Logo Lintasterkini

Adanya Dukungan Golkar ke Jokowi Dinilai Imbas Dualisme

Muh Syukri
Muh Syukri

Senin, 25 Juli 2016 10:21

Presiden RI, Joko Widodo
Presiden RI, Joko Widodo

JAKARTA – Meski pesta rakyat atau pemilihan presiden masih cukup lama, Partai Golkar akan mengukuhkan dukungan terhadap Joko Widodo atau Jokowi di Pemilu 2019, ketimbang mengusung kader internal untuk maju sebagai calon presiden.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik dari Lingkar Survei Indonesia, Amran Salam mengatakan, dukungan itu adalam imbas dari konflik dualisme kepengurusan diinternal partai. Partai Golkar pun terpecah, sehingga tidak ada waktu menyiapkan kader untuk diusung sebagai calon presiden.

“Saya kira begini Partai Golkar kan sedang dalam kondisi carut marut, artinya setelah dua tahun itu nyaris menguras energi partai Golkar dan tentunya terjadi perpecahan di tingkat pusat bahkan sampai tingkat daerah dan bawah,” kata Amran seperti dikutip dari inilah.com, Minggu (24/7/2016).

Menurut dia, langkah partai memang berat. Namun, secara pemikiran Partai Golkar tepat menentukan langkah itu. Golkar, kata dia akan mengambil keuntungan tersendiri atas keputusan tersebut. Antara lain adalah, elektabilitas partai akan melau merangkak naik.

“Karena pengalaman PDIP pun bisa unggul karena Jokowi efek mau tidak mau harus kita akui,” ujar Amran.

Selain itu, keputusan Golkar memberikan dukungan terhadap Jokowi sudah melalui perhitungan yang matang. Antara lain yakni, sudah memperhitungkan kekuatan Jokowi di bursa Pilpres mendatang.

“Karena kalau saya lihat dari sisi kerja objektif, untuk 2019 saya kira Jokowi masih cukup kuat. Saya kira langkah Golkar cukup cerdas mengkatrol keterpurukannya,” ujar Amran.

Dengan demikian, dia menepis bila langkah partai beringin itu merupakan pasrah pada keadaan usai menyelesaikan permasalahan dualisme kepengurusan. Sebab, politik itu dinamis.

“Bisa saja nanti berubah dalam waktu tiga tahun untuk membentuk seseorang menjadi presiden,” kata dia.

Namun, bila hal itu dilakukan oleh paratai Golkar, maka pun hasilnya kurang maksimal seperti yang diharapkan. “Saya kira Partai Golkar itu memang besar tapi lambat untuk menelurkan figur figur yang baik tidak seperti PDIP yang begitu cepat menciptakan kader kader Bu Resma diciptakan sebagai seorang yang cukup menurut saya depan tidak menutup kemungkinan akan menjadi menteri atau Gubernur,” kata dia.(*)

 Komentar

 Terbaru

Bersama Melawan Covid-1928 Januari 2022 12:10
Stock Booster di Makassar Capai 14.830 dosis
MAKASSAR – Stock vaksin booster di Kota Makassar saat ini mencapai 14.830 dosis. Masyarakat dapat memperolehnya di 83 titik layanan vaksinasi Co...
News27 Januari 2022 19:39
PD Parkir Makassar Jalin Kerjasama PDAM Kelola Perparkiran
MAKASSAR – PD Parkir Makassar Raya menjalin kerjasama dengan Perusda PDAM Makassar untuk mengelola perparkiran pada kawasan unit kerja mereka. P...
News27 Januari 2022 09:29
Demo depan Eks Pabrik Patun Makateks, Mahasiswa Saling Dorong dengan Warga
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Rakyat Sulsel, terlibat saling dorong dengan warga di pintu masuk halaman eks pabri...
Hukum & Kriminal27 Januari 2022 09:18
Cari Pembuat Surat Kematian Palsu, Allung Padang Buat Seyembara Hadiah Ratusan Juta
Tidak hanya mendesak penyidik Polres Palopo mengungkap pembuat surat palsu itu, ia juga membuat sayembara kepada masyarakat yang dapat mengungkap dan ...