Logo Lintasterkini

Dituding Lakuukan Proses Penerbitan Sertifikat Tidak Prosedural, Ini Penegasan BPN Pinrang

Aroelk Lintas Terkini
Aroelk Lintas Terkini

Senin, 27 Juli 2020 14:14

Logo ATR BPN
Logo ATR BPN

PINRANG — Lembaga Aliansi Indonesia Komando Garuda Sakti lDPC Kabupaten Pinrang menyoroti kinerja Kantor Badan
Pertanahan Nasional Kabupaten Pinrang terkait proses penerbitan Sertifikat Hak Milik atas sebidang tanah di Desa Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang yang diajukan oleh pemohon Abdurahman Thahir.

 

 

Sorotan atau kritkan tajam ini dilontarkan karena BPN Pinrang dianggap telah melanggar prosedural penerbitan dimana Lembaga Aliansi Indonesia Komando Garuda Sakti DPC Kabupaten Pinrang telah melayangkan surat secara resmi agar proses penerbitan sertifikat tersebut dihentikan mengingat status pemohon yang mengajukan sebagai pemilik diragukan keabsahannya.

 

 

“Permohonan pendaftaran penerbitan sertifikat atas tanah tersebut diajukan oleh pemohon pada tanggal 24 Pebruari 2020. Di tanggal 16 Maret 2020, lembaga kami selaku kuasa pendamping dari pemilik (Ahli Waris) yang sah yaitu Andi Patarai Noor dan keluarga telah melayangkan surat sanggahan agar proses penerbitan sertifikatnya ditangguhkan atau dihentikan, namu ternyata hal itu tidak digubris oleh BPN Pinrang,” ungkap ketua Lembaga Aliansi
Indonesia Komando Garuda Sakti DPC Kabupaten Pinrang, Hasjuddin kepada awak media, belum lama ini.

 

 

Menurut Hasjuddin, sesuai prosedural atau aturan penerbitan sertifikat tanah, apabila ada sanggahan atau keberatan dari pihak lain, proses penebitannya harus dihentikan.

 

 

“Harusnya dihentikan prosesnya, apalagi keberatan klien kami dikuatkan dengan bukti alas hak kepemilikan. Kami juga meminta kepada BPN Pusat atau Kanwil BPN Sulsel agar segera membatalkan Sertifikat yang terbit atas nama Abdurahman Thahir tersebut jika memang sudah terbit, dan apabila belum terbit, prosesnya harus segera dihentikan karena aturannya memang seperti itu,” tegasnya.

 

 

Dia berjanji, pihaknya tidak segan akan menyeret permasalahan ini ke ranah hukum jika BPN Pinrang tetap memaksakan penerbitan atau telah menerbitkan sertifikatnya dan enggan membatalkannya.

 

 

Terpisah, Kepala Kantor BPN Pinrang, Andi Mappatunru dengan tegas membantah tudingan tersebut. “Semua yang ditudingkan tidak benar. Sampai saat ini, Sertifikat tanah tersebut belum terbit dan masih terproses di tingkat panitia,” tegas Andi Mappatunru.

 

 

Mappatunru menyebutkan, terkait sanggahan, hal itu tetap menjadi
pertimbangan. “Itu menjadi pertimbangan, makanya hal ini juga sudah ditangani oleh seksi permasalahan di Kantor kami. Kemungkinan ada proses mediasi yang kita siapkan antara kedua belah pihak,” sebutnya.

 

 

Dia mengungkapkan, penerbitan sertifikat yang diajukan oleh pemohon Abdurahman tetap diproses dikarenakan semua berkas termasuk alas haknya valid dan sesuai yang dipersyaratkan.

 

 

‘Yang jelasnya, kita juga tidak mungkin berani menangguhkan penerbitan sertifikat seseorang jika semua yang dipersyaratkan terpenuhi karena itu juga melanggar aturan,” tandasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

News13 Juni 2021 12:01
7 Pasangan Remaja Digerebek Polisi Saat Mesum di Kamar Wisma
MAKASSAR– Tujuh pasangan muda mudi diciduk personel Kepolisian Sektor Manggala saat sedang asyik mesum di sebuah wisma di Kota Makassar, pada Sa...
Hukum & Kriminal13 Juni 2021 11:17
Operasi Premanisme, Polisi Tangkap 2 Dua Pemalak Parkir Liar di Sinjai
SINJAI– Operasi Premanisme dan pungli kini gencar dilakukan Kepolisian Resor (Polres) Sinjai di wilayah hukumnya. Giat Operasi Premanisme dan Pu...
Hukum & Kriminal12 Juni 2021 22:16
Polrestabes Makassar Jaring Ratusan Preman yang Kerap Palak Kendaraan
MAKASSAR– Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menjaring seratus orang preman. Para preman tersebut berkedok sebagai juru parkir l...
News12 Juni 2021 21:38
Polisi Sebut Mayat Hangus di Maros Dibunuh Sebelum Dibakar, Ada Luka Tusuk
MAROS– Polisi mengungkap fakta baru mayat pria hangus di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang sengaja dibakar hidup-hidup. Korban pun patut di...