PINRANG – Keresahan masyarakat Pinrang dengan kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg dalam beberapa hari terakhir membuat jajaran Polres Pinrang tidak tinggal diam. Tim Polres Pinrang yang dipimpin Kanit Resek Satreskrim, Ipda Demianus didampingi Kanit Ekonomi SatIntelkam, Aipda Andi Rudi langsung bergerak melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada agen dan pangkalan, Senin (15/1/2018) sore.
Dalam Sidak di pangkalan milik Edy di Jalan Beruang Maccorawalie, didapati 150 tabung gas 3 kg yang baru saja dibongkar oleh agen. Sementara di pangkalan milik H. Bado di Jalan Garuda, stok tabung elpiji 3 kg di tempat itu sementara kosong. Begitu juga dengan di agen PT. Nurcahaya Energi Abadi di Jalan Manggis Kota Pinrang, stok gas elpiji 3 kg juga habis.
“Memang, dalam beberapa hari ini terjadi kekosongan stok di tempat kami. Kalau masuk 150 tabung seperti ini, kurang dari sejam semuanya langsung habis terjual,” ungkap Dedy kepada lintasterkini.com disela-sela sidak di tempatnya.
Kanit Resek Satreskrim Polres Pinrang, Ipda Demianus mengungkapkan, dari hasil sidak yang dilakukan, berdasarkan peninjauan langsung ke lapangan diketahui jika jumlah dan distribusi stok tabung gas elpiji 3 kg ke tingkat agen dan pangkalan terbilang lancar dan aman. Namun memang telah terjadi kekosongan stok sesaat akibat tingginya permintaan atau kebutuhan.
Hal senada juga dilontarkan Kibar, SR Depot Pertamina Parepare yang menangani distribusi gas elpiji 3 kg. Menurut dia, stok elpiji 3 kg seharusnya cukup. Alokasi untuk Bulan Januari 2018 ini sesuai kuota di Pinrang yaitu 11.800 tabung per hari dan tidak ada pengurangan.
“Kami perlu cek lapangan untuk mengetahui penyebabnya, apakah karena banyak hajatan atau digunakan oleh peternak atau hal-hal lainnya,” jelas Kibar.
Sementara itu, perwakilan Depot Pertamina Parepare, Rudo yang ditemui di lokasi sidak mengaku, dirinya juga langsung turun melakukan sidak di Kabupaten Pinrang begitu mendapatkan perintah dari pimpinannya. Dikatakannya, stok pasokan sesuai kuota dan distribusinya juga cukup lancar.
“Makanya, begitu mendapatkan informasi dari media kabar kelangkaan stok, pimpinan langsung memerintahkan saya untum melakukan pengecekan lapangan. Hasilnya, dari enam pangkalan yang saya datangi, tiga pangkalan memiliki stok dan tiga lainnya memang lagi kosong,” beber Rudi.
Rudi mengakui, memang telah terjadi kekosongan stok sesaat yang disebabkan tingginya permintaan atau kebutuhan. Dia menduga, hal itu dikarenakan banyaknya hajatan massal dalam sepekan terakhir di Kabupaten Pinrang seperti kegiatan deklarasi Bapaslon Pilkada, pernikahan dan lainnya.
“Hasil pantauan dan pengecekan kami seperti itu. Mudah-mudahan semuanya kembali berjalan normal seiring jumlah kegiatan atau hajatan massal yang juga berangsur normal,” tutupnya. (*)


Komentar