Logo Lintasterkini

Andi Suhada : Jangan Anggap Remeh Peran Perempuan

Muh Syukri
Muh Syukri

Sabtu, 28 Agustus 2021 21:21

Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suhada Sappaile menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan, di Hotel Horison, Sabtu (28/8/2021).
Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suhada Sappaile menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan, di Hotel Horison, Sabtu (28/8/2021).

MAKASSAR – Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suhada Sappaile menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Pembangunan, di Hotel Horison, Sabtu (28/8/2021).

Pada kesempatan itu, Suhada–sapaan akrabnya menyampaikan regulasi ini sebagai strategi pemerintah dalam mengintegrasikan peranan perempuan dan laki-laki. Artinya, ada kesejateraan gender dalam kehidupan sosial.

“Jadi, jangan anggap remeh perempuan bahwa mereka kerjanya hanya didapur. Perempuan saat ini sudah berpartisipasi di segala bidang,” ujar Suhada.

Misalnya saja, sambung Ketua PDIP Kota Makassar ini, bidang politik, ada Ketua DPR RI yakni Puan Maharani dan di Sulsel ada Ina Kartika. “Banyak juga menteri-menteri bahkan Bupati di Sulsel ada perempuan,” jelasnya.

Makanya, Suhada, ingin perda tentang PUG ini bisa lebih dipertajam. Sebab, menurut dia, perda ini masih bersifat umum dan tidak tajam untuk perempuan.

“Kita dorong untuk revisi ini Perda, tujuannya bisa lebih tajam lagi,” tukasnya.

Narasumber Kegiatan, Herliani Subair mengatakan sosialisasi ini merupakan perjuangan terhadap penyetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Itu, sama dengan tema Perda soal gender.

“Gender itu urusan kita semua. Kalau dengar gender lalu diundang untuk hadir maka harus hadir,” ujar dia.

Kata dia, gender ini amanah undang-undang mulai pembukaan UUD 1945 dimana berbunyi kemerdekaan adalah hak seluruh bangsa.

Kemudian, UU HAM yang semuanya mengatur agar tidak melakukan diskrimanasi perempuan dan laki-laki.

“Jadi, gender bukan hanya untuk perempuan tapi laki-laki. Kalau ada perempuan yang melanggar gender bisa dilaporkan,” ungkapnya.

 Komentar

 Terbaru

Nasional17 September 2021 16:57
Kompolnas Dorong Polri Terapkan Layanan Berbasis Online di Bidang Lalu Lintas
MAKASSAR– Demi memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan polisi Lalu Lintas secara online, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendorong ...
News17 September 2021 16:38
Jelang HUT Lantas Ke-66 Tahun, Satuan Lantas Polrestabes Makassar Kunjungi Rumah Kumuh
MAKASSAR – Dalam rangka menyambut HUT Lantas yang ke 66 Tahun, Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Andi Kumara mengandeng komunitas Vespa un...
Bersama Melawan Covid-1917 September 2021 11:43
Ratusan Pekerja THM di Makassar Divaksinasi, Berharap Segera Bekerja Kembali
Ketua AUHM, Zulkarnain Ali Naru menyampaikan vaksinasi kali ini dimaksudkan untuk menyasar lebih kurang 700 pekerja yang belum divaksin. Dosis vaksin...
News17 September 2021 09:42
Agung Sucipto Bersaksi Jika Nurdin Abdullah Tak Terlibat Dalam OTT
Terdakwa Agung Sucipto (AS) membeberkan sejumlah fakta persidangan. Ia bersaksi, jika Nurdin Abdullah (NA) sama sekali tidak terlibat dalam penyerahan...