Logo Lintasterkini

Peleburan IPA-IPS untuk SD Didebat DPR

Muh Syukri
Muh Syukri

Rabu, 16 Januari 2013 11:25

ilustrasi
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA -Â Perubahan kurikulum yang mulai akan diberlakukan pada Juli mendatang ternyata dianggap oleh anggota legislatif tidak memiliki landasan yuridis yang kuat. Hal ini termasuk pada penghilangan mata pelajaran IPA dan IPS untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) yang dinilai tidak sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 37.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, Ferdiansyah, mengatakan bahwa dalam pasal tersebut tertuang bahwa dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah harus memuat pelajaran IPA dan IPS. Untuk itu, ia meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menelaah lebih lanjut masalah ini.

“Itu jelas ada undang-undangnya. Kalau kita ditanya ada mapel yang hilang bagaimana? Dalam undang-undang itu padahal sudah jelas sebutkan semua mata pelajaran,” kata Ferdiansyah saat Rapat Dengar Pendapat di Ruang Rapat Komisi X, DPR RI, Jakarta, Selasa (15/1/2013).

“Ini pemahamannya bagaimana kalau terjadi pengutangan yang tidak sesuai dengan pasal 37. Harus ada penjelasan dan tetap pada dasar hukum sebaiknya,” ujar Ferdiansyah.

Menanggap hal ini, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan bahwa tidak ada perundang-undangan yang dilanggar dalam perubahan kurikulum ini. Bahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 kurikulum ini harus dikembangkan.

“Tidak ada yang dilanggar. Dalam pasal 37 undang-undang Sisdiknas memang disebutkan kurikulum harus memuat bahasa Indonesia, PPKn, IPA dan IPS. Tapi tidak serta merta dalam bentuk mata pelajaran,” jelas Musliar.

“Jadi walaupun tidak disebut sebagai mata pelajaran, IPA dan IPS tetap dimuat kontennya dalam tematik integratif untuk SD,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pada pasal 37 ayat 1 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berbunyi Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat : pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa, matematika, IPA, IPS, seni dan budaya, pendidikan jasmani dan olahraga, ketrampilan/kejuruan dan muatan lokal. (kpc)

 Komentar

 Terbaru

Peristiwa20 Mei 2022 02:24
Lansia Tewas Setelah Dipergoki Mencuri di Areal Tambang di Bantaeng, Tiga Polisi Diperiksa
Nasib malang menimpa seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Nuru Saali (78) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kabarnya, ia tewas us...
News19 Mei 2022 23:55
Pelat Palsu Marak Beredar di Sulsel, Ada Pembiaran?
Aturan pemberlakukan tersebut memang sudah ada yakni mengacu pada Peraturan Polri (Perpol) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi (Reg...
News19 Mei 2022 22:47
Bupati Pinrang Terpilih Memberikan Testimoni Di Rakornas BAN S/M
MAKASSAR — Bupati Pinrang, Irwan Hamid bersama Bupati Gowa dan Bupati Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah diundang dan terpilih untuk memberikan t...
Hukum & Kriminal19 Mei 2022 22:43
Berdamai, Ini Syarat Yang Diajukan Pelajar Korban Penganiayaan Di Pinrang Yang Videonya Viral Di Medsos
PINRANG – Penganiayaan yang dilakukan seorang pelajar laki-laki SMA Negeri 9 Cempa Kabupaten Pinrang terhadap. seorang pelajar perempuan tyang t...