Logo Lintasterkini

Indonesia Beli 6 Jet Tempur Korea Selatan Seharga Rp 3,4 T

Maulana Karim
Maulana Karim

Kamis, 22 Juli 2021 21:52

Jet Tempur.. (Istimewa).
Jet Tempur.. (Istimewa).

JAKARTA– Sebanyak 6 jet tempur asal Korea Selatan resmi dibeli Pemeritah Republik Indonesia (RI). Hal ini sebagai tindak lanjut kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada 9 April 2021 lalu.

Enam unit jet tempur latih (trainer) ini dibeli langsung dari perusahaan dirgantara Korea Selatan (Korsel), Korea Aerospace Industries (KAI). Mengutip media setempat Yonhap, kesepakatan itu sendiri bernilai US$ 240 juta atau setara Rp 3,4 triliun.

Menurut Biro Humas Kemenhan, sesuai yang diberitakan mk.co.kr, pada 20 Juli 2021, Korea Aerospace Industries (KAI) mengumumkan telah menandatangani kontrak pengadaan dengan Kemenhan RI terkait tambahan pesawat jet tempur taktis/latih tempur Lead-In Fighter Training (LIFT) jenis T-50i Golden Eagle dari Korea Selatan.

“Berdasarkan kontrak tersebut, KAI akan mengekspor enam unit T-50i dan paket dukungan lanjutan untuk pengoperasian pesawat ke Indonesia. (Namun) Perlu disampaikan bahwa Kementerian Pertahanan RI telah melakukan kerjasama dengan KAI sudah cukup lama yaitu sejak 2014,” tulis keterangan pers resmi Kementerian Pertahanan, seperti dikutip, Kamis (22/7/2021).

Kementerian Pertahanan juga menjelaskan, pada 2014 adalah kali pertama kali pihaknya menerima 16 Unit Pesawat T-150i dari KAI Korea Selatan selaku produsen pesawat tersebut. Hal itu dilakukan Kementerian Pertahanan sebagai pemenuhi permintaan dan kebutuhan TNI AU, pada tahun 2021.

“Kementerian Pertahanan melanjutkan kerjasama tersebut dengan rencana penambahan 6 unit Pesawat Tempur T-50i dengan KAI,” jelas keterangan pers ini.

Dengan demikian, pada 2021 ini, merupakan kontrak pengadaan yang kedua dan kelanjutan kerjasama dengan perusahaan Korea Selatan tersebut dengan proses pengadaan enam unit T-50i yang telah melalui prosedur dan aturan yang berlaku dengan melibatkan kementerian/lembaga.

“Kementerian Pertahanan telah melewati prosedur dengan mengedepankan aspek efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas sehingga obyektivitas dalam setiap tahapan proses kontrak dapat dipertanggungjawabkan,” tulis dalam keterangan itu.(*)

Penulis : Mul

 Komentar

 Terbaru

Bersama Melawan Covid-1927 Juli 2021 12:03
Vaksinasi Lintas Agama Digelar Muhammadiyah dan Polda Sulsel
Vaksinasi ini menargetkan sebanyak 2.500 warga disuntik dan berdasarkan data dari pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, vaksinasi di Sulsel baru menca...
Hukum & Kriminal27 Juli 2021 11:26
Mengaku Digilir di Hotel, Wanita di Makassar Polisikan 2 Oknum Pegawai Bank BUMN
MAKASSAR– Sungguh malang nasib yang dialami seorang wanita berinisial N di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Wanita 22 tahun itu diduga ...
Hukum & Kriminal26 Juli 2021 23:52
Dalam Sepekan, Satuan ResNarkoba Polres Pinrang Ungkap Empat Kasus
PINRANG – Dalam sepekan, Satuan ResNarkoba Polres Pinrang berhasil mengungkap 4 kasus penyalahgunaan narkoba di wilayahnya. Dari pengungkapan te...
News26 Juli 2021 23:36
Gempa Bumi Susulan Kembali Guncang Sulteng, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
TOJO UNA-UNA– Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan berkekuatan magnitudo 6,5 pada h...