JAKARTA – Setahun menghilang, Feni Ere, seorang sales mobil, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Kerangka tubuhnya ditemukan warga pada Senin (10/2/2025) di Kilometer 35, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Palopo, dekat wisata Air Terjun Batu Dewa.
Saat ditemukan, mulut korban dalam kondisi dibekap menggunakan kain, memunculkan dugaan kuat bahwa ia menjadi korban pembunuhan.
Pihak keluarga yang sejak Januari 2024 telah melaporkan hilangnya Feni Ere ke polisi mengaku mencurigai sejumlah orang terkait kasus ini. Sementara itu, pihak Polres Palopo masih terus menyelidiki untuk mengungkap penyebab pasti kematian serta siapa pelaku yang bertanggung jawab.
Desakan Agar Kasus Segera Diungkap
Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (Purn) Drs Frederik Kalalembang, turut angkat bicara. Ia menyampaikan rasa belasungkawa atas kematian tragis Feni Ere dan meminta Polres Palopo bekerja secara profesional untuk segera mengungkap pelaku pembunuhan.
“Saya telah berkomunikasi dengan Kapolres Palopo melalui Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Sayed Ahmad Aidid, untuk mendorong penyelidikan lebih intens terhadap kematian korban,” ujar Frederik, Senin (24/2/2025).
Frederik juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari kepolisian, kasus ini sudah menemui titik terang. Saat ini, aparat Polres Palopo dibantu tim Resmob Polda Sulsel tengah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
“Kami percaya bahwa Polres Palopo dan Polda Sulsel akan bekerja secara profesional. Ini hanya soal waktu sebelum kasus ini terungkap,” tegas Frederik, yang merupakan alumni Akpol 1988 dan kini aktif sebagai anggota DPR RI.
Sekadar diketahui, Feni Ere yang bekerja sebagai sales mobil di Palopo, Sulawesi Selatan dilaporkan hilang kepada polisi. Keluarga membuat laporan setelah Feni Ere tak ditemukan berada di rumah sehari sebelumnya, Kamis (25/1/2024).
Feni diketahui tinggal sendiri di rumahnya di Jalan Pongsimpin, Kelurahan Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Sementara orang tuanya tinggal di Kabupaten Luwu Utara. (*)