Logo Lintasterkini

Ridwan Kamil Sebut Jokowi Adalah Sosok Pemimpin Ideal Masa Kini

Muh Syukri
Muh Syukri

Rabu, 25 Mei 2016 08:29

Walikota Bandung, Ridwan Kamil saat menjadi pembicara di Sesi Pleno II Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (24/05/2016). (foto: kompas.com)
Walikota Bandung, Ridwan Kamil saat menjadi pembicara di Sesi Pleno II Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (24/05/2016). (foto: kompas.com)

YOGYAKARTA – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menilai bahwa Presiden Joko Widodo adalah sosok pemimpin teladan. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini dinilai merakyat, memiliki cita-cita melangit, namun masih bersikap membumi.

Hal itu disampaikan Ridwan dalam Sesi Pleno II Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dikutip dari kompas.com, Selasa (24/05/2016).

Ia menjelaskan ada empat tipe pemimpin dalam sejarah peradaban manusia. Pertama, pemimpin yang diikuti karena sabdanya atau ideologinya. Zaman para Nabi itu, menurut Ridwan Kamil, sudah lewat. Kedua, pemimpin yang menaklukkan negeri-negeri seperti Patih Gajah Mada, Julius Caesar, Alexander Agung dan Genghis Khan. Ridwan Kamil menyebutkan masa itu juga telah lewat.

“Pemimpin ketiga dalam sejarah peradaban manusia adalah yang membebaskan, revolusioner, Soekarno, Mahatma Ghandi dan Lee Kwang Yiuw. Masa itu juga sudah lewat,” tegas pria yang akrab disapa Emil ini.

Lalu pemimpin keempat, lanjut Emil, berasal dari rakyat, memiliki cita-cita setinggi langit dan bersikap membumi. Tipe ini, kata dia, dimiliki Presiden Joko Widodo. Jokowi dianggap sosok pemimpin ideal saat ini.

“Rakyat tidak lagi mencari sosok pemimpin seperti nabi, sosok seperti raja, sosok yang membebaskan ataupun sosok orator yang luar biasa. Mereka mencari pemimpin seperti kita, bedanya mereka lebih amanah,” tandasnya.

Oleh karena itu, kepada warga Bandung, Emil selalu mengatakan bahwa dirinya tidak ada bedanya dengan masyarakat biasa. Hanya yang membedakan adalah kesibukannya.

“Saya tidak ada bedanya dengan Anda semua, hanya saya lebih sibuk saja. Karena jadi wali kota/bupati semua diurus, dari daging sapi sampai orang mati diurus, dari inflasi sampai jomblo saya urus juga,” ucapnya disambut riuh tepuk tangan peserta Pleno II Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB).

Mengutip perkataan Steve Jobs, Emil mengatakan, yang membedakan pemimpin dan pengikut adalah inovasi. Itulah yang dilakukannya untuk kota Bandung, dengan terus melakukan inovasi-inovasi baru.

“Pak Jokowi selalu mengatakan jangan sibuk urusan rutin. Berinovasi! Kalau sibuk urusan rutin, nanti tahu-tahu sudah lima tahun, nanti tidak ada jejaknya,” pungkasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

News30 Januari 2023 11:55
Pimpin Sertijab Empat Kapolsek, Kapolres Pinrang : Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat
PINRANG — Kapolres Pinrang AKBP Santiaji Kartasasmita memimpin langsung jalannya Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) empat Kapolsek jajarann...
News30 Januari 2023 11:02
Forkopimda hingga Komunitas Rayakan Ulang Tahun Danny Pomanto Ke-59
MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, menginjak usia yang ke-59 tahun, Senin (30/1/2023). Pergantian umur tid...
News30 Januari 2023 09:04
Kenakan Sepatu dari UMKM di Maros, Gubernur Sulsel Dorong Penggunakan Produk Dalam Negeri
MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, terus mendorong penggunaan produk dalam negeri. Hal itupun terus digalakkan Andi Sudirman, b...
News30 Januari 2023 08:17
F8 Makassar Kembali Masuk Kalender Top 10 KEN 2023
MAKASSAR – Makassar International Eight Festival and Forum atau F8 Makassar kembali masuk dalam kalender Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2...