MAKASSAR – Aparat kepolisian di Makassar telah mengidentifikasi pelaku bom (bomber) Gereja Katedral Makassar. Pelaku sebanyak dua orang. Diduga pasangan suami istri.
Rumah mereka pun digeledah Tim Densus 88 Antiteror di Jalan Tinumbu, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Senin (29/03/2021).
Baca Juga :
- Anggota Komisi III DPR RI Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang: Paparan Kapolri Menunjukkan Komitmen Polri yang Profesional dan Demokratis
- Kapolri Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden, Peringatkan Risiko Pelemahan Komando Negara
- Kapolri Pimpin Renungan Ksatria Bhayangkara di Apel Kasatwil 2025: Tegaskan Komitmen Integritas dan Reformasi Polri
Berseragam dan bersenjata lengkap, Tim Gegana Polda Sulsel juga turut menggeledah.
Masyarakat sekitar menyebut, jika pelaku bernama Lukman. Sementara istrinya berinisial DW. Keduanya baru saja menikah.
“Dikenali memang itu motor yang dipakai yang tersebar di media sosial. Dari kecil di sini tinggal,” kata salah seorang warga di lokasi.
Penggeledahan ini berlangsung sejak pukul 09.00 WITA hingga berkisar pada 13.40 WITA.
Polisi yang meninggalkan lokasi nampak membawa tiga bungkusan hasil penggeledahan. Kemudian dinaikkan di kendaraan Labfor Polda Sulsel.
Sebagaimana diketahui, aksi teror bom ini terjadi Minggu kemarin (28/03/2021), sekitar pukul 10.30 WITA.
Kedua pelaku meninggal di tempat. Potongan tubuhnya ditemukan terpisah. Ada sembilan korban dalam insiden ini. Mengalami luka bakar.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebelumnya bilang, pelaku teridentifikasi berafiliasi dengan jaringan JAD.
Bom yang digunakan pun disebut rakitan. Bom panci.(*)


Komentar