Logo Lintasterkini

Polres Pinrang Janji Segera Tuntaskan Kasus Pengrusakan Dan Penutupan Jalan

Aroelk Lintas Terkini
Aroelk Lintas Terkini

Kamis, 22 Oktober 2020 00:20

Polres Pinrang Janji Segera Tuntaskan Kasus Pengrusakan Dan Penutupan Jalan

PINRANG — Terkait aksi protes puluhan sopir truk pengangkut bahan material tambang akibat akses jalan mereka yang dirusak dan ditutup oleh segelintir warga di Kelurahan Temmasarangnge Kecamatan Paleteang Kabupaten Pinrang, Rabu (21/10/2020), hal itu disikapi dengan cepat jajaran Polres Pinrang.

 

Kapolres Pinrang AKBP Dwi Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Dharma Praditya Negara yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya segera terjun ke lokasi guna menenangkan para sopir truk dan menghindari adanya kemungkinan gesekan antar kedua kubu.

 

“Kita tenangkan agar meraka tidak mengambil langkah memaksa guna menghindari terjadinya bentrok dengan kelompok warga yang melakukan pengurusan dan penutupan jalan,” kata AKP Dharma Praditya Negara kepada lintasterkini.com, Rabu (21/10/2020) siang di ruang kerjanya.

 

Dharma menyebutkan, pihaknya sangat memahami kondisi para sopir truk yang harus kehilangan pekerjaan dan pemasukan akibat akses jalan operasional mereka dirusak dan ditutup.

 

“Kasus ini sudah kita tangani. Ini sudah ketiga kalinya kelompok warga tersebut melakukan aksi seperti itu. Insya Allah Minggu ini kita rampungkan berkasnya dan kita tingkatkan tahap penyidikan dan penetapan tersangka,” sebutnya.

 

Terpisah, Andi salah satu sopir truk yang dikonfirmasi di lokasi aksi
mengaku, ia bersama puluhan rekannya terpaksa mengambil langkah perlawanan dengan menggelar aksi.

 

“Kami berhenti bekerja akibat ulah sekelompok warga ini, dimana anak isteri kami di rumah juga butuh makan. Mereka harusnya memahami itu. Akses jalan ini sudah kita gunakan belasan tahun guna mengangkut material tambang seperti timbunan dan lainnya, kenapa baru sekarang baru ada yang komplain,” aku Andi.

 

Olehnya itu Andi berharap, aparat penegak hukum bisa segera menyelesaikan kasus ini agar mereka bisa kembali bekerja dan beroperasi seperti biasa.

 

Data yang dihimpun lintasterkini com, pengrusakan dan penutupan jalan ini dilakukan beberapa warga dari luar lokasi dengan mengatasnamakan warga setempat. Parahnya, jalan yang sudah belasan tahun digunakan sebagai fasilitas umum dan dilalui kendaraan truk pengangkut material, tiba-tiba diklaim sebagai jalan tani. Kelompok ini malah menuntut gani rugi sebesar Rp1,5 Miliar jika jalan ini ingin kembali dilalui oleh truk pengangkut material. (*)

 Komentar

 Terbaru

News13 Juni 2021 16:27
Jelang Hari Bhayangkara ke-75, Laga Uji Coba LND FC Tumbangkan DERMAGA FC
MAKASSAR– Tim Sepakbola LND FC Angkatan bintara 2008 menang telak dari Tim Sepakbola DERMAGA FC anggota Polres Pelabuhan pada partai uji coba di...
News13 Juni 2021 12:01
7 Pasangan Remaja Digerebek Polisi Saat Mesum di Kamar Wisma
MAKASSAR– Tujuh pasangan muda mudi diciduk personel Kepolisian Sektor Manggala saat sedang asyik mesum di sebuah wisma di Kota Makassar, pada Sa...
Hukum & Kriminal13 Juni 2021 11:17
Operasi Premanisme, Polisi Tangkap 2 Dua Pemalak Parkir Liar di Sinjai
SINJAI– Operasi Premanisme dan pungli kini gencar dilakukan Kepolisian Resor (Polres) Sinjai di wilayah hukumnya. Giat Operasi Premanisme dan Pu...
Hukum & Kriminal12 Juni 2021 22:16
Polrestabes Makassar Jaring Ratusan Preman yang Kerap Palak Kendaraan
MAKASSAR– Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menjaring seratus orang preman. Para preman tersebut berkedok sebagai juru parkir l...