Logo Lintasterkini

Tiket Candi Borobudur Tidak Naik, tapi Pengunjung Dibatasi

Herwin Bahar
Herwin Bahar

Rabu, 15 Juni 2022 09:52

Tiket Candi Borobudur Tidak Naik, tapi Pengunjung Dibatasi

JAKARTA – Kabar terbaru mengenai tiket masuk Candi Borobudur. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan tidak ada kenaikan tarif tiket masuk ke Candi Borobudur.

Ia mengaku, justru akan membatasi jumlah wisatawan dengan kuota untuk naik ke atas candi.

“Intinya tidak ada kenaikan tarif Rp 150 ribu, pelajar SMA ke bawah tarifnya Rp 5 ribu, tapi nanti dibatasi kuota untuk naik ke atas dan juga tetap harus memakai guide dan enggak boleh pakai sepatu karena itu mengikis batuan, jadi akan disediakan alas kaki untuk naik ke atas,” jelas Basuki di Istana Merdeka, Selasa (14/6/2022) dikutip dari kumparan.

Basuki menambahkan, nantinya kemungkinan jumlah kuota akan dibatasi sekitar 1.200 per harinya. Adapun nantinya pendaftaran akan dilakukan secara online.

Menurut Basuki pembatasan tersebut dilakukan untuk tujuan kelestarian candi Borobudur. Adapun kemungkinan tiketnya juga akan dijual di lokasi, namun pendaftaran untuk dapat naik ke atas Candi akan dibatasi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sepakat menunda rencana menaikkan harga tiket Borobudur karena respons yang beragam dari masyarakat.

“Jadi soal tiket itu, saya kira kita hold (tunda) aja dulu. Kita lihat bagaimana baiknya nanti,” kata Luhut saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (9/6).

Meski begitu, Luhut menegaskan usulan kenaikan tiket naik ke Candi Borobudur sudah melewati kajian, termasuk membandingkan dengan negara lain.

Alasan mendasar rencana tiket dinaikkan, kata dia, untuk perbaikan di kawasan tersebut sekaligus mengantisipasi lonjakan turis karena sudah dua tahun tidak buka. Belum lagi, ada akses ke Candi Borobudur semakin mudah karena ada jalan tol dari Semarang.

Adapun soal pembatasan kuota pengunjung, Luhut menuturkan bahwa alasannya adalah untuk menjaga kelestarian bangunan candi.

“Nah kita menentukan 1.200 orang (turis yang boleh masuk) karena sekarang sudah terjadi penurunan (pergeseran candi), juga terjadi kerusakan, karena itu barang yang sangat langka di dunia,” terangnya.

 Komentar

 Terbaru

News25 September 2022 20:04
Yasir Machmud: Anggaran KONI Sulsel Sesuai Peruntukannya
MAKASSAR – Sebanyak Rp 5 Milyar anggaran KONI Sulsel untuk tahun 2022 yang dipertanyakan oleh anggota DPRD Sulsel, ditanggapi oleh Yasir Machmud...
Hukum & Kriminal25 September 2022 17:12
Bekuk Pengedar Narkoba Asal Sidrap, Polisi Nyamar Jadi Pembeli
SIDRAP – Aparat kepolisian berhasil menangkap seorang pengedar narkoba asal Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), berinisial AM alias Bidin (52). P...
Wisata dan Budaya25 September 2022 16:39
Sunset Keren di Pantai Indah Bosowa yang Eksotik
MAKASSAR – Pantai Indah Bosowa selalu memberikan keindahan yang eksotik. Apalagi pada sore hari kalian bisa sunset keren di tempat ini. Suasana ...
News25 September 2022 13:29
Satpolair Polres Bontang Amankan Pria Asal Barru Serta 30 Kg Daging Penyu
BONTANG – Aparat Satpolair Polres Bontang menangkap pelaku perburuan penyu dilindungi berinisial R (50), Jumat (23/9/2022). Dari tangan pria asa...