Logo Lintasterkini

Tuntas! MK Tolak Lima Perkara Pilkada 2020 di Sulsel, KPU Atur Jadwal Penetapan

Budi S
Budi S

Rabu, 17 Februari 2021 21:03

Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

MAKASSAR – Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan perkara Pilkada Barru dan Luwu Timur 2020 pada putusan sela, Rabu (17/02/2021). Tidak dapat dilanjutkan ke sidang pokok perkara.

Dengan begitu, hasil Pilkada di Sulsel yang berperkara di MK dianggap selesai. Seluruhnya ditolak.

Pada Senin (15/02/2021) sebelumnya, MK juga menolak perkara Pilkada Luwu Utara dan Pangkep. Sedangkan putusan Pilkada Bulukumba, perkaranya dicabut.

“Lutim sudah dibacakan tadi siang, perkaranya tidak dapat diterima. Sedangkan Barru, permohonan kedua pemohon juga tidak dapat diterima,” kata Komisioner KPU Sulsel, Uslimin kepada LINTASTERKINI.

Hasil dari putusan MK tersebut, selanjutnya akan ditindaklanjuti Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menetapkan Bupati dan Wakil Bupati terpilih melalui rapat pleno.

“Kami KPU Sulsel akan memastikan lima KPU (daerah) bersangkutan menjalankan tahap terakhir. Yakni melakukan penetapan bupati terpilih paling telat lima hari setelah MK membacakan putusannya,” tutur Uslimin.

Berikut pasangan calon pemilik suara terbanyak dari lima hasil Pilkada di Sulsel yang telah berperkara di MK:

– Pilkada Barru: Suardi Saleh-Aska M
– Pilkada Luwu Timur: Muh Thorig Husler-H Budiman
– Pilkada Luwu Utara: Indah Putri Indriani-Suaib Mansur
– Pilkada Pangkep: Muh Yusran Lologau-Syahban Sammana
– Pilkada Bulukumba: Muchtar Ali Yusuf-Edy Manaf

Dan ini hasil putusan sela MK, Rabu (17/02/2021).

Pembacaan sesi pertama, pukul 09.00 -11.18 WIB

1. Lingga (Kepri) tidak dapat diterima

2. Pohuwato (Gorontalo) tidak dapat diterima

3. Gorontalo (Gorontalo) 2 perkara tidak dapat diterima

4. Kep. Sula (Malut) tidak dapat diterima

5. Kota Palu (Sulteng) tidak dapat diterima

6. Lamongan (Jatim) tidak dapat diterima

7. Bolmongtim (Sulut) 2 perkara tidak dapat diterima

8. Kota Manado (Sulut) tidak dapat diterima

9. Bima (NTB) tidak dapat diterima

10. Kota Batam (Kepri) tidak dapat diterima

Pembacaan sesi kedua, pukul 13.00-15.22 WIB

1. Luwu Timur (Sulsel) tidak dapat diterima.

2. Wakatobi (Sultra) tidak dapat diterima.

3. Mamuju (Sulbar) tidak dapat diterima

4. Barru (Sulsel) 2 perkara tidak dapat diterima

5. Halmahera Barat (Maluku Utara) tidak dapat diterima

6. Halmahera Selatan (Maluku Utara) tidak dapat diterima

7. Kota Tangerang Selatan (Banten) tidak dapat diterima

8. Asmat (Papua) tidak dapat diterima

9. Fakfak (Papbar) tidak dapat diterima

10. Kaimana (Papbar) tidak dapat diterima

11. Manokwari (Papbar) tidak dapat diterima

Pembacaan sesi ketiga, pukul 16.00-18.26 WIB

1. Musi Rawas Utara (Sumsel) perkara tidak dapat diterima

2. Raja Ampat (Papbar) tidak dapat diterima

3. Tapanuli Selatan (Sumut) tidak dapat diterima

4. Kep. Aru (Maluku) tidak dapat diterima

5. Manokwari Selatan (Papbar) tidak dapat diterima

6. Nunukan (Kaltara) tidak dapat diterima

7. Kuantan Singingi (Riau) tidak dapat diterima

8. Malinau (Kaltara) tidak dapat diterima

9. Maluku Barat Daya (Maluku) tidak dapat diterima

10. Kota Tanjungbalai (Sumut) tidak dapat diterima

11. Nabire (Papua) tidak dapat diterima

12. Seram Bagian Timur (Maluku) tidak dapat diterima

13. Kep. Meranti (Riau) tidak dapat diterima

 Komentar

 Terbaru

Hari Pertama Berkantor, Danny Bersua Mendagri di HUT Damkar ke-102
News01 Maret 2021 13:51
Hari Pertama Berkantor, Danny Bersua Mendagri di HUT Damkar ke-102
Peringatan HUT Damkar kali ini, digelar virtual secara nasional. Dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian....
Kasus Suap NA, Peneliti Pukat UPA: KPK Harus Panggil Rudy Djamaluddin
Hukum & Kriminal01 Maret 2021 12:47
Kasus Suap NA, Peneliti Pukat UPA: KPK Harus Panggil Rudy Djamaluddin
Kasus Profesor Andalan ini adalah kali pertama terjadi di sepanjang sejarah di Sulsel....
Diduga Bandar Narkoba, Single Parent ini jadi Buronan
Hukum & Kriminal01 Maret 2021 12:01
Diduga Bandar Narkoba, Single Parent ini jadi Buronan
RA berhasil kabur saat polisi menggrebek rumahnya....
Perusda Pasar Makassar Raya Segera Berubah Menjadi Perumda
News01 Maret 2021 09:27
Perusda Pasar Makassar Raya Segera Berubah Menjadi Perumda
Perubahan status itu jadi pembahasan akhir pada pertemuan bersama Panitia khusus (Pansus) ranperda Pasar dan Jajaran Direksi PD Pasar Makassar Raya di...