Logo Lintasterkini

Kedapatan Berbuat Mesum, Seorang Pria Paruh Baya Di Pinrang Dianiaya Dengan Cangkul

Aroelk Lintas Terkini
Aroelk Lintas Terkini

Kamis, 26 November 2020 14:14

Sukirman terduga pelaku (Topi Putih) saat diamankan petugas
Sukirman terduga pelaku (Topi Putih) saat diamankan petugas

PINRANG — Nasib tragis menimpa Malik (45), warga Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang, Rabu (25/11/2020) malam sekira pukul 23.00 Wita. Malik menjadi korban penganiyaan berat oleh terduga pelaku Sukirman (28) warga Kampung Kaballangang Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang.

 

Sadisnya, Malik dianiya di bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya menggunakan sebuah cangkul hingga tak sadarkan diri oleh pelaku. Selain itu, pelaku juga menganiaya Nursia alias
Cia (35) warga Kampung Kaballangang Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang yang masih saudara kandung dengannya.

 

 

Data yang diperoleh lintasterkini.com, peristiwa naas itu terjadi saat
pelaku mengunjungi korban Nursia (Kakaknya) yang lagi berada di rumah kebunnya di Dusun Menre Desa Mangki Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang. Saat tiba di rumah tersebut, pelaku mendapati sebuah kendaraan roda dua milik Malik yang terparkir di bawah kolong rumah. Curiga, pelaku kemudian naik ke atas rumah dan mendapati kedua korban lagi berhubungan badan.

 

Emosi melihat hal itu, pelaku lalu mengambil cangkul yang ada di dekatnya dan langsung menganiaya Malik hingga tak sadarkan diri. Setelah menganiaya Malik, pelaku kembali melampiaskan emosinya dengan menganiaya Nursia menggunakan kepalan tangan (tinju) sampai korban juga tak sadarkan diri. Usai menganiaya kedua korban, pelaku kemudian menyampaikan hal tersebut ke saudaranya yang lain.

 

Kedua korban saat dievakuasi dari TKP

Kapolres Pinrang AKBP M Arief Sugihartono melalui Kasat Reskrim AKP Dharma Praditya Negara yang dikonfirmasi, Kamis (26/11/2020), membenarkan adanya kejadian ini.

 

“Pelaku beserta barang bukti telah kita amankan guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya yang telah menganiaya kedua korban hingga luka berat,” jelas AKP Dharma Praditya Negara. (*)

 Komentar

 Terbaru

Pengungsi Gempa Sulbar di Makassar Batal Pulang karena Positif Covid-19
News25 Januari 2021 10:41
Pengungsi Gempa Sulbar di Makassar Batal Pulang karena Positif Covid-19
Herman mengatakan, para pengungsi gempa Sulbar saat tiba di Makassar menjalani pemeriksaan PCR yang difasilitasi Dinas Kesehatan Sulsel. Selama di Mak...
26 Januari-8 Februari, Mendagri Perpanjang PPKM Jawa-Bali 
Bersama Melawan Covid-1925 Januari 2021 02:56
26 Januari-8 Februari, Mendagri Perpanjang PPKM Jawa-Bali
JAKARTA — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali belum menunjukkan perkembangan menggembirakan. Untuk itulah, Pemerint...
Posko Daerah Berperan Tangani Krisis Pandemi dan Bencana
Bersama Melawan Covid-1925 Januari 2021 01:50
Posko Daerah Berperan Tangani Krisis Pandemi dan Bencana
"Keberadaan posko daerah ini berperan penting sebagai pusat bantuan dan koordinasi dalam masa darurat. Melalui posko ini, kami yakin penanggulangan pa...
Masyarakat di Lokasi Gempa Sulbar Abaikan Protokol Kesehatan
Bersama Melawan Covid-1925 Januari 2021 01:30
Masyarakat di Lokasi Gempa Sulbar Abaikan Protokol Kesehatan
"Kondisi di lapangan terlihat, masyarakat masih terlalu cuek dengan wabah (Covid-19) dan tidak menggunakan masker," kata Zecky Eko Triwahyudi, Minggu,...