Logo Lintasterkini

Pantau Perusahaan Smelter Miliknya, JK Pastikan Sudah Bisa Berproduksi

Muh Syukri
Muh Syukri

Selasa, 23 April 2024 09:40

proses peleburan nikelore menjadi ferronikel yang dikelola milik PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
proses peleburan nikelore menjadi ferronikel yang dikelola milik PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

LUWU– Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) memantau proses peleburan nikelore menjadi ferronikel yang dikelola milik PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Senin (22/4/2024).

Dalam pantauan tersebut, JK cukup bangga karena Smelter milik perusahaan Kalla Group sudah mulai berproduksi setelah menjalani proses pembangunan dalam lima tahun terakhir. “Ini dibangun lima tahun terakhir dan hasilnya kita lihat sudah mulai berproduksi,” kata JK kepada wartawan usai memantau langsung proses produksi PT BMS.

Selain itu, JK tak bisa menyembunyikan rasa bangganya lantaran PT. BMS berhasil membuktikan kemampuan SDM dari pekerja dalam negeri. “Ini membanggakan karena perusahaan ini menggunakan tenaga kerja dalam negeri. Bahkan 80 persen itu berasal dari putra daerah Luwu dan sekitarnya. Sedangkan 20 persen berasal dari beberapa daerah termasuk Jawa,” kata JK lagi.

hasil produksi dari PT. BMS cukup baik dan bersih. Pasalnya, Smelter tersebut menggunakan energy hydro power. Smelter yang terletak di Kecamatan Bua tersebut satu dari dua Smelter di Sulawesi Selatan yang menggunakan hydro power.

“Dengan sumber energi dari air tersebut membuat hasil produksinya itu bisa diterima di negara Eropa dan Amerika,” tegasnya

Rencananya, lanjut JK, PT BMS akan menggelar soft lounching pada Agustus 2024 mendatang. Saat ini, PT BMS telah mempekerjakan 1500 orang tenaga kerja.

Lebih jauh, JK juga mengungkapkan, jika PT. BMS saat ini telah membangun Smleter ke dua. Nantinya, JK juga memastikan jika PT. BMS akan kembali membangun smelter ketiga dan keempat dalam dua tahun ke depan. Dengan pengembangan tersebut akan membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat Sulawesi Selatan dan Indonesia.

JK menyebutkan target produksi pabrik 1 sebesar 33 ribu hingga 36 ribu ton per tahun. Dan saat ini, pembangunan pabrik 2 untuk nikel sulfat bahan baku pembuatan baterai mobil listrik progresnya sudah 40 persen, diperkirakan mulai operasi secara normal pada akhir tahun 2024.

Sementara itu, setiap Smelter yang dibangun membutuhkan paling tidak 1000 tenaga kerja. JK memastikan bahwa seluruh Smelter miliknya lebih mengutamakan pekerja dalam negeri. Ia kemungkinan hanya akan menggunakan tenaga kerja dari China di bagian konsultan. (*)

 Komentar

 Terbaru

Pemerintahan19 Mei 2024 18:59
Presiden Jokowi Undang Khusus Danny Pomanto Jamu Makan Malam Peserta World Water Forum 2024 di Bali
DENPASAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendapatkan kesempatan menghadiri World Water Forum (WWF) ke-10 yang diadakan di Denpasar Bali...
News19 Mei 2024 15:23
Perumda Parkir Makassar Razia Jukir Liar, Empat Orang Diamankan Polrestabes
MAKASSAR – Tim Reaksi Cepat (TRC) Perumda Parkir Makassar melakukan razia jukir liar dengan bekerjasama dengan Polrestabes Makassar di wilayah K...
Olahraga19 Mei 2024 13:06
Danny Pomanto Lepas Ribuan Peserta Monas Half Marathon 2024
MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto melepas ribuan Peserta Run The City Makassar LPS Monas Half Marathon 2024, di Tugu MNEK CPI, M...
News19 Mei 2024 11:18
Sulsel Siap Laksanakan Pilkada Serentak 27 November
MAKASSAR – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sulsel, Muhammad Rasyid, mewakil Pj Gubernur Sulsel menghadiri sosialisasi penyel...