Logo Lintasterkini

Metode Sederhana Cahasi, Tumbuhkan Kemampuan Menulis Siswa

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Jumat, 18 November 2016 16:20

Ilustrasi siswa menulis.
Ilustrasi siswa menulis.

MAROS – Salah seorang guru kelas IV SDN 178 Inpres Bontoa, Maros, Badaria, tahu cara membuat siswanya menjadi terbiasa menulis. Ia menggunakan metode sederhana yang disebut dengan metode Cahasi (Catatan Harian Siswa).

Metode Cahsi ini menurutnya efektif untuk mningkatkan kemampuan siswa menulis. Tulisan siswa akan panjang, lebih kaya kosa kata dan lebih sistematis. Untuk menerapkan metode Cahasi ini, Badaria terlebih dahulu menjelaskan dan memberi contoh.

Siswa bisa menuliskan apa saja mengenai kegiatan hari itu, misalnya mandi, sikat gigi, membantu menyapu rumah, berangkat ke sekolah dan seterusnya. Tidak perlu aturan ketat, yang penting mengalir saja.

“Biarkan mereka menulis secara bebas. Tidak perlu banyak berpikir, yang penting tuangkan saja,” ujar Badria, Kamis, (17/11/2016).

Setelah mendapatkan penjelasan, para siswa diminta masing-masing membuat judul tersendiri. Judul tersebut menjadi acuan tulisan yang disusun siswa selama satu minggu. Tiap harinya selama satu minggu tersebut, mereka harus menulis kegiatan yang berbeda dari hari sebelumnya.

Misalnya kalau kemarin menulis kegiatan mandi sebelum berangkat sekolah, besoknya tentang kegiatan di sekolah, besoknya lagi menceritakan bagaimana membantu mencuci piring dan sebagainya. Setiap selesai satu tulisan di hari itu, tugas dikumpulkan pada sebuah boks di kelas.

Waktu menulisnya terserah siswa, bisa di sekolah, bisa di rumah. Panjang pendeknya juga dibiarkan sesuai keinginan siswa. Namun siswa tidak boleh minta bantuan kepada siapapun untuk menuliskannya.

[NEXT]

Setelah satu minggu terkumpul, siswa merangkaikan kalimat-kalimat yang telah ditulisnya selama satu minggu tersebut. Menyusunnya menjadi satu kesatuan tulisan. Kegiatan ini dilakukan pada saat jam tambahan membaca yang diadakan tiap hari Sabtu.

Untuk memastikan bahwa setiap siswa menulis dengan baik berdasarkan kaidah penulisan, Badaria mendampingi setiap siswa mengenalkan kata sambung, menghilangkan kata-kata berulang dan sebagainya. Ia mendampingi satu-persatu, dan juga memberi contoh di depan.

“Namun saya juga menghindari terlalu kritis mengoreksi tulisan siswa, karena dapat menyurutkan semangat dan motivasi siswa dalam menulis,” ujarnya.

Setelah selesai merangkai, siswa diminta menceritakan kembali di hadapan teman-temannya. Supaya keterampilan komunikasi siswa dan kepercayaan dirinya juga meningkat. Tulisan yang terbaik dan presentasi terbaik mendapatkan hadiah.

Pada minggu-minggu berikutnya, isi catatan harian ini bervariasi. Misalnya tentang macam-macam binatang peliharaan. Hari ini bisa menulis tentang kucing, besoknya ayam dan seterusnya. Minggu berikutnya temanya diganti tentang tumbuhan, atau alat-alat masak di rumah. Apa saja yang bisa mereka amati dari dekat dan mudah dituliskan.

Pada awal metode ini diterapkan, siswa cuma mampu menulis pendek-pendek saja bahkan tidak sampai satu halaman, lama kelamaaan setelah beberapa bulan diadakan, tulisannya berkembang dengan baik. Bahkan dalam beberapa hari saja, kini mereka sudah mampu menulis sampai 3-4 halaman, dengan kosa kata yang lebih bervariasi.

Menurut Halimah, Dosen UIN Alauddin Makassar, inovasi-inovasi cara efektif membuat siswa semenjak dini memiliki keterampilan menulis adalah hal yang sangat urgen. Banyak mahasiswa tidak bisa menulis dan tugasnya hanya hasil kopi paste dari internet.

Hal ini saya yakin karena semenjak Sekolah Dasar, mereka tidak dilatih dan dibiasakan menulis secara teratur dan sistematis. Akhirnya tugas-tugas mereka dalam bentuk skripsi, esai dan sebagainya, tulisannya tidak fokus, tidak nyambung dan sering melebar kemana-mana, menyulitkan dosen untuk mengoreksinya.

Menurut Jamaruddin, Koordinator Provinsi Usaid Prioritas Sulawesi Selatan, metode Cahasi ini perlu ditiru oleh pengajar lain. Praktik ini sederhana tapi efektif.
“Kegiatan menulis dan menceritakan kembali tulisan ini mampu meningkatkan ketrampilan komunikasi siswa yang amat berguna untuk menunjang masa depannya, “ujarnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Bersama Melawan Covid-1930 Juli 2021 00:02
Sinergitas dengan Kampus, Kapolrestabes Makassar Ajak Mahasiswa Vaksin
Witnu juga menambahkan bahwa semoga vaksin yang disalurkan untuk mahasiswa STMIK Handayani akan mencover sehingga tidak mudah untuk terpapar pandemi c...
Hukum & Kriminal29 Juli 2021 23:48
Polda Sulsel Akhirnya Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RS Batua Makassar
MAKASSAR– Kasus dugaan korupsi proyek RS Batua Makassar terus berlanjut dalam penyelidikan polisi. Kali ini, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel ki...
News29 Juli 2021 23:09
Plt Gubernur Apresiasi Kakek 67 Tahun di Makassar yang Bersepeda Belasan Kilo demi Vaksinasi
MAKASSAR– Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menemui seorang kakek yang rela bersepeda untuk mendapatkan vaksin. Perjuangannya diapres...
News29 Juli 2021 22:53
Wali Kota Makassar Bakal Naikkan Insentif Satgas Pengangkut Jenazah Corona
MAKASSAR– Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan (Danny) Pomanto akan menaikkan insentif tim satgas pengangkut jenazah covid-19. Tingginya kasus kemati...