Logo Lintasterkini

Rudy Djamaluddin Kembali Diperiksa KPK Dugaan Suap NA

Budi S
Budi S

Kamis, 29 April 2021 21:03

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin (Istimewa)
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin (Istimewa)

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah (NA).

Satu di antaranya Kepala Dinas PUTR Sulsel, Rudy Djamaluddin. Yang juga merupakan mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar.

“Hari ini (Kamis) pemeriksaan NA (Nurdin Abdullah) TPK (Tindak Pidana Korupsi) suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021,” kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/04/2021).

Rudy Djamaluddin sendiri sudah pernah diperiksa KPK di Mapolda Sulsel, pada Kamis lalu (01/04/2021).

Penyidik KPK saat itu memeriksa Rudy Djamaluddin bersama mantan Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, Plt Sekwan DPRD Bulukumba, Andi Buyung Saputra, ADC Gubernur Sulsel, Syamsul Bahri dan seorang wiraswasta, Abdul Rahman.

Pada kasus ini, KPK sebelumnya telah menetapkan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat sebagai tersangka.

Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat diduga menerima suap sekaitan dengan pengurusan perizinan dan pembangunan infrastruktur di Sulsel, tahun 2020-2021. Tersangka pemberi suap yakni Agung Sucipto alias Anggu.

Ali Fikri melanjutkan, selain Rudy Djamaluddin, penyidik KPK juga memeriksa tiga orang lainnya. Termasuk mantan Kepala Inspektorat Sulsel, Salim Abdul Rahim.

Juga Nurhidayah dan Andi Sahwan Mulia Rahman.

“Nurhidayah pelajar atau mahasiswi. Andi Sahwan Mulia Rahman pegawai negeri sipil,” terang Ali Fikri.

Sehari sebelumnya, Rabu (28/04/2021), anak Nurdin Abdullah, M Fathul Fauzy pun diperiksa KPK.

Fauzy selaku Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Sulsel ini, diperiksa bersama tiga orang lainnya dari pihak swasta. Yakni Akbar Nugraha, Kendrick Wisan dan Muhammad Irham Samad.

Untuk diketahui, masa tahanan Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat diperpanjang selama 30 hari hingga 27 Mei 2021 mendatang. Mereka masih ditahan di Rutan KPK.

Sedangkan penahanan Anggu sudah dilimpahkan ke Lapas Klas 1A Gunungsari Makassar. Masa tahanannya juga diperpanjang selama 20 hari. Berkas perkara Anggu disebut sudah P21 atau lengkap.(*)

 Komentar

 Terbaru

3 Mahasiswa Unibos Terima Pendanaan PKM 2021
Dunia Kampus06 Mei 2021 17:12
3 Mahasiswa Unibos Terima Pendanaan PKM 2021
MAKASSAR — Tiga mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) kembali terima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Adapun skema yang didapatkan ial...
Sabri Cs Resmi Dicopot-Diberhentikan Sementara dari ASN
News06 Mei 2021 16:57
Sabri Cs Resmi Dicopot-Diberhentikan Sementara dari ASN
MAKASSAR — Surat keputusan (SK) pencopotan dan pemberhentian sementara Sabri cs yang tertangkap terkait narkoba sudah ditanda tangani Wali Kota Maka...
Gaji Guru Kontrak Makassar Ternyata Cair Maret-April, Bukan Januari-Februari
News06 Mei 2021 16:27
Gaji Guru Kontrak Makassar Ternyata Cair Maret-April, Bukan Januari-Februari
“Gaji guru saya sudah rapat. Ternyata Maret-April sudah dibayarkan. Tidak benar itu kalau Januari-Februari. Tidak ada dasarnya,” ucap dia....
Pengamanan Idulfitri, Polrestabes Siap Bubarkan Konvoi Malam Takbiran
News06 Mei 2021 15:39
Pengamanan Idulfitri, Polrestabes Siap Bubarkan Konvoi Malam Takbiran
MAKASSAR — Polrestabes Makassar sudah mengeluarkan larangan konvoi atau takbir keliling. Siap dibubarkan jika ditemukan di jalan. Kapolrestabes Maka...