Logo Lintasterkini

Mega-Taufik ‘Perang Terbuka’

Muh Syukri
Muh Syukri

Senin, 28 Januari 2013 16:53

Mega dan Taufiq
Mega dan Taufiq

Mega dan Taufik

JAKARTA – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan suaminya Taufik Kiemas, yang menjabat sebagai Ketua Deperpu PDIP tampaknya sedang perang terbuka atau bahasa halusnya berpalas pantun.

Perang dingin antara kedua elit PDIP Perjuangan ini memang bukan sekali dua kali. Pada masa pencalonan gubernur DKI Jakarta misalnya, Taufiq lebih mendorong PDIP berkoalisi dengan Demokrat dan mendukung Fauzi Bowo yang disandingkan dengan kader banteng.

Sedangkan Mega keukeuh. Selain tidak mau berkoalisi dengan partai SBY, Presiden RI V itu ngotot agar kader sendiri yang diusung. Akhirnya pilihah jatuh pada Joko Widodo dan menang.

Begitu juga saat isu perombakan kabinet muncul, perang dingin antara keduanya juga kembali membuncah. Taufik, yang pada Pilpres 2009 dikabarkan berusaha merapat ke barisan SBY, berkeinginan agar kader PDIP masuk kabinet, satu hal-hal yang ditunggu-tunggu Demokrat.

Tapi Mega-mega lagi-lagi bergeming. Putri Bung Karno itu tetap berada di barisan oposisi menjadi penyeimbang pemerintahan SBY. Meski banyak yang menilai, bahwa sikap PDIP itu sebenarnya tak lebih dari sikap personal Mega yang dendam kepada SBY. Karena pada saat jadi menteri Mega, SBY dikabarkan pernah berjanji tidak akan maju pada Pilpres 2004. Tapi nyatanya dia maju dan berhasil menggulingkan mantan atasannya, Megawati.

Perang terbuka antara pasangan suami-istri ini yang lebih sering adalah soal perlu tidaknya Mega kembali. Taufik dinilai banyak kalangan lebih realistis, meski sebagaian orang menyebutnya dengan bahasa pragmatis. Karena takut istrinya kembali kalah, dia mendorong Mega tak ikut lagi meramaikan bursa Pilpres 2014.

Bahkan, dalam satu kesempatan, Ketua MPR itu mengaku akan sedih kalau sampai istrinya kalah lagi di Pilpres 2014. Kalau itu terjadi, artinya Mega pernah menelan kekelahan selama empat kali dalam pemilihan presiden.

“Orang kadang-kadang lupa. Yang istrinya kalah tiga kali itu Pak Taufiq. Orang tidak merasakan bagaimana jadi suami, istrinya kalah tiga kali. Orang tidak pernah merasakan Mbak Puan (Puan Maharani) ibunya kalah tiga kali,” kata Taufik Kiemas dalam satu kesempatan.

Pertama, pada saat pemilihan presiden 1999. Saat itu, Mega dikalahkan almarhum Abdurrahman Wahid di Sidang Istimewa MPR. Padahal waktu itu, PDIP menguasai tapi harus tumbang digasak beberapa partai yang bergabung dalam poros tengah. Dua kekalahan lainnya adalah pemilihan langsung pada 2004 dan 2009. Dua Pemilu terakhir itu, Mega dikalahkan SBY.

Banyak kalangan menilai Taufik mencegah istrinya maju agar yang diusung adalah putrinya, Puan Maharani. Apalagi sebelumnya sempat terdengar kabar, bahwa ambisi politik Taufik Kiemas yang terakhir adalah bagaimana mendudukkan Puan di kursi eksekutif. Tapi, Rabu lalu Taufiq menepisnya. “Enggak mesti Puan juga, yang penting regenerasi,” katanya.

Sementara Mega tetap pada posisinya. Dia mengacuhkan nasihat orang terdekatnya tersebut. Kemarin, dia akhirnya buka mulut perihal pencalonannya pada pilpres 2014 mendatang.

Pada acara peringatahan ulang tahun PDIP ke-40 di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kemarin, dia menegaskan, usia bukan halangan bagi seseorang untuk maju selama itu dikehendaki rakyat. “Jangan salah ya, calon presiden tua seperti saya juga siap bertempur,” kata Mega yang saat ini sudah berusia 66 tahun.

PDIP memang belum memutuskan siapa yang akan diusung. Tapi berdasarkan Kongres PDIP di Bali 2010 lalu, Megawati berhak dan berwenang untuk menentukan siapa capres yang akan diusung.

Karena itu, kita tunggu saja. Apakah Taufik berhasil mendorong regenerasi atau Mega menunjuk dirinya sendiri sebagai capres dan kembali maju yang itu artinya siap menelan kekalahan yang keempat kali kalau tak berhasil. (rmol)

 Komentar

 Terbaru

Nasional18 Mei 2022 13:47
Soal UAS Ditolak Masuk Singapura, Abu Janda Bilang Pemerintah Jangan Bela
JAKARTA – Kali ini penggiat media sosial Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda kembali berkomentar terkait dengan kebijakan Singapura ya...
Hukum & Kriminal18 Mei 2022 11:28
Arfandi Tewas Setelah Ditangkap Polisi, Kabid Humas : Belum Ada Tersangka
MAKASSAR – Sebanyak enam orang oknum polisi masih diamankan pihak Propam Polda Sulsel terkait kematian Muh Arfandi (18), warga yang tewas usai d...
News17 Mei 2022 22:18
Mahasiswa Bima Gelar Aksi Solidaritas di Makassar
MAKASSAR – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bima dan Dompu (AMBD) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Flyover ...
Peristiwa17 Mei 2022 17:22
Empat Rumah di Jalan Sunu Makassar Terbakar
MAKASSAR – Sebanyak empat rumah di Jalan Sunu Lorong 1A, Kecamatan Tallo, Kota Makassar terbakar, Selasa (17/5/2022). Tidak ada korban jiwa dala...