarkan Produk Saniter
"Kami menggabungkan keduanya menjadi satu elemen fungsi utama untuk mempercepat inovasi dalam upaya memastikan pengembangan produk secara progresif de...
Inginkan Seluruh Anak Bersekolah, Danny Dukung Sekolah Penggerak
Pendidikan07 Mei 2021 22:58
Inginkan Seluruh Anak Bersekolah, Danny Dukung Sekolah Penggerak
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto menerima kunjungan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel, Jumat (07/05/2021)....
Harga Gabah di Pinrang Anjlok, Petani Gigit Jari, Bupati Harap Solusi
News07 Mei 2021 22:37
Harga Gabah di Pinrang Anjlok, Petani Gigit Jari, Bupati Harap Solusi
Permasalahan ini langsung mendapat tanggapan dari anggota DPRD Pinrang....
Pertama Kali Diterapkan, Dilarang Bersenggolan di Pasar Senggol
News07 Mei 2021 22:28
Pertama Kali Diterapkan, Dilarang Bersenggolan di Pasar Senggol
"Ini aturan yang pertama kali mau diterapkan di Pasar Senggol supaya pengunjung tidak lagi baku senggol-senggolan mi," ucap Yusran....