Logo Lintasterkini

Hanya Seminggu 3 Teroris MIT Poso Tewas, Polisi Minta Sisa 6 Orang Menyerahkan Diri

Maulana Karim
Maulana Karim

Rabu, 21 Juli 2021 22:28

Densus 88 saat akan Sergap Teroris. (Foto Tempo.co).
Densus 88 saat akan Sergap Teroris. (Foto Tempo.co).

POSO– Anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kini terus dikejar oleh tim satuan tugas TNI dan Polri.

Dalam sepekan ini TNI dan Polri menembak mati tiga DPO teroris MIT Poso di daerah pegunungan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kendati begitu, Satgas Madago Raya meminta agar para buron teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso menyerahkan diri untuk menjalani proses hukum.

Saat ini, tersisa enam orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sulawesi Tengah. Dalam beberapa hari terakhir Satgas telah menembak mati tiga orang DPO.

“Kami menghimbau agar sisa DPO yang ada di pegunungan biru baik di wilayah Poso, Sigi dan Parimono untuk segera menyerahkan diri baik-baik supaya tidak ada jatuh korban lagi,” kata Wakasatgas Humas Madago Raya, AKBP Bronto Budiyono kepada wartawan, Minggu (18/7).

Bronto, menyebut, bahwa Tim gabungan TNI-Polri juga sudah memetakan daerah persembunyian kelompok teroris tersebut di wilayah pegunungan Kabupaten Poso, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

“Para teroris ini harus menjalani proses hukum dan ikrar setiap kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya.

Dalam serangkaian kegiatan operasi yang dilakukan, lanjut Bronto, TNI-Polri kembali menembak mati seorang teroris MIT di wilayah Torue, Pagiti Moutong pada Sabtu (17/7) kemarin.

Hasil identifikasi awal, pihak yang tertembak merupakan anggota MIT bernama Budirman alias Abu Alim alias Hanif alias Ambo dia masuk DPO sejak 2015.

Diketahui, pria yang diperkirakan berusia 27 tahun ini bergabung dengan Jamaah Ansharut Tauhid sejak 2012 kemudian beranjak ke Poso untuk bergabung dengan asykari yang dipimpin oleh Santoso alias Abu Wardah.

Jenazah Abu Alim telah dibawa ke RS Bhayangkara Palu untuk dilakukan autopsi dan identifikasi lebih lanjut melalui pengambilan sampel DNA.

“Untuk memastikan kebenaran bahwa DPO teroris yang meninggal tersebut dibutuhkan tes DNA dari keluarganya,” ucap Bronto.

Setelah dilakukan autopsi dan pengambilan sampel DNA, jenazah Abu Alin langsung dimakamkan di TPU Poboya, Palu.

Sebelumnya, Satgas Madago Raya juga menembak mati dua anggota MIT Poso pada Minggu (11/7) lalu. Kala itu, evakuasi jenazah sulit dilakukan karena jenazah berada jauh di dalam jurang. Proses evakuasi baru rampung setelah empat hari.

Pasukan TNI di lapangan mengubah rencana evakuasi yang semula melalui udara kini menggunakan rakit untuk menyusuri sungai.(*)

Penulis : Mul

 Komentar

 Terbaru

News28 September 2021 21:11
Kebakaran di Galesong Selatan Kabupaten Takalar, Delapan Rumah Warga Ludes
Sebanyak delapan rumah warga yang berada di Galesong Selatan Kabupaten Takalar ludes dilalap api, Selasa (28/9/2021) sekira pukul 19.30 Wita. Tidak ad...
News28 September 2021 19:48
Warga Makassar Beli Mobil Cash Seharga Rp 271 Juta Pakai Uang Koin
Uang koin itu dibawa Asriadin ke dealer dengan cara dimasukkan dalam sembilan galon. Asriadin sendiri merupakan penjual barang campuran dan ia membeli...
News28 September 2021 14:02
Gojek dan AMSI Gelar Penghargaan Karya Jurnalistik Kreasi Pewarta Anak Bangsa
ojek bekerjasama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar Kreasi Pewarta Anak Bangsa (KPAB). Suatu ajang penghargaan bagi jurnalis yang ...
Bersama Melawan Covid-1928 September 2021 13:42
Polres Pelabuhan Makassar Laksanakan Vaksin Door to Door Untuk Pelajar
Jelang pemberlakuan pembelajaran tatap muka, tim vaksinasi door to door Polres Pelabuhan Makassar kembali melaksanakan vaksin Covid-19 bagi pelajar se...