Logo Lintasterkini

Ini 10 Bahaya Gula bagi Kesehatan yang Patut Diwaspadai!

Maulana Karim
Maulana Karim

Selasa, 27 Juli 2021 14:14

Ilustrasi. (Internet)
Ilustrasi. (Internet)

Terlalu banyak asupan gula tentunya tidak baik untuk kesehatan. Hal ini sebagian besar telah diketahui oleh orang. Seperti halnya pada minuman manis, permen, makanan yang dipanggang, dan susu manis adalah sumber utama gula tambahan. Namun prlu kita juga tahu bahwa makanan gurih, seperti roti, saus tomat, dan protein batangan, juga bisa mengandung gula.

Olehnya itu, cermatlah memilih makanan dan minuman yang tidak memiliki gula tambahan. Melnasir dari doktersehat.com, berikut ini bahaya gula bagi kesehatan:

1. Kerusakan Gigi

Gula memberi makan bakteri yang hidup di mulut. Ketika mencerna gula, bakteri menghasilkan asam sebagai produk limbah. Asam ini dapat mengikis email gigi, yang menyebabkan gigi berlubang.
Orang yang sering makan makanan manis, terutama di antara waktu makan sebagai camilan atau minuman manis, lebih mungkin mengalami kerusakan gigi.

2. Berat Badan Naik dan Risiko Obesitas

Bahaya gula berlebihan dapat memengaruhi hormon dalam tubuh yang mengontrol berat badan. Hormon leptin memberi sinyal ke otak bahwa seseorang sudah cukup makan alias kenyang. Namun, menurut penelitian pada hewan di tahun 2008, diet tinggi gula bisa menyebabkan resistensi leptin.

Hal tersebut artinya bahwa seiring waktu, asupan tinggi gula dapat mencegah otak mengetahui kapan seseorang sudah cukup makan. Namun, para peneliti masih belum mengujinya pada manusia.

3. Jerawat

Sebuah penelitian di tahun 2018 terhadap mahasiswa di Tiongkok menunjukkan bahwa mereka yang minum minuman manis tujuh kali per minggu atau lebih cenderung memiliki jerawat sedang atau parah.
Selain itu, sebuah penelitian pada tahun 2019 menunjukkan bahwa menurunkan asupan gula bisa menurunkan faktor pertumbuhan seperti insulin, androgen, dan sebum, yang semuanya memicu jerawat.

4. Penuaan Kulit

Terlalu banyak gula cenderung pada pembentukan produk akhir glikasi lanjut (AGEs), yang berperan dalam diabetes alias kencing manis. Namun, ini juga memengaruhi pembentukan kolagen di kulit.
Menurut situs Skin Therapy Letter, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa jumlah AGE yang tinggi bisa menyebabkan penuaan yang terlihat lebih cepat. Namun, para ilmuwan perlu mempelajari hal ini pada manusia secara lebih menyeluruh. Hal ini untuk memahami apa bahaya gula dalam proses penuaan.

5. Memengaruhi Otak

Mengonsumsi gula memberi otak gelombang besar zat kimia perasaan baik yang disebut dopamin, yang menjelaskan mengapa orang lebih cenderung ingin permen pada jam 3 sore daripada apel atau wortel.
Hal tersebut karena makanan utuh seperti buah-buahan dan sayuran tidak menyebabkan otak melepaskan dopamin sebanyak-banyaknya, otak mulai membutuhkan lebih banyak gula untuk mendapatkan perasaan senang yang sama.
Oleh sebab itu menyebabkan perasaan harus mendapatkannya, misalnya makan es krim setelah makan malam yang sangat sulit untuk hindari. Baca Juga: Gula Rafinasi: Jenis, Perbedaan, Contoh, dan Bahayanya bagi Kesehatan

6. Masalah Kesehatan Seksual

Bahaya gula yang Anda konsumsi terlalu banyak dapat memengaruhi rantai peristiwa yang membuat ereksi.
Salah satu efek samping yang umum dari kadar gula yang tinggi secara kronis dalam aliran darah adalah berisiko membuat pria impoten. Hal ini karena memengaruhi sistem peredaran darah, yang mengontrol aliran darah ke seluruh tubuh dan perlu bekerja dengan baik untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

7. Diabetes dan Resistensi Insulin

Kadar gula yang tinggi dalam makanan berisiko menyebabkan diabetes tipe 2 seiring waktu. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyebutkan bahwa faktor risiko lain, seperti obesitas dan resistensi insulin, juga dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

8. Tekanan Darah Tinggi
Dalam sebuah penelitian di tahun 2011, peneliti menemukan ada hubungan antara minuman manis dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Sementara sebuah ulasan di Pharmacological Research menyatakan bahwa hipertensi merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Ini kemungkinan gula dapat memperburuk kedua kondisi tersebut.

9. Penyakit Kardiovaskular

Sebuah penelitian prospektif besar di tahun 2014, telah menemukan bahwa orang yang mendapatkan 17–21% kalori harian dari gula tambahan memiliki risiko 38% lebih tinggi meninggal akibat CVD daripada mereka yang mengonsumsi 8% gula tambahan.
Sementara bagi mereka yang mengonsumsi 21% atau lebih energi mereka dari gula tambahan, risiko CVD meningkat.

10. Kanker Asupan gula yang berlebih dapat menyebabkan peradangan, stres oksidatif, dan obesitas. Faktor-faktor ini dapat memengaruhi risiko seseorang terkena kanker.

Sebuah penelitian di Annual Review of Nutrition menemukan 23-200% meningkatkan risiko kanker dengan mengonsumsi minuman manis. Sedangkan penelitian lain menemukan 59% peningkatan risiko beberapa kanker pada orang yang mengonsumsi minuman manis dan menimbun gula dalam bentuk lemak di sekitar perut

Itulah bahaya gula bagi kesehatan yang mungkin terjadi bila Anda konsumsi terlalu banyak. Batasi asupan gula setiap hari dan terapkan pola makan sehat bergizi seimbang.

Penulis : Mul

 Komentar

 Terbaru

News19 Januari 2022 21:04
Ditipu ASN Setor Dokumen Palsu Vaksinasi Lansia, Walikota Makassar Marah
Dijelaskan Danny, kelakuan sejumlah oknum ASN Makassar terungkap setelah pihaknya menemukan tak kesesuaian antara data yang diklaim ASN dan data di ap...
Hukum & Kriminal19 Januari 2022 19:21
Peredaran Narkoba Sulit Diberantas di Sulsel, Ternyata Oknum Polisinya Terlibat
Bukan hanya oknum polisi Bripka IS, petugas juga menangkap tersangka lain yakni SA (46), warga Kota Palopo. Penangkapan ini berdasarkan laporan polisi...
Bersama Melawan Covid-1919 Januari 2022 13:19
Disdik Makassar Sudah Siap Gelar Vaksin Untuk Anak Usia 6-11 Tahun
MAKASSAR – Vaksinasi untuj anak 6-11 tahun di Kota Makassar segera dimulai. Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar saat ini memerintahkan pihak seko...
Selebriti19 Januari 2022 09:18
Kabar Terbaru dari Presenter Harry Pantja, Ternyata Alami Stroke
JAKARTA – Masih ingat dengan presenter Harry Pantja. Ternyata pria yang identik dengan kepala plontos ini ternyata mengalami stroke. Hal itu ter...