Logo Lintasterkini

Dalam 10 Hari Sudah 132 Ribu Nakes Divaksinasi Covid-19

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Minggu, 24 Januari 2021 04:10

Istimewa
Istimewa

JAKARTA — Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi, MPH mengatakan, hingga tanggal 22 Januari pukul 13.00 WIB atau tepatnya 10 hari sejak program vaksinasi dimulai tanggal 13 Januari 2021, jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang telah divaksinasi COVID-19 mencapai 132 ribu orang.

”Jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi di 13.525 fasilitas layanan kesehatan yang ada di 92 kabupaten/kota di 34 provinsi sudah mencapai lebih dari 132.000 orang atau 22% dari total 598.483 tenaga kesehatan,” kata dr. Sitti Nadia Tarmidzi pada konferensi pers di Istana Negara, Jumat (22/1/2021).

Pada tahap awal vaksinasi COVID-19 pemerintah sudah menyebarkan undangan kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi bagi 598.483 tenaga kesehatan dari target sebanyak 1,4 juta. Sisanya sebanyak 888.282 tenaga kesehatan sudah mulai diberikan undangan di tanggal 21 Januari 2021.

”Jika ada tenaga kesehatan yang belum terdaftar di tahap pertama maka kemungkinan mereka berada di kelompok kedua,” ucap dr. Nadia.

Selain jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi tersebut terdapat juga 20.154 tenaga kesehatan yang tidak bisa diberikan vaksinasi atau pun kemudian ditunda. Alasannya, karena sejumlah alasan di antaranya merupakan penyintas atau memiliki penyakit bawaan dan sedang dalam keadaan hamil.

”Tenaga kesehatan yang ditunda vaksinasi karena penyakit bawaan, paling banyak disebabkan hipertensi” tambah dr.Nadia.

Vaksinasi kepada tenaga kesehatan masih akan terus berlangsung dan diharapkan hingga Februari dapat mencapai target 1,4 juta. Vaksinasi sangat penting diberikan kepada tenaga kesehatan untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit sehingga mengurangi angka jumlah tenaga kesehatan yang meninggal.

”Kita sudah kehilangan lebih dari 600 tenaga kesehatan dan ini merupakan kehilangan terbesar bagi bangsa Indonesia. Mari kita putus bersama mata rantai penyebaran COVID-19 melalui vaksinasi,” kata dr. Nadia.

Ia menjelaskan vaksinasi memiliki manfaat yang lebih besar dibanding resikonya. Pasalnya, vaksin memiliki resiko efek samping yang rendah.

Berdasarkan laporan dari Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KNKIPI menyatakan semua reaksi bersifat sementara. KNKIPI juga menyebutkan tidak ada kejadian yang sifatnya serius. (*)

 Komentar

 Terbaru

TPP 19 OPD di Makassar Belum Cair, Termasuk Satpol PP, ini Alasannya
News26 Februari 2021 21:03
TPP 19 OPD di Makassar Belum Cair, Termasuk Satpol PP, ini Alasannya
Soal gaji ratusan pegawai kontrak lingkup Satpol PP, Rahmat menyebut, jika persediaan anggarannya sudah ada....
Arqam Azikin: DP Harus Evaluasi Kinerja dan Keuangan di Era Pj Wali Kota
News26 Februari 2021 19:04
Arqam Azikin: DP Harus Evaluasi Kinerja dan Keuangan di Era Pj Wali Kota
Selain itu, Arqam yang akrab disapa "Kaks" ini juga bilang, agar Danny-Fatma segera melakukan konsolidasi internal....
BPKA Makassar Harap Pejabat Kuasai Kendaraan Dinas Kooperatif
News26 Februari 2021 18:20
BPKA Makassar Harap Pejabat Kuasai Kendaraan Dinas Kooperatif
Dalam dua hari penertiban ini dilaksanakan, telah ditertibkan sebanyak 11 unit roda 4 (mobil)....
Danny Pomanto: Percepatan Kata Kunci Pembangunan
News26 Februari 2021 16:51
Danny Pomanto: Percepatan Kata Kunci Pembangunan
Dia lalu menegaskan akan segera memperbaiki tata kelola birokrasi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih....