Logo Lintasterkini

Kandidat Bupati Paniai Kecewa Parpol Buka Pendaftaran Pilkada di Jayapura

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Senin, 19 Juni 2017 21:42

Salah satu Kandidat Bupati Paniai, John Nicolas Pigome mengaku kecewa atas kinerja pimpinan Parpol yang membuka pendaftaran di Jayapura.
Salah satu Kandidat Bupati Paniai, John Nicolas Pigome mengaku kecewa atas kinerja pimpinan Parpol yang membuka pendaftaran di Jayapura.

PAPUA – Hampir semua Dewan Pimpinan Cabang Partai Politik yang ada di Kabupaten Paniai tak ikuti mekanisme perundang-undangan.  Pasalnya, sejak dibukanya pendaftaran bagi para bakal calon bupati Paniai tidak pernah dilakukan di Enarotali namun dibuka di Jayapura, ibukota Provinsi Papua.

Hal ini tentu menjadi perbincangan hangat selama ini diantara banyak kalangan. Bahkan, situasi ini tak ayal, sejumlah pihak mengoreksi para pimpinan Parpol ini.

Salah satu Calon Kandidat Bupati Paniai, John Nicolas Pigome mengaku kecewa atas kinerja pimpinan Parpol itu. Walaupun telah membuka pendaftaran bagi bacabup, namun pengurus Parpol malah menjaringnya di luar dari Paniai, ketimbang menerima cabup di masing-masing kantor atau sekretariat parpol.

“Sehingga, hal itu menjadikan kami kecewa yang hendak mengambil formulir pendaftaran,” kata John Nicolas Pigome, Senin, (19/6/2017).

Ia mengatakan, apabila parpol membuka pendaftaran di Jayapura, ibaratnya ada yang mau mencalonkan Gubernur Papua. Padahal ini untuk kabupaten Paniai. Dia menegaskan, semestinya kandidat jangan ambil formulir dan mendaftar di Jayapura, ibukota  Provinsi Papua. Itu ranahnya calon seorang gubenur.

“Kalau calon Bupati itu di masing-masing Kabupaten. Pimpinan partai politik di Paniai harus pahami aturan dengan baik. Saya juga seorang kandidat bupati Paniai. Tapi, kantor Partai Politik tidak dibuka. Hanya informasi di media massa atau baliho bahwa ada buka pendaftaran, padahal di Paniai tidak dibuka. Ini benar-benar melawan hukum, kami kecewa,” kesal John.

Ia mengatakan, Nabire dan Jayapura bukan ibukota Kabupaten Paniai, sehingga diminta agar semua pimpinan Parpol kembali ke daerah dan membuka pendaftaran secara baik. Kata dia, kalah dan menang bukan ukuran, tapi sebagai seorang calon pemimpin daerah, kita harus ikuti aturan yang baik.

“Kemarin itu saya agak marah (sedikit), kami dari Paniai daftar di Partai Golkar sedikit, tapi tiba-tiba naik sampai sembilan. Ini main aturan apa?Tidak boleh begitu. Siapapun dia yang mau calon dari partai politik musti kita ikuti tahapan,” ujarnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi & Bisnis16 Desember 2025 23:54
Mercure Makassar Gelar Christmas Light Celebration 2025, Hadirkan Natal Penuh Makna dan Kepedulian Sosial
MAKASSAR – Dalam semangat perayaan Natal 2025, Mercure Makassar Nexa Pettarani menggelar Christmas Light Celebration 2025 sebagai wujud kebersam...
Ekonomi & Bisnis16 Desember 2025 23:49
Kampanye Layanan Berintegrasi, SPJM Grup Tegaskan Komitmen Larangan Gratifikasi 
MAKASSAR – Dalam rangka mewujudkan zero gratification di Perusahaan, PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) memberlakukan larangan untuk memberikan maup...
News16 Desember 2025 23:20
Munafri Dorong Peran Insinyur Terlibat Konstruksi Tata Ruang Kota
MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar, dengan profesi insinyur dalam me...
News16 Desember 2025 23:15
Milad ke-13, Askrindo Syariah Makassar Salurkan Santunan Yatim dan Dhuafa Bersama DT Peduli
MAKASSAR — Dalam rangka memperingati Milad ke-13, PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah Cabang Makassar bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasi...