MAKASSAR – Sejumlah relawan Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi (KPJKB) bersama Amnesty Internasional Indonesia dan elemen perjuangan HAM di Sulawesi Selatan kembali melakukan Aksi Kamisan Makassar, Kamis (28/12/2017) sore.
Kali ini, aksi yang dilaksanakan di depan monumen Mandala mengambil tema terkait dengan penganiayaan Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bone, Andi Takdir (30), yang dilakukan sejumlah oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bone.
Aksi dilakukan dengan berkumpul dan berorasi sambil memegang payung hitam. Hadir pula Andi Takdir selaku korban bersama beberapa orang disabilitas. Hadir juga Direktur Eksekutif Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK), Abdul Rahman dan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Sulsel.
Baca Juga :
Dalam orasinya Andi Takdir mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan penganiayaan oleh oknum Satpol PP di Bone. Ia dianiaya dengan cara dipukul, ditendang dan dicaci maki oleh oknum Satpol PP tersebut.
“Saya dianiaya karena menegur Satpol PP yang melarang para pemuda menari,” ujarnya. (*)
Simak video penganiayaan oleh oknum Satpol PP Bone :


Komentar