Logo Lintasterkini

Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bagikan 1.250 Paket Sembako Natal

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Sabtu, 26 Desember 2020 00:24

Pembagian paket sembak Natal tahun 2020 bagi masyarakat perbatasan RI-PNG di Papua.
Pembagian paket sembak Natal tahun 2020 bagi masyarakat perbatasan RI-PNG di Papua.

JAYAPURA — Dalam rangka menyambut Hari Raya Natal tahun 2020, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad menyalurkan bantuan 1.250 paket sembako kepada masyarakat Papua di wilayah perbatasan RI-PNG.

Pemberian paket sembako ini disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad, Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H, M.Han di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Jumat (25/12/2020).

Dia menyebutkan, kegiatan bakti sosial (baksos) pembagian sembako ini diberikan spesial oleh Satgas Yonif MR 413 Kostrad untuk masyarakat Papua dalam menyambut Hari Raya Natal.

“Kami juga ingin berbagi kasih dalam menyambut Natal yang penuh kasih kepada masyarakat Papua, khususnya yang berada di perbatasan RI-PNG Sektor wilayah kami. Untuk itu, kiranya bahan pokok yang kami berikan ini dapat bermanfaat dan menambah kebahagiaan untuk mereka yang merayakan Natal,” ungkap Dansatgas, Mayor Inf Anggun Wuriyanto.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahan pokok makanan ini terdiri atas beras 3 kg, mie instan 5 bungkus, minyak goreng 1 liter dan gula pasir 1 kg. Paket sembako ini didistribusikan ke berbagai Kampung, baik yang berada di wilayah Kota Jayapura maupun Kabupaten Keerom dalam cakupan wilayah operasi.

Adapun penyaluran paket sembako tersebut pada kampung yang berada di Kota Jayapura diantaranya Kampung Nafri yang berada di Distrik Abepura, Kampung Gambut dan Kampung Mosso yang berada di Distrik Muara Tami.

Sementara itu Kampung yang berada di wilayah Kabupaten Keerom diantaranya Kampung Baburia yang berada di Distrik Arso Barat, Kampung Yetti, Kampung Kibay, Kampung Kriku, Kampung Skofro, Kampung Sangke dan Kampung Kufu yang berasal dari Distrik Arso Timur.

Ada hal unik dalam pendistribusian sembako ini. Pasalnya jalan menuju Kampung Sangke yang merupakan Kampung terjauh yang berbatasan langsung dengan negara Papua New Guinea (PNG) sulit untuk diakses. Untuk menjangkaunya memerlukan waktu 3 jam dari Pos Skofro Lama.

“Sebenarnya jarak tidak begitu jauh, namun jalan yang bergelombang, disertai bebatuan dan licin membuat sulitnya untuk mengakses jalam tersebut. Namun dengan Tekad kami yang kuat, kami dapat tiba di Kampung tersebut dan kami sangat bahagia dapat berbagi dan menyapa saudara kami di ujung batas negara RI-PNG,” ujarnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

News03 Februari 2026 14:35
Kebakaran Kapal Saat Bongkar Ikan di Paotere Makassar, Sembilan Nelayan Alami Luka
MAKASSAR – Insiden kebakaran kapal nelayan terjadi di wilayah Pelabuhan Paotere, Kelurahan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Selasa (3/2/2026...
News03 Februari 2026 13:58
Perkuat Kajian Akademik, Bawaslu Sulsel Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana UKI Paulus
MAKASSAR -, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperluas jejaring pengawasan p...
Hukum & Kriminal03 Februari 2026 10:41
Polisi Selidiki Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG Di Pinrang
PINRANG — Kasus dugaan keracunan makanan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa delapan pelajar Pondok Pesantren (Ponpes);Al-Mustafa Kan...
Ekonomi & Bisnis03 Februari 2026 10:04
Bukit Baruga Hadir di Pameran The Showcase, Tawarkan Konsep Kawasan Hunian Modern dan Berkelanjutan
MAKASSAR – Bukit Baruga, penyedia hunian eksklusif terkemuka di Makassar, turut berpartisipasi dalam pameran The Showcase: Automotive & Prop...