Awas, Kapolres Bone Ancam Gebuki Wartawan Bone

Awas, Kapolres Bone Ancam Gebuki Wartawan Bone

Kapolres Bone

BONE – Tanpa alasan jelas, Kepala Kepolisian Resort Bone Ajun Komisaris Besar Polis i(AKBP) R Andria Martinus marah terhadap wartawan. Di masa akhir jabatannya, orang nomor satu dijajaran Kepolisian Resort Bone ini bahkan mengancam akan menggebuki wartawan yang ada di Kabupaten Bone.

Kejadian ini berawal pada saat salah seorang wartawan mengajak Kapolres Bone bersenda gurau dan mengajaknya  ke warung kopi, namun bukannya menerima ajakan tersebut Kapolres Bone itu malah balik mengancam wartawan. Selain itu Kepala Kepolisian Resort Bone juga mengancam akan menembaki Ketua LSM Latenritatta Mukhawas Rasyid. Kemarahannya itu disela-sela kunjungan Pangdam VII Wirabuana di Markas Komando Resort Militer 141 Toddopuli.

Dihadapan sejumlah pejabat teras Kabupaten Bone itu diantaranya Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, Ketua DPRD Bone Andi Akbar Yahya, serta sejumlah wartawan media cetak dan elektronik, Andria melontarkan amarahnya terhadap wartawan. Bupati dan Ketua DPRD Bone yang berada tidak jauh dari tempat Kapolres berdiri hanya tertunduk dan diam saja.

“Tadi saya sedang ngobrol dengan Kapolres, sekalian saya ajak beliau untuk ngopi, namun saya kaget ketika karena beliau tiba-tiba marah, padahal saya cuman mau ngajak beliau ngopi, eh beliau malah bilang ngopi aja sana entar saya gebukin, kamu semua kurang ajar,” ungkap wartawan Koran Tempo Anwar Marjan menirukan ucapan Kapolres Bone,Selasa (17/9/2013).

Marjan menjelaskan, jika perkataan Kapolres Bone itu sangat menyinggung perasaannya, pasalnya ia tidak mengetahui apa keselahan wartawan di Bone sehingga menjadi imbas amarah Kapolres.

Kepada wartawan, Andria mengatakan akan menangkapi sejumlah kendaraan wartawan di Bone yang diduganya tidak memiliki surat dan kelengkapan kendaraan. Andria juga mengatakan, juga akan memukuli wartawan yang kerap menulis tentang dia selama ia menjabat sebagai Kapolres Bone.

“Itu nanti mobilnya saya tangkapi baru saya gantung mobilnya, saya tau itu mobil bermasalah, lihat saja nanti” ujar Andria, tanpa menjelaskan mobil siapa yang akan digantungnya itu.

Dari informasi yang dihimpun Tribun, kemarahan Kapolres Bone itu dipicu laporan dugaan korupsi LSM Lanterintatta yang melibatkan Kapolres beberapa hari lalu.

LSM itu melaporkan dugaan korupsi dana pengawalan kotak suara Pilkada Bone lalu sebesar Rp 25 juta, kasus permintaan dana dari kasus dugaan korupsi Koni Rp 400 juta dan Pemerasan oleh petinggi Polres Bone senilai Rp 32 juta terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan tas KPU. (tt)