Logo Lintasterkini

Ini Motif Pembunuhan Bocah 4 Tahun di Pinrang

Maulana Karim
Maulana Karim

Rabu, 17 Juni 2020 17:51

Ini Motif Pembunuhan Bocah 4 Tahun di Pinrang

PINRANG — Polres Pinrang akhirnya membeberkan motif seorang ibu tiri di Kabupaten Pinrang, Samina (27), yang tega menghabisi nyawa anak tirinya berusia 4 tahun inisial MT.

Kapolres Pinrang, AKBP Dwi Santoso yang dikonfirmasi Lintasterkini.com mengatakan bahwa kasus pembunuhan tersebut dipicu lantaran Sanima cemburu karena suaminya lebih sayang kepada korban, ketimbang anak kandung pelaku.

“Pelaku tersebur merasa jengkel kepada orang tua korban. Karena dia merasa suaminya membeda-bedakan antara korban dengan anak pelaku. Apalagi anak pelaku ini ada kelainan,” kata Dwi Santoso, Rabu (17/6/2020).

Selain itu lanjut Dwi, Samina memang sudah sering melakukan penganiayaan terhadap korban. Dikarenakan korban tidak pernah menuruti perintah pelaku.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, kalau disuruh korban hanya diam dan langsung menangis, sehingga membuat pelaku ini kesal,” bebernya.

Diketahui, Samina merupakan janda satu anak. Sedangkan ayah korban adalah duda 1 anak. Keduanya lalu menikah secara siri.

Sebelumnya, bocah perempuan berusia 4 tahun berisial MT, tewas di tangan ibu tirinya, Sanima (27). Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Selasa (16/6/2020).

Kasus tersebut terjadi saat bocah tersebut sedang bersama Samina di dalam rumah. Mereka hanya berdua. Kebetulan, ayah korban sedang pergi bekerja.

Namun sekitar pukul 14.00 Wita, ayah korban ditelepon oleh tetangganya bahwa anak kandungnya sudah meninggal dunia. Sang ayah kemudian meninggalkan pekerjaannya lalu pulang ke rumahnya.

Setibanya di rumah, dia kaget melihat anaknya sudah tidak bernyawa. Namun setelah diperiksa, dia menemukan sejumlah luka di tubuh anaknya. Dia lalu memutuskan untuk melapor ke polisi pada pukul 21.00 Wita.

“Korban meninggal dunia dengan beberapa luka pada bagian tubuh korban yaitu, Dada, Perut, Punggung dan Dagu, saat korban ditemukan di TKP ada 24 luka lebam dan goresan di tubuh korban, dan sementara sesuai hasil introgasi pelaku, bahwa luka dibagain dagu korban sengaja ia gigit untuk menyadarkan korban yang saat itu sudah tidak sadarkan diri, kata AKBP Dwi Santoso.

Setelah pelaku diamankan lanjut Dwi, pelaku pun mengakui perbuatannya. Alat yang digunakan untuk membunuh korban adalah pulpen

“Korban ditusuk lebih dari satu kali dengan tempat yang berbeda, sehingga mengakibatkan korban mengalami luka dan meninggal dunia,” bebernya.

Mantan Kasubdit Regident Direktorat Satuan Lalu Lintas Polda Sulsel ini juga menambahkan bahwa sesuai hasil pemeriksaan pelaku mengaku sebelum menusukan pulpen ke tubuh korban, sempat mendorong korban hingga jatuh terlentang dilantai, setelah itu pelaku pun menginjak sebanyak tiga kali dibagian dada korban.

“Awalnya pelaku mendorong korban hingga terbaring di lantai setelah terbaring, pelaku pun menginjak tiga kali bagian dada korban, tidak puas, ia pun langsung mengambil dari dalam laci sebuah pulpen dan menusukan ke tubuh korban berkali-kali hingga mengeluarkan darah dari mulut korban, hingga korban pun meninggal dunia,”Ungkap AKBP Dwi Santoso.

 Komentar

 Terbaru

News30 Juli 2021 22:12
Mobil Kemensos RI Tabrak Pesepeda di Makassar, Bupati Takalar yang Minta Maaf
MAKASSAR– Insiden tabrak lari yang dilakukan pengendara mobil Rescue Kemensos RI terhadap pesepeda di Jalan Nusantara Kota Makassar membuat Bupa...
News30 Juli 2021 21:55
Pengabdian 30 Tahun, Irjen Pol Merdisyam Berbagi 1000 Paket Bansos
MAKASSAR– Genap sudah 30 Tahun mengabdi, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol Merdisyam merayakan dengan menyerahkan bantuan s...
News30 Juli 2021 21:51
Tanggapi Kehadiran Kedai Studio Teh, Danny: Sangat Bagus, Lanjutkan!
MAKASSAR — Kehadiran Kedai Studio Teh mendapat dukungan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Diharapkan bisa menghidupkan ekonomi masyarakat di t...
News30 Juli 2021 21:23
Polisi Kejar Pengemudi Randis yang Tabrak Pesepeda di Jalan Nusantara
AKBP Muhammad Kadarislam Kasim juga menjelaskan, hingga saat ini pelaku belum melaporkan diri sejak terjadinya insiden kecelakaan tersebut. "Sampai sa...