Logo Lintasterkini

Kemenkes-Kemenag Gelar Kampanye 3M

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Jumat, 23 Oktober 2020 23:58

ilustrasi.
ilustrasi.

DEPOK — Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Agama menggelar kampanye 3M bertajuk “Santri Sehat, Indonesia Kuat” via online (virtual) di Pondok Pesantren Al Hamidiyah, Depok, Kamis (22/10/2020). Kampanye 3 M ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Kirana Pritasari, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdani, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI Waryono, Direktur Promosi Kesehatan Rizkiyana Sukandhi Putra, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Hamidiyah Imam Susanto Sjaichu serta jajaran pengurus Pondok Pesantren Al Hamidiyah.

Dalam sambutannya, Kirana Pritasari, dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id mengucapkan terima kasih atas dukungan serta komitmen dari Kemenag serta para pengelola pondok pesantren di Indonesia dalam upaya memutus mata rantai penularan COVID-19. Pasalnya, dengan jumlah orang yang banyak dan terkonsentrasi dalam satu tempat yang sama untuk jangka waktu yang panjang, ponpes berpotensi tinggi sebagai klaster penularan COVID-19.

“Kemenkes menghargai dukungan Kemenag beserta jajarannya mulai dari tingkat provinsi hingga Kabupaten/Kota serta para pengelola pondok pesantren dalam mendukung kampanye 3M untuk menjaga pesantren kita agar tetap sehat dan aman dari dari penularan COVID-19,” kata Kirana.

Dukungan tersebut kemudian diperkuat dengan, disusunnya regulasi untuk mendorong penegakan protokol kesehatan khususnya bagi pondok pesantren dan tempat pendidikan. Regulasi tersebut tertuang dalam SKB 4 Menteri antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021.

[NEXT]

Tak hanya itu, Kemenkes juga mendorong agar seluruh warga pondok pesantren untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan penanganan COVID-19 melalui perubahan perilaku serta menyusun kebijakan-kebijakan yang disesuaikan dengan kearifan lokal dari masing-masing pondok pesantren. Harapannya, melalui pendekatan kultural yang ada di pesantren, akan semakin mudah dipahami untuk kemudian bisa diterapkan secara simultan.

“Dengan jumlah santri mungkin sekitar 4,5 juta, ini merupakan potensi yang sangat besar. Apabila mereka diberdayakan sebagai agen perubahan, maka mereka bisa membantu memperbaiki perilaku masyarakat Indonesia yang lebih sehat,” tutur Kirana.

Dia menyontohkan perubahan perilaku dimulai dengan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar ponpes, terutama ruangan maupun alat-alat yang sering digunakan bersama seperti tempat ibadah, ruang kelas, tempat belajar maupun tempat tidur. Secara berkala dibersihkan agar tidak menjadi tempat penularan COVID-19.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono mengungkapkan di masa pandemi ini Kemenang turut mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat di pesantren dengan memberikan bantuan berupa Biaya Operasional Pesantren (BOP).

Ia merinci besaran bantuan disesuaikan dengan jumlah santri yang ada di pesantren. Untuk pesantren dengan kategori kecil dibawah 500 santri diberi bantuan 25 juta, pesantren dengan kategori sedang 1.000 sampai 1.500 santri mendapat bantuan 40 juta dan pesantren kategori besar atau berkapasitas lebih dari 1.500 santri mendapatkan bantuan 50 juta.

“Kami berharap kepada pengelola bagaimana bantuan tersebut bisa menjadikan para santri tetap aman dan sehat,” kata Waryono.

Menutup sambutannya, Waryono berharap kegiatan kampanye 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun yang digelar di Pondok Pesantren Al Hamidiyah, bisa menjadi contoh sekaligus pemicu yang baik bagi upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 di lingkungan pesantren. Pihaknya menekankan bahwa masalah COVID-19 adalah masalah bersama, oleh karenanya sudah seharusnya untuk saling membantu dan mengingatkan dalam menjaga kesehatan agar pandemi bisa segera berakhir.

“Terima kasih kepada Kementerian Kesehatan yang selalu mengingatkan kami warga pesantren untuk menerapkan pola hidup sehat, meski tidak mudah, tapi Alhamdulillah dengan saling mengingatkan diharapkan pesantren aman dari penularan COVID-19,” tandasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Selain dari Anggu, KPK Sebut Nurdin Abdullah Terima Rp3,4 M dari Kontraktor Lain
Hukum & Kriminal28 Februari 2021 10:09
Selain dari Anggu, KPK Sebut Nurdin Abdullah Terima Rp3,4 M dari Kontraktor Lain
Pada akhir tahun 2020, NA menerima uang sebesar Rp200 juta....
Jadi Tahanan KPK, Nurdin Abdullah : Saya Ikhlas
Hukum & Kriminal28 Februari 2021 08:50
Jadi Tahanan KPK, Nurdin Abdullah : Saya Ikhlas
Nurdin sempat mengatakan bahwa dirinya tidak tahu apa-apa dalam kasus tersebut. "Saya tidak tau kalau staf saya lakukan transaksi," tambahnya....
KPK Ungkap Suap untuk Nurdin Abdullah dari Anggu Lewat Edy Rahmat
Hukum & Kriminal28 Februari 2021 08:37
KPK Ungkap Suap untuk Nurdin Abdullah dari Anggu Lewat Edy Rahmat
"AS (Anggu) telah lama kenal baik dengan NA (Nurdin Abdullah) berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulawesi Selatan TA ...
KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Tersangka Kasus Suap
Hukum & Kriminal28 Februari 2021 02:39
KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Tersangka Kasus Suap
Firli lalu bilang, KPK akan mengusut kasus dugaan korupsi lainnya atas informasi yang diterima dari masyarakat....