PAREPARE – Ratusan anggota Polres Parepare menggelar aksi demonstrasi di halaman Markas Polres Parepare, Rabu (19/9/2012). Mereka mengamuk karena tidak terima dimutasi di empat  wilayah di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Tanah Toraja (Tator), Enrekang, Mamuju Utara dan Luwu Timur.
Aksi demonstrasi dilakukan lantaran para anggota polisi itu marah dan menilai Kapolres Parepare, AKBP Suprayitno berlaku tidak adil. Mereka pun meminta kapolres dicopot dari jabatannya.
“Kami tidak terima dimutasi, kami tidak bersalah, copot kapolres Parepare, AKBP Suprayitno dan termasuk kabag ops Parepare, Kompol Gany Alamsyah, ” teriak salah seorang anggota polisi sambil marah-marah.
Para anggota Polres Parepare yang masuk dalam SK Mutasi menyayangkan karena mutasi tersebut juga dinilai tidak profesional.
Hingga saat ini, ratusan anggota Polres Parepare masih tetap menduduki Kantornya karena tidak menyetujui keputusan tersebut sambil menyatakan tidak akan pulang sebelum tidak adanya keputusan penarikan surat telegram Polda Sulselbar dengan nomor surat: STR/903/IX/2012 tertanggal, 17 september 2012.
Aiptu Mirwan yang saat ini masih dalam kondisi sakit akibat penyakit gulanya, saat mendengarkan dirinya akan dipindahkan ke Polres Enrekang, tidak menerimanya dan siap mengundurkan diri sebagai anggota Polres bilamana dipaksakan dimutasi. â€Saya memang dibenci atasan, padahal banyak yang bersalah justru tidak dimutasi, inikan tidak adil,â€katanya.
Ironisnya siang tadi, salah seorang anggota Polantas, Yusuf berusaha mengusir para warga yang menonton aksi unjuk rasa di luar halaman kantor Polres Parepare. Tiba-tiba anggota polres lainnya Parawansa yang juga masuk dalam daftar mutasi langsung menegur Yusuf sesamanya polisi, agar jangan mengusir warga. Bahkan membiarkan warga menonton kejadian tersebut agar mereka mengetahui kondisi Polres sekarang ini.
Kapolres AKBP Suprayitno yang masih berada di dalam ruangannya langsung keluar dan memerintahkan semua anggota yang dimutasi itu masuk ke ruang aula untuk menyuarakan aspirasnya. Namun mereka menolak dan tetap di luar melakukan aksi protes.
Suprayitno, saat didekati wartawan untuk dimintai keterangannya menolak berkomentar. Alasannya menunggu keterangan resmi. (muakbar)
Komentar