Logo Lintasterkini

Ada 54 Daerah Zona Oranye Bergeser ke Zona Merah, Ini Rinciannya !

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Kamis, 21 Januari 2021 02:56

ilustrasi.
ilustrasi.

JAKARTA — Perkembangan peta zonasi risiko pada minggu ini cukup mengkhawatirkan. Penyebabnya, umlah daerah yang masuk zona merah atau risiko tinggi mengalami penambahan cukup drastis sebanyak 108 kabupaten/kota, dibandingkan Minggu lalu sebanyak 70 kabupaten/kota.

Jumlah peningkatan zona merah pada minggu ini sama saat masa awal penanganan pandemi Covid-19, tepatnya 31 Mei 2020.

“Apabila kita lihat peta (zonasi), hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki risiko penularan Covid-19 yang sangat tinggi,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito di Gedung BNPB, Selasa (19/1/2021).

Hal yang sangat Disayangkan, ada 15 kabupaten yang sebelumnya tidak pernah masuk zona merah, kini berada di zona merah. Daerah yang masuk zona merah ini sebanyak 15 kabupaten/kota diantaranya, Madiun, Magetan, Ponorogo, Lampung Barat, Lampung Utara, Pringsewu, Bima, Dompu, Manggarai Barat, Morowali Utara, Poso, Sigi, Tojou Una-Una dan Tolitoli.

“Jangan sampai di minggu selanjutnya, angka zona merah terus bertambah. Kita tidak mau zona merah mendominasi warna di peta zonasi risiko. Ingatlah, jangan salah fokus, upaya yang harus kita lakukan bersama, adalah menurunkan angka di zona oranye untuk pindah ke zona kuning atau hijau, bukan untuk pindah ke zona merah,” kata Prof. Wiku Adisasmito.

Melihat zona oranye atau risiko sedang, jumlahnya menurun dari 374 menjadi 347 kabupaten/kota. Lalu, pada zona kuning atau risiko rendah jumlahnya pun turun dari 56 menjadi 45 kabupaten/kota.

Sementara pada zona hijau tidak ada kasus baru jumlahnya tetap yakni 10 kabupaten/kota. Zona hijau ini tidak terdampak jumlahnya, tetap pada 4 kabupaten/kota.

Jika melihat pergeseran peta zonasi, pada minggu ini ternyata ada 52 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona merah. Untuk itu, kepala daerah pada 52 kabupaten/kota ini diminta berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di pusat dan Kementerian Kesehatan.

Untuk rincian 52 kabupaten/kota yang bergeser dari zona oranye ke zona merah tersebut, provinsi Jawa Tengah memiliki terbanyak perpindahan zonasi pada kabupaten/kotanya. Daerah di Jawa tengah ini yakni di Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Pati, Jepara, Semarang, Batang, Pemalang, Kota Magelang, dan Kora Semarang.

Selain itu, provinsi lain yang menyumbang perpindahan ke zona merah ada di Sumatera Utara di Kota Medan. Sumatera Barat di Tanah Datar. Sumatera Selatan di Kota Prabumulih. Lampung di Lampung Utara, Lampung Barat dan Pringsewu.

Di Jawa Barat ada di Bandung dan Bandung Barat, di Jawa Timur diantaranya di Ponorogo, Trenggalek, Madiun, Magetan dan Ngawi. Provinsi Nusa Tenggara Barat terdapat di Dompu, Bima dan Kota Bima.

Kemudian di Nusa Tenggara Timur berada di Manggarai Barat. Untuk Kalimantan Tengah di Sukamara, Gunung Mas, Katingan dan Pulang Pisau.

Lalu, di Kalimantan Selatan di Tanah Bumbu dan Tanah Laut. Di Kalimantan Timur berada di Berau, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan dan Kota Bontang.

Lalu, Sulawesi Tengah ada di Poso, Tolitoli, Tojo Una-Una, Sigi dan Morowali Utara. Sementara di Sulawesi Utara terdapat di Minahasa, Minahasa Utara, Kota Tomohon dan Kota Kotamobagu. Serta di Maluku terdapat di Kepulauan Aru.

“Mohon keadaan ini dijadikan refleksi penanganan Covid-19. Jika perkembangan menunjukkan kearah yang tidak diharapkan, itu artinya kita perlu memperbaiki strategi, cara dan upaya penanganan kita supaya bisa berhasil. Jangan berpuas diri pada upaya penanganan yang belum maksimal,” pesan Wiku.

Wiku menambahkan, pada masyarakat dapat membantu menekan penularan dengan cara tetap di rumah saja, tidak bepergian jika tidak mendesak. Masyarakat diingatkan pula dapat mematuhi kebijakan pemerintaj menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

“Meski masyarakat mungkin jenuh, namun disiplin protokol kesehatan satu-satunya cara efektif mencegah penularan,” Wiku mengingatkan. (*)

 Komentar

 Terbaru

Danny Pomanto Rapat Perdana dengan Pimpinan DPRD Makassar
News03 Maret 2021 02:28
Danny Pomanto Rapat Perdana dengan Pimpinan DPRD Makassar
"Kami berdiskusi tentang beragam hal, seperti program kerja, kebijakan dan visi-misi Pemerintah Kota Makassar. Kami juga menerima banyak masukan, krit...
Refleksi Setahun COVID-19, Perkuat Sinergi Masyarakat dan Pemerintah
Bersama Melawan Covid-1903 Maret 2021 02:19
Refleksi Setahun COVID-19, Perkuat Sinergi Masyarakat dan Pemerintah
"Ini kejadian yang tidak bisa dielakkan, saya paham masyarakat sudah mulai jenuh, tapi harus tetap ada kebersamaan untuk menghadapi ini bersama-sama a...
Update 2 Maret, Kesembuhan COVID-19 Terus Meningkat Menjadi 1.160.863 Orang
Bersama Melawan Covid-1903 Maret 2021 02:07
Update 2 Maret, Kesembuhan COVID-19 Terus Meningkat Menjadi 1.160.863 Orang
JAKARTA – Perkembangan pasien sembuh per 2 Maret 2021, jumlahnya sudah melebihi angka 1,1 juta orang atau angka tepatnya bertambah menjadi 1.160...
Wamenkes: Melawan Pandemi COVID-19 Dibutuhkan Kegotong-royongan
Bersama Melawan Covid-1903 Maret 2021 02:03
Wamenkes: Melawan Pandemi COVID-19 Dibutuhkan Kegotong-royongan
"Stigma masyarakat juga penting karena masih ada rasa takut atau merasa dikucilkan ketika pasien didiagnosis positif COVID-19, ini kendala kita bersam...