Logo Lintasterkini

Waspada, Wanita yang Tidak Menikah Berisiko Lebih Rentan Terkena Kanker Payudara

Supriadi Lintas Terkini
Supriadi Lintas Terkini

Kamis, 21 November 2019 09:02

Ilustrasi kanker payudara. (IST).
Ilustrasi kanker payudara. (IST).

World Health Organization (WHO) yang merupakan salah satu badan PBB yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional memberikan data badan kesehatan dunia bahwa jumlah penderita kanker terus meningkat dengan persentase peningkatan sekitar 20 persen setiap tahunnya.

Di Indonesia, penderita kanker terbanyak di kalangan wanita dan kanker payudara di peringkat teratas. Pakar kesehatan menyebutkan jika di Indonesia, jumlah wanita yang terkena kanker masih lebih banyak daripada kaum pria. Kanker yang paling banyak menyerang wanita di tanah air adalah kanker payudara yang sayangnya cukup banyak memakan korban.

Menurut pakar kesehatan, banyak wanita yang kurang bisa mendeteksi kanker payudara ini lebih dini sehingga pada akhirnya baru bisa memeriksakan kondisi kesehatannya saat kondisinya sudah dalam stadium parah. Karena keterlambatan inilah, banyak wanita yang akhirnya tidak bisa diobati dan harus meregang nyawa.

Menurut pakar dokter spesialis radiologi dari SHKJ Jakarta, dr. Vera Nevyta Tarigan SpRad, mengatakan walaupun belum diketahui penyebab pasti munculnya kanker payudara, namun ada beberapa faktor risiko dari kanker payudara yaitu riwayat keluarga dengan kanker payudara dan tumor jinak, haid di usia yang terlalu muda.

“Tidak menikah hingga usia lanjut, tidak menyusui, melahirkan anak pertama di atas usia 35 tahun, pola makan yang tidak sehat, konsumsi alkohol, merokok dan stres juga merupakan faktor risiko lainnya,” katanya dikutip dari doktersehat.com, Kamis (21/11/2019).

Selain itu, ada juga faktor lagi penyebab dari penyakit mematikan ini adalah faktor keturunan dimana mereka yang memiliki riwayat keluarga pernah terkena penyakit ini, cukup beresiko tinggi terkena kanker payudara.

Umumnya penderita kanker payudara memiliki keluhan mulai dari benjolan yang teraba di payudara, perubahan ukuran dan bentuk, kerutan pada kulit, puting yang tertarik, keluarnya cairan merah dari puting, dan teraba benjolan di ketiak, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan mendetail layaknya dengan mammography, USG, hingga MRI pada payudara untuk mengetahui apakah ada penyakit ini atau tidak.

Untuk menghindari penyakit ini, ada baiknya wanita mulai menerapkan gaya hidup sehat, khususnya dalam hal pola makan dengan gizi seimbang sehingga resiko terkena penyakit mematikan ini pun menurun.

 

 Komentar

 Terbaru

News30 Juli 2021 22:12
Mobil Kemensos RI Tabrak Pesepeda di Makassar, Bupati Takalar yang Minta Maaf
MAKASSAR– Insiden tabrak lari yang dilakukan pengendara mobil Rescue Kemensos RI terhadap pesepeda di Jalan Nusantara Kota Makassar membuat Bupa...
News30 Juli 2021 21:55
Pengabdian 30 Tahun, Irjen Pol Merdisyam Berbagi 1000 Paket Bansos
MAKASSAR– Genap sudah 30 Tahun mengabdi, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol Merdisyam merayakan dengan menyerahkan bantuan s...
News30 Juli 2021 21:51
Tanggapi Kehadiran Kedai Studio Teh, Danny: Sangat Bagus, Lanjutkan!
MAKASSAR — Kehadiran Kedai Studio Teh mendapat dukungan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Diharapkan bisa menghidupkan ekonomi masyarakat di t...
News30 Juli 2021 21:23
Polisi Kejar Pengemudi Randis yang Tabrak Pesepeda di Jalan Nusantara
AKBP Muhammad Kadarislam Kasim juga menjelaskan, hingga saat ini pelaku belum melaporkan diri sejak terjadinya insiden kecelakaan tersebut. "Sampai sa...