Logo Lintasterkini

EIGER Adventure-Bulu’ Baria di Gowa Ciptakan Gunung Bebas Sampah Pertama di Sulawesi

Fakra
Fakra

Jumat, 28 Juni 2024 19:18

Eiger adventure - bulu baria di Gowa ciptakan gunung bebas sampah pertama di Sulsel. Kolaborasi ini diresmikan di toko flagship EIGER Adventure Jalan Andi Djemma Makassar pada Jumat (28/6).(Foto:Eiger)
Eiger adventure - bulu baria di Gowa ciptakan gunung bebas sampah pertama di Sulsel. Kolaborasi ini diresmikan di toko flagship EIGER Adventure Jalan Andi Djemma Makassar pada Jumat (28/6).(Foto:Eiger)

MAKASSAR – Bagaimana jika ada sebuah gunung di Indonesia, pengelolaannya menggunakan prinsip menjaga lingkungan, sekecil mungkin meninggalkan jejak sampah di alam?

Hal inilah yang telah diterapkan. selama beberapa tahun terakhir di Bulu’ Baria, sebuah gunung berketinggian 2.730 Mdpl, berlokasi di Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Bulu’ dalam bahasa Bugis, berarti gunung. Bulu Baria perlahan mulai dikenal sebagai gunung terbersih, gunung bebas sampah pertama di Sulawesi.

Pesan ini pula yang dikolaborasikan bersama dengan EIGER Adventure, brond asal Indonesia, penyedia perlengkapan luar ruang yang telah hadir sejak tahun 1989 silam.

EIGER mengadopsi Bulu’ Baria, mendukung penuh apa yang telah dilakukan oleh warga di Desa Manibahoi dan pengelola pos registrasinya. Bersama-sama menjaga kebersihan gunung, memastikan setiap tamu pendaki yang ingin menikmati keindahan alam puncak Bulu’ Baria, bertanggung jawab atas setiap perbekalan dan sisa sampahnya, sejak langkah pertama memulai pendakian menuju Bulu Baria.

Kolaborasi ini diresmikan di toko flagship EIGER Adventure Jalan Andi Djemma Makassar pada Jumat (28/6). Bulu’ Baria pun menjadi gunung kedua yang “diadopsi” oleh EIGER, setelah Gunung Kembang yang berada di Wonosobo, Jawa Tengah juga telah dikenal sebagai gunung terbersih di Pulau Jawa.

Jason Edward Wuysang, Business Director EIGER Adventure menyampaikan, kolaborasi dan dukungan EIGER untuk Bulu’ Baria sejalan dengan nilai yang dijaga dan dipertahankan oleh EIGER selama 35 tahun terakhir, yakni inovasi, alam dan manusia.

Menurut Jason, inovasi-inovasi yang dilakukan oleh EIGER diharapkan bisa memberikan dampak langsung bagi alam dan juga manusianya.

“Bulu’ Baria sudah menunjukkan pada kita, bahwa di Sulawesi ada gunung terbersih dan bebas sampah. Bagaimana komitmen ini terus dijaga oleh segenap warga desa dan pengelola juga tetua adat dari Desa Manimbahoi. EIGER mengucapkan terima kasih sudah diberikan kesempatan untuk bersama ikut menjaga Bulu Baria. Agar semakin banyak lagi gunung di Indonesia yang bisa kita nikmati keindahannya, tanpa ada sampah dari mulai pos registrasi hingga ke puncaknya,” ungkap Jason.

Turut hadir dalam peresmian kolaborasi ini, Kepala Desa Manimbahoi, tetua adat, juga pengelola basecamp Bulu’ Baria.

Komaruddin, Kepala Desa Manimbahoi bercerita, la tak menyangka, apa yang telah dilakukan oleh warga desa untuk jaga lingkungan Bulu’ Baria, bisa berdampak positif bagi alam juga manusianha.

Menurut Komaruddin, awalnya pertama kali jalur Bulu Baria via Manimbahol dibuka pada 2021, banyak pro dan kontra dari para pendaki, Mereka mengeluhkan aturan yang cukup ketat, khususnya terhadap sampah dan logistik yang jadi tanggung jawab pendaki.

“Awalnya banyak yang mengeluhkan, namun akhirnya para pendaki yang datang ke Bulu Baria mengatakan bahwa gunung ini bersih sekali, bersih itu enak, Bulu Baria adalah gunung terbersih di Sulawesi,” ungkap Komaruddin.

Aturan tertulis yang menjaga Bulu’ Baria tetap bersih dan bebas sampah dimulai dari pos registrasi. Dari Dusun Pattiro, Desa Manimbahoi setiap pendaki yang hendak memulai langkah pertamanya menuju puncak Bulu Baria, dilakukan pemerikaan perbekalan, peralatan keamanan juga memindahkan perbekalannya ke dalam wadah yang telah disiapkan oleh pengelola.

“Perbekalan yang bisa dipindahkan ke wadah plastik, kami sudah menyiapkan wadahnya, bisa digunakan oleh para pendaki sebagai fasilitas. Lalu apa yang bisa menjadi sampah sekali pakai, dicatat dari harus dibawa turun lagi di perjalanan pulang. Kalau hilang satu sampahnya, bakal ada denda. Kemudian dalam satu tahun, Rulu’ Baria akan ditutup di Januari hingga Maret saat puncak musim hujan. Untuk perawatan ekosistem, dan mengembalikan kondisi alamnya, kini Bulu’ Baria dikenal sebagai gunung bebas sampah di Sulawesi,” ujar Mustain.(***)

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi & Bisnis15 Juli 2024 18:40
Ekspansi ke IKN, Kalla Beton Turut Berkontribusi Dalam Pembangunan Infrastruktur
PENAJAM – Kalla Beton terus melakukan ekspansi bisnis di berbagai wilayah. Selain di wilayah Sulawesi, kini perusahaan manufaktur milik KALLA in...
Pemerintahan15 Juli 2024 17:21
Pembangunan Gedung Makassar Government Center Siap Dilanjutkan ke Tahap Kedua
MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan pembangunan gedung Makassar Government Center atau MGC siap dilanjutkan ke tahap ke...
Pemerintahan15 Juli 2024 13:52
Dorong Kreatifitas Program Kerja Remaja Masjid, Kesra Makassar Beri Pelatihan
MAKASSAR – Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Makassar memberi pelatihan kepada 1.500 remaja masjid di Kota Makassa...
Pemerintahan15 Juli 2024 11:11
Sukses Terselenggara, Event Beautiful Malino 2024 Berhasil Tarik Minat Pengunjung
GOWA – Pelaksanaan Beautiful Malino 2024 yang digelar sejak tanggal 12-14 Juli 2024 berjalan lancar dan meriah. Kegiatan yang dipusatkan di Huta...