Logo Lintasterkini

Yosep Parera Ditangkap KPK Kasus Dugaan Suap Mahkamah Agung

Muh Syukri
Muh Syukri

Jumat, 23 September 2022 14:58

Yosep parera
Yosep parera

JAKARTA – Yosep Parera yang merupakan pengacara asal Semarang ditetapkan tersangka atas suap perkara di Mahkamah Agung (MA). Yosep tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di kantornya.

Hal itu M Amal Lutfiansyah, yang merupakan salah satu pengacara di kantor firma hukum Yosep Parera. Disebutkan Lutfi menyebut petugas KPK datang sekitar pukul 14.00 WIB.

“Memang benar dan sudah ada statemen juga dari pihak-pihak yang melakukan giat (OTT KPK) kemarin, giat kemarin memang benar,” kata Lutfi dikutip dari detikcom, Jumat (23/9/2022).

“Lalu untuk selanjutnya saya sendiri belum bisa berkomentar apapun, jadi biarkan ini proses mengalir, biarkan proses ini berjalan, kita hargai juga segala macam yang sudah dilakukan untuk ke depannya nanti akan berproses,” imbuhnya lagi.

Lutfi menyebut bila saat ini Yosep Parera sudah kooperatif. Harapannya, kasus ini bisa terungkap dengan terang.

“Ini terbuka seterang-terangnya, ini berjalan sesuai prosedur siapa-siapa yang nanti berkaitan juga dapat segera terungkap,” harapnya.

Yosep Parera Siap Buka-bukaan

Sebelumnya, Yosep mengaku siap memberikan keterangan sejelas-jelasnya terkait kasus suap yang juga menyeret Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati ini. Yosep memastikan dia bakal menyampaikan semua keterangan yang diketahuinya. Serta, dia mengaku siap menghadapi hukuman yang seberatnya.

“Intinya kami akan buka semua, kami siap menerima hukumannya karena itu ketaatan kami. Kami merasa moralitas kami sangat rendah, kami bersedia dihukum yang seberat-beratnya,” kata Yosep Parera di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022).

Dia bersama rekan pengacaranya Eko Suparno mengaku memberikan suap. Uang itu diberikan agar Koperasi Simpan Pinjam Intidana dinyatakan pailit.

“Saya dan Mas Eko sebagai lawyer mengakui secara jujur menyerahkan uang di Mahkamah Agung, tapi kami tidak tahu dia panitera atau bukan,” ungkapnya.

Yosep mengklaim jadi korban sistem. Dia menyebut setiap aspek di Indonesia memerlukan uang.

“Inilah sistem yang buruk di negara kita, di mana setiap aspek sampai tingkat atas harus mengeluarkan uang. Salah satu korbannya adalah kita,” imbuh Yosep. (*)

 Komentar

 Terbaru

News29 September 2022 20:15
Penerimaan Pajak Sulselbartra 2022 Capai 11,23 T
MAKASSAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselbarta) mencatat realisasi penerimaan pajak...
News29 September 2022 16:13
Fatma Wahyudin Minta Ojol Day Setiap Selasa Ditinjau Ulang
MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyudin meminta penerapan Ojol Day setiap Selasa untuk ditinjau ulang. Khususnya pemberlakuannya u...
News29 September 2022 15:21
Operasi Zebra 2022, Ini Tujuh Prioritas Pelanggaran
MAKASSAR – Polri kembali melaksanakan operasi Zebra 2022. Pelaksanaannya mulai pada 3 Oktober hingga 16 Oktober 2022, serentak di seluruh Indone...
Hukum & Kriminal29 September 2022 14:04
Dikejar OTK Pakai Busur, Dua Remaja di Makassar Luka Serius
MAKASSAR – Nasib nahas menimpa dua remaja yakni RR (18) dan W (18). Keduanya mengalami luka akibat terjatuh dari motor setelah dikejar OTK (oran...