PAPUA – Hampir semua Dewan Pimpinan Cabang Partai Politik yang ada di Kabupaten Paniai tak ikuti mekanisme perundang-undangan. Pasalnya, sejak dibukanya pendaftaran bagi para bakal calon bupati Paniai tidak pernah dilakukan di Enarotali namun dibuka di Jayapura, ibukota Provinsi Papua.
Hal ini tentu menjadi perbincangan hangat selama ini diantara banyak kalangan. Bahkan, situasi ini tak ayal, sejumlah pihak mengoreksi para pimpinan Parpol ini.
Salah satu Calon Kandidat Bupati Paniai, John Nicolas Pigome mengaku kecewa atas kinerja pimpinan Parpol itu. Walaupun telah membuka pendaftaran bagi bacabup, namun pengurus Parpol malah menjaringnya di luar dari Paniai, ketimbang menerima cabup di masing-masing kantor atau sekretariat parpol.
“Sehingga, hal itu menjadikan kami kecewa yang hendak mengambil formulir pendaftaran,” kata John Nicolas Pigome, Senin, (19/6/2017).
Ia mengatakan, apabila parpol membuka pendaftaran di Jayapura, ibaratnya ada yang mau mencalonkan Gubernur Papua. Padahal ini untuk kabupaten Paniai. Dia menegaskan, semestinya kandidat jangan ambil formulir dan mendaftar di Jayapura, ibukota Provinsi Papua. Itu ranahnya calon seorang gubenur.
“Kalau calon Bupati itu di masing-masing Kabupaten. Pimpinan partai politik di Paniai harus pahami aturan dengan baik. Saya juga seorang kandidat bupati Paniai. Tapi, kantor Partai Politik tidak dibuka. Hanya informasi di media massa atau baliho bahwa ada buka pendaftaran, padahal di Paniai tidak dibuka. Ini benar-benar melawan hukum, kami kecewa,” kesal John.
Ia mengatakan, Nabire dan Jayapura bukan ibukota Kabupaten Paniai, sehingga diminta agar semua pimpinan Parpol kembali ke daerah dan membuka pendaftaran secara baik. Kata dia, kalah dan menang bukan ukuran, tapi sebagai seorang calon pemimpin daerah, kita harus ikuti aturan yang baik.
“Kemarin itu saya agak marah (sedikit), kami dari Paniai daftar di Partai Golkar sedikit, tapi tiba-tiba naik sampai sembilan. Ini main aturan apa?Tidak boleh begitu. Siapapun dia yang mau calon dari partai politik musti kita ikuti tahapan,” ujarnya. (*)


Komentar