Logo Lintasterkini

Optimalisasi Pelaksanaan Vaksin Covid-19, Pemerintah Manfaatkan Teknologi

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Selasa, 24 November 2020 22:28

ilustrasi.
ilustrasi.

JAKARTA — Soleh Ayubi Direktur selaku Digital Healthcare PT Bio Farma (Persero) mengatakan, pemerintah memanfaatkan teknologi untuk mengotomatisasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Tujuan penggunaan teknologi ini adalah menghindari kesalahan serta mempercepat proses.

Hal itu dikatakan Soleh Ayubi dalam acara webinar dengan tema “Kesiapan Infrastruktur Data Vaksinasi COVID-19” yang diselenggarakan KPCPEN, Selasa (24/11/2020). Narasumber lainnya dalam webinar kali ini yakni Erick Thohir, Menteri BUMN RI selaku Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) serta Fajrin Rasyid, Direktur Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

“Proses-proses yang sebelumnya lama seperti, proses pendaftaran dan verifikasi, bisa dilakukan secara cepat. Dan yang terakhir kita berupaya menjaga kualitas, baik itu kualitas vaksinnya maupun kualitas pelayanannya,” jelas Soleh Ayubi.

Sementara itu Bio Farma dan anak perusahaannya mendapat mandat untuk melakukan pengadaan, pengemasan, dan pendistribusian vaksin COVID-19. Bio Farma ditugaskan melakukan distribusi sampai ke Dinas Kesehatan Provinsi.

“Dan mungkin juga Bio Farma akan dilibatkan ke dalam proses yang lain. Berkaitan dengan vaksin mandiri, tujuh BUMN Farmasi nantinya juga akan membuka layanan vaksinasi,” ujar Soleh.

Dikatakan juga Soleh, momentum ini sendiri menjadi lompatan bagi industri layanan kesehatan di Indonesia. Proses manual dalam industri layanan kesehatan bisa diotomatisasikan.

Hal ini akan menciptakan ekosistem layanan Kesehatan digital nasional yang tentu di bawah regulasi Kementerian Kesehatan dan Badan POM. Harapannya agar pasien menjadi pusatnya nanti, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup yang berfokus pada pasien.

Fajrin Rasyid, Direktur Digital Bisnis PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk menjelaskan, seluruh data penerima vaksin COVID-19 prioritas, kini sedang dalam tahap pencocokan dan pengintegrasian antar kementerian dan lembaga terkait. Ia mnyebutkan mengintegrasikan data dari berbagai sumber yang dilakukan seperti, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, TNI, dan Polri.

“Sistem ini nanti akan bisa memberikan data baik untuk program vaksin COVID-19 pemerintah maupun program mandiri. Apabila sudah terdaftar dalam satu sistem, nanti tidak bisa terduplikasi atau terdaftar dalam sistem lainnya, sehingga mengurangi kemungkinan duplikasi dan memberikan vaksin lebih tepat sasaran,” papar Fajrin.

Sistem satu data ini telah disimulasikan sebanyak dua kali di tempat terpisah. Simulasi pertama dilakasanakan di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor pada Rabu (18/11/2020) dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Simulasi kedua dilakukan di Puskesmas Cikarang, Bekasi pada Kamis (19/11/2020) dan dihadiri Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Presiden menyampaikan secara umum sistem ini sudah berjalan baik. Tentu ada satu dua masukan sehingga terus kita kembangkan,” terang Fajrin. (*)

 Komentar

 Terbaru

Dalam 10 Hari Sudah 132 Ribu Nakes Divaksinasi Covid-19
Bersama Melawan Covid-1924 Januari 2021 04:10
Dalam 10 Hari Sudah 132 Ribu Nakes Divaksinasi Covid-19
''Jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi di 13.525 fasilitas layanan kesehatan yang ada di 92 kabupaten/kota di 34 provinsi sudah mencapai leb...
Sepekan Pasca Gempa Sulbar, Kondisi Pengungsi Masih Memprihatinkan ⁣
News24 Januari 2021 03:49
Sepekan Pasca Gempa Sulbar, Kondisi Pengungsi Masih Memprihatinkan ⁣
MAMUJU — Hari mulai gelap saat tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengirimkan logistik pangan untuk pengungsi yang jarang tersentuh bantuan kemanusiaa...
Tenaga Ahl BNPB Ungkap Doni Monardo belum Divaksin Covid-19
Bersama Melawan Covid-1924 Januari 2021 03:17
Tenaga Ahl BNPB Ungkap Doni Monardo belum Divaksin Covid-19
“Ini untuk meluruskan informasi bahwa Pak Doni sudah menjalani vaksinasi pada 13 Januari 2021. Padahal beliau akan divaksinasi pada pekan depan bers...
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Tertular Virus Corona Saat Makan Bersama
Bersama Melawan Covid-1924 Januari 2021 02:52
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Tertular Virus Corona Saat Makan Bersama
“Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka. Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah te...