Logo Lintasterkini

MUI Sesalkan Kerumunan Massa yang Beresiko Covid-19 Meningkat

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Rabu, 25 November 2020 22:30

Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly.
Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly.

JAKARTA —- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan terjadinya kerumunan massa yang memperbesar risiko penularan pandemi Covid-19 dan menyerukan kasus serupa tidak terulang.

Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly mengatakan, peristiwa kerumunan itu, tak ubahnya seperti hendak menghancurkan kerja keras semua pihak dalam 10 bulan terakhir dalam menanggulangi pandemi.

“Kita sangat menyesalkan, kerja keras sepuluh bulan dihancurkan oleh kegiatan-kegiatan kerumunan dalam satu pekan terakhir,” tegas dia dalam Rapat virtual Satgas Penanganan Covid-19 yang diikuti lebih dari 500 peserta, Minggu (22/11/2020).

Selain diikuti unsur Satgas berbagai daerah, BPBD, unsur TNI/Polri dan Dinas Kesehatan, utamanya yang ada di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, rapat rutin setiap hari minggu malam seperti ini sudah berlangsung sejak Maret 2020 dan dipimpin Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo.
Menjadi istimewa, karena rapat juga menghadirkan para tokoh agama.

Selain unsur pimpinan MUI, juga hadir perwakilan dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, organisasi keagamaan Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu. MUI, menurut Ramly, berkomitmen terus mendukung dan meminta Satgas mengedepankan aksi penyelamatan jiwa manusia.

“Umat Islam tahu betul, untuk dan atas nama penyelamatan jiwa manusia, yang wajib pun bisa diringankan. Wajib sholat jumat di masjid bisa dilakukan di rumah. Idul Fitri di lapangan, bisa di rumah. Wajib merapatkan shaf saat shalat berjamaah, bisa diatur menjadi berjarak. Itu semua atas nama dan demi penyelamatan manusia. Dalilnya pun jelas, baik dalil naqli maupun dalil aqli. Baik yang bersumber dari Alquran dan hadits maupun pemikiran ulama,” ujar Ramly.

Ramly menyebut, tak kurang dari 12 fatwa sudah dikeluarkan MUI terkait situasi pandemi. Antara lain, tata cara sholat bagi tenaga kesehatan yang tengah melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19. Berikutnya, fatwa mengenai pemulasaraan jenazah Covid-19, lalu sholat idul fitri dan sholat idul adha di rumah masing-masing, dan banyak fatwa lain. (*)

 Komentar

 Terbaru

Jamaah Masjid Nurut Tijarah Sinjai dan Komunitas Sepeda Bawa Bantuan ke Mamuju
News22 Januari 2021 03:21
Jamaah Masjid Nurut Tijarah Sinjai dan Komunitas Sepeda Bawa Bantuan ke Mamuju
"Bantuan yang kami antar langsung menuju Mamuju ini tidak lain sebagai bentuk kepedulian kami para jamaah Masjid Nurul Tijarah Sinjai terhadap saudara...
23 Januari, KPU Makassar Tetapkan Hasil Pilwali
News22 Januari 2021 02:31
23 Januari, KPU Makassar Tetapkan Hasil Pilwali
"Untuk lokasi penetapan masih tentatif mengingat kondisi saat ini masih di tengah pandemi Covid-19. Sementara untuk teknis undangan penetapan, semua p...
Satgas Covid-19 : Data Tidak Akurat, Kebijakan Tidak Efektif
Bersama Melawan Covid-1922 Januari 2021 01:51
Satgas Covid-19 : Data Tidak Akurat, Kebijakan Tidak Efektif
"Dengan data yang tidak realtime, maka kebijakan yang dikeluarkan, tidak tepat waktu, sehingga menjadi tidak efektif," kata Prof. Wiku Adisasmito....
Membanggakan, Biofarma Telah Memproduksi Vaksin Sinovac Sendiri
Bersama Melawan Covid-1922 Januari 2021 00:40
Membanggakan, Biofarma Telah Memproduksi Vaksin Sinovac Sendiri
"Saya dapat laporan bahwa ada 3 batch proses produksi kami, dalam 1 batch kira-kira ada satu juta dosis, sehingga saat ini telah selesai diproduksi da...