Logo Lintasterkini

Tembus 1 Juta Kasus Ccvid-19, Presiden Jokowi Gelar Ratas

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Kamis, 28 Januari 2021 00:15

Presiden Joko Widodo bahas kasus Covid-19 di Indonesia yang mencapai lebih 1 juta.
Presiden Joko Widodo bahas kasus Covid-19 di Indonesia yang mencapai lebih 1 juta.

JAKARTA — Kasus positif virus corona (Covid-19) kini menembus angka mencengangkan. Data per hari ini, Rabu (27/1/2021), kasus Covid-19 mencapai 1.024.298 orang, termasuk tambahan kasus baru dalam waktu 1 xv24 jam sebanyak 11.948 orang.

Dengan angka kasus yang menembus lebih sejuta, Pemerintah pun menggelar rapat terbatas khusus membahas tingginya lonjakan kasus corona di Indonesia. Bahkan dalam 2 pekan terakhir, angka kasus baru terjadi penambahan setiap hari rata-rata di atas 10.000.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin (BGS) dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa, (26/1/2021) mengungkapkan, angka kasus Covid-19 yang telah mencapai 1 juta kasus mendapat perhatian serius Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Bapak Presiden memanggil beberapa menteri terkait dan menggelar rapat terbatas (ratas_red) membahas kasus positif COVID-19 yang pada Selasa hari ini menembus angka 1 juta orang,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang mencapai 1 juta kasus, memiliki makna khusus. Dikataakannya, ada dua makna yang perlu disadari oleh seluruh masyarakat di Insonesia.

Makna yang pertama bahwa semua pihak harus berduka. Pasalnya, sejak kasus Covid-19 pertama kali disampaikan pemerintah tanggall 2 Maret 2020 lalu, sampai saat ini sudah banyak individu yang wafat akibat terinfeksi COVID-19, termasuk juga para dokter dan tenaga kesehatan lainnya.

Kedua, semua pihak harus bekerja keras mengatasi pandemi virus corona ini, kita semua bersama-sama, baik dengan nmematuhi menjalankan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) maupun melakukan 3T (Testing, tracing danTreatment).

Lanjut BGS, semua ahli epidemiologi mengatakan bahwa untuk mengatasi pandemi, satu hal utama yang harus diingat yaitu harus mengurangi laju penularan dari virus tersebut. Dengan mengurangi laju penularannya, maka beban fasilitas pelayanan keaehatan tidak terlalu memberatkan.

“Dengan mengurangi laju penularan virus, maka beban fasilitas kesehatan tidak terlalu berat dan kita memiliki lebih banyak waktu untuk merespons virus tersebut,” pungkasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Selain dari Anggu, KPK Sebut Nurdin Abdullah Terima Rp3,4 M dari Kontraktor Lain
Hukum & Kriminal28 Februari 2021 10:09
Selain dari Anggu, KPK Sebut Nurdin Abdullah Terima Rp3,4 M dari Kontraktor Lain
Pada akhir tahun 2020, NA menerima uang sebesar Rp200 juta....
Jadi Tahanan KPK, Nurdin Abdullah : Saya Ikhlas
Hukum & Kriminal28 Februari 2021 08:50
Jadi Tahanan KPK, Nurdin Abdullah : Saya Ikhlas
Nurdin sempat mengatakan bahwa dirinya tidak tahu apa-apa dalam kasus tersebut. "Saya tidak tau kalau staf saya lakukan transaksi," tambahnya....
KPK Ungkap Suap untuk Nurdin Abdullah dari Anggu Lewat Edy Rahmat
Hukum & Kriminal28 Februari 2021 08:37
KPK Ungkap Suap untuk Nurdin Abdullah dari Anggu Lewat Edy Rahmat
"AS (Anggu) telah lama kenal baik dengan NA (Nurdin Abdullah) berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulawesi Selatan TA ...
KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Tersangka Kasus Suap
Hukum & Kriminal28 Februari 2021 02:39
KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Tersangka Kasus Suap
Firli lalu bilang, KPK akan mengusut kasus dugaan korupsi lainnya atas informasi yang diterima dari masyarakat....