Logo Lintasterkini

Berkumpul dan Tak Pakai Masker, Belasan Muda-mudi di Makassar Kena Hukuman Push-up

Maulana Karim
Maulana Karim

Rabu, 21 Juli 2021 15:28

Berkumpul dan Tak Pakai Masker, Belasan Muda-mudi di Makassar Kena Hukuman Push-up

MAKASSAR– Aparat gabungan yang sedang patroli mendapati belasan pemuda dan pemudi yang sedang berkerumun di Jalan Tarakan, Kota Makassar.

Pada momen hari raya Iduladha ini, ditemukan mereka sedang berkumpul dengan temannya. Parahnya lagi, tidak satu pun dari mereka yang menaati protokol kesehatan atau memakai masker dan menjaga jarak.

Petugas yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP yang berpatroli cegah kerumunan itu pun langsung menginterogasi dan menggeledah barang bawaan para pemuda tersebut.

Hasilnya, ditemukan satu unit sepeda motor yang dalam keadaan knalpot tidak lagi sesuai pabrikan.

Usai diperiksa, mereka pun diperintahkan untuk push up, sebagai sanksi karena mereka melanggar prokes, dan mengendarai motor yang tidak lagi standar.

Master of Makassar Recovery, Aulia Arsyad, mengatakan, muda-mudi itu memang ditemukan berkumpul pada malam takbiran, dan di tempat yang ramai.

“Memang itu tadi para pemuda ditemukan bergerombolan tanpa Prokes. Makanya kami juga interogasi domisili mereka dan kami suruh mereka push up,” kata Aulia, Selasa malam (20/7/2021).

Aulia menjelaskan, hukuman push up dinilai adalah hukuman yang tepat bagi para remaja ini. Sementara mereka yang memiliki motor dengan knalpot tidak standar itu, diperingati agar mengganti suku cadang motornya itu yang sesuai pabrik.

Usai dihukum, lanjut Aulia, belasan muda mudi ini pun diperintahkan pulang dan fokus beribadah pada malam ini. Selesai dari situ, petugas kembali patroli dan menemukan sebuah kios warga, yang tetap melayani pembeli makan dan minum di tempat.

Pemilik kios itu pun ditegur untuk yang pertama kalinya. Sementara para pembeli itu pun dibubarkan.

“Kami juga bubarkan toko atau kios mana saja yang tetap melayani makan dan minum di tempat. Kami pun peringati pemilik kios itu. Jika nanti tetap dapati lagi, kami berikan sanksi tegas,” jelas Aulia.

Sekedar diketahui, operasi pengurai kerumunan ini dilakukan dari tanggal 6 hingga 20 Juli 2021. Hal itu berdasarkan edaran pemerintah soal PPKM Miko untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tengah kerumunan di Makassar.

Penulis : Mul

 Komentar

 Terbaru

Nasional29 Juli 2021 17:47
Kopel Minta Setop Fasilitas Isoman bagi Anggota DPR
MAKASSAR — Fasilitas Isolasi Mandiri (Isoman) untuk anggota DPR yang terpapar Covid-19 disorot Komite Pemantau Legislatif (Kopel). Terlalu diistimew...
Hukum & Kriminal29 Juli 2021 17:33
Diduga Gegara Dendam, Seorang Warga Maroneng Pinrang Tewas Ditebas Parang
PINRANG –La Saleng, warga Desa Marineng Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang tewas mengenaskan setelah ditebas senjata tajam jenis Parang oleh ...
Hukum & Kriminal29 Juli 2021 16:01
Saksi Sebut NA Tak Terlibat di Bantuan Dana CSR Masjid
"Selesai peletakan batu pertama, Saya makan siang bersama. Pak Petrus sampaikan bahwa dia sumbangkan Rp100 juta untuk masjid, Saya spontan bilang saya...
News29 Juli 2021 13:54
Gerakan Peduli PKL, Ditlantas Polda Sulsel Borong Dagangan dengan Harga 10 Kali Lipat
Aksi kepedulian ini di motori Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel AKBP M Yusuf Usman setelah mendapat instruksi langsung dari Dirlantas Polda Sul...