Logo Lintasterkini

Sabu Rp3,4 M Dimusnahkan, Dua Tersangkanya Masih Buron

Muh Syukri
Muh Syukri

Kamis, 20 Desember 2012 19:00

ilustrasi
ilustrasi

ilustrasi

MAKASSAR – Kepolsian Daerah Sulsel memusnahkan sabu-sabu seberat 1,736,307 atau senilai Rp 3,4 miliar hasil sitaannya di halaman markas Polda Sulsel, Kamis (20/12/2012) sekitar pukul 14.30 Wita. Namun, pemilik sabu tersebut masih buron setelah dilepas oleh Direktorat Narkoba.

Muhammad Arief dan Muhammad Suliadi alias Adi yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut dibawa ke halaman markas Polda Sulselbar untuk menyaksikan barang haramnya dimusnahkan dengan cara direbus. Sementara, dua tersangka lainnya yakni, Asri Suaeb alias Suaeb dan Muhammad Sudirman alias Olleng masih buron. Keduanya menjadi buron setelah dilepas oleh anggota Direktorat Narkoba Polda Sulsel.

Pemusnahan ini dihadiri, Wakil Kepala Polda Sulselbar, Brigadir Jenderal Polisi Syahrul Mamma, Direktur Narkoba Polda Sulsel, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Bambang Sukardi, Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yayat Satyanegara, dan sejumlah perwakilan instansi terkait.

Syahrul yang dikonfirmasi dilokasi pemusnahan mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap dua tersangka lainnya. Sementara dua anggota Direktorat Narkoba Polda Sulsel, AKBP Djamaluddin dan Aiptu Hasdin sudah dikenakan sanksi kurungan penjara 21 hari karena lalai dalam menjalankan tugas.

Sebelumnya telah diberitakan Kompas.com, tersangka Muhammad Arief pertama kali ditangkap oleh Polres Sidrap, 31 Oktober 2012 lalu. Dari penangkapan Arief, tiga bandar narkoba internasional jaringan Malaysia, Muhammad Asri Suaeb alias Suaeb, Muhammad Supriadi alias Adi dan Muhammad Sudirman alias Olleng pun ditangkap di rumah kontrakannya di Perumahan Makassar Upa, Jalan Daeng Tata 3, Makassar, 10 November 2012 lalu.

Dari penangkapan itu, polisi menyita narkoba jenis sabu 1,871 gram atau sebanyak 1,8 kilogram, uang tunai Rp 650 juta, uang ringgit Malaysia sebanyak 3.000 lembar, dan 5 lempengan emas seberat 100 gram. Berselang beberapa hari, penyidik Direktorat Narkoba Polda Sulsel melepas Asri dan Olleng dengan alasan tidak cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Keduanya hanya dijadikan saksi dalam kasus tersebut. Asri dan Olleng hanya dikenakan wajib lapor. Setelah dilepas, Asri dan Olleng diketahui sebagai otak dari jaringan narkoba internasional. (kpc)

 Komentar

 Terbaru

News27 Mei 2024 18:05
Gelar Hotman 911 di W Super Club Makassar, Hotman Paris Bantu Kasus Hukum di Makassar Secara Gratis
MAKASSAR – Pengacara ternama, Hotman Paris kembali mengadakan layanan bantuan hukum gratis di Makassar, Sulawesi Selatan, melalui program Hotman 911...
News27 Mei 2024 15:01
Ini 11 Jalanan di Enrekang  yang Rusak Parah, Satlantas Polres Enrekang Surati Balai Nasional
MAKASSAR – Pasca banjir dan longsor di Kabupaten Enrekang membuat sejumlah jalanan rusak parah. Tercatat ada 11 titik lokasi jalan yang rusak parah ...
Ekonomi & Bisnis27 Mei 2024 14:17
Segera Beli Tiket POV Festival Hanya di Kallafriends
MAKASSAR – Superapp Kallafriends menjalin kolaborasi sebagai official ticket partner dalam POV (Point of Views) Festival yang sudah membuka pembelia...
Hukum & Kriminal27 Mei 2024 13:37
Oknum Anggota Polda Sulsel Dilaporkan KDRT, Pelapor Terseret Hingga 10 Meter
MAKASSAR – Seorang oknum anggota Polri berinisial Bripda MA, yang bertugas di Satuan Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sulsel, dilaporkan oleh istrinya...