Logo Lintasterkini

Bupati Wajo Bisa Dijerat Pasal Penculikan

Muh Syukri
Muh Syukri

Rabu, 30 Januari 2013 19:16

ilustrasi
ilustrasi

ilustrasi

MAKASSAR – Bupati Wajo Andi Baharuddin Unru bisa dikenakan pasal 328 KUHP tentang penculikan. Pasalnya sesuai hasil pemeriksaan sejumlah saksi, oknum bupati ini diduga menculik warga dan membawanya ke Kantor Partai Golkar Kabupaten Wajo.

“Bupati bisa dijerat kasus penculikan dan penganiayaan,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo, Rabu (30/1/2013) siang.

Diungkapkan, saat ini penyidik sedang merampungkan hasil penyidikan. Selanjutnya akan memeriksa sang bupati sebagai tersangka kasus tersebut.

“Penyidik akan segera memanggil dan memeriksa oknum bupati itu,” tandasnya.

sebelumnya diberitakan, diduga menganiaya warganya sendiri, Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru dilaporkan ke polisi setempat, Rabu (23/01/2013). Burhanuddin diduga memukul dan menculik enam pria dalam perkara yang berkaitan dengan Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan.

Peristiwa ini bermula pada Senin subuh (21/01/2013) sekitar pukul 03.00 Wita, 6 orang warga masing-masing Syamsul Bahri, Masrisal, Khairuddin, Dakirwan, Muhammad Asis dan Asriyadi sedang berada di rumah milik Khairuddin di Kelurahan Doping, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo.

Tiba-tiba mereka didatangi rombongan Bupati Wajo yang menumpangi mobil dan langsung menanyakan perihal kedatangan mereka di tempat tersebut, pasalnya sebagian dari korban merupakan warga Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara.

“Kita cuma duduk di dalam rumah dan tidak ada pemberian uang karena memang kita datang ke sini hanya mengajak keluarga dekat untuk memilih salah satu pangan gubernur, dan tidak ada sama sekali pemberian uang,” ungkap Dakirwan, salah seorang korban.

Lantaran tak menemukan barang bukti berupa uang dan atribut salah satu pasangan gubernur, salah seorang warga bernama Khairuddin langsung mendapatkan bogem mentah dari Bupati.

Selanjutnya, Khairuddin dan teman-temannya diseret dengan kedua tangannya terikat masuk ke mobil rombongan bupati. Kemudian mereka dibawa ke kantor Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Golkar. Di kantor inilah bupati dan sejumlah orang yang ikut dalam rombongan menganiaya enam pria tersebut. (uki)

 Komentar

 Terbaru

Wisata dan Budaya25 September 2022 16:39
Sunset Keren di Pantai Indah Bosowa yang Eksotik
MAKASSAR – Pantai Indah Bosowa selalu memberikan keindahan yang eksotik. Apalagi pada sore hari kalian bisa sunset keren di tempat ini. Suasana ...
News25 September 2022 13:29
Satpolair Polres Bontang Amankan Pria Asal Barru Serta 30 Kg Daging Penyu
BONTANG – Aparat Satpolair Polres Bontang menangkap pelaku perburuan penyu dilindungi berinisial R (50), Jumat (23/9/2022). Dari tangan pria asa...
News25 September 2022 13:17
Tokoh Agama Papua: Proses Hukum Lukas Enembe Berjalan Adil
PAPUA – Tokoh Agama Papua, Pendeta Alberth Yoku menghimbau agar KPK dapat menggunakan berbagai metode terkait proses hukum Lukas Enembe. Tujuannya u...
Ekonomi & Bisnis25 September 2022 13:05
EventFold.com Bergerak Dibidang E-Ticketing Baru Rilis 2022
MAKASSAR – EventFold.com merupakan website yang baru dirilis pada tahun 2022 dibawah naungan PT. EVENTFOLD MINDSET DIGITAL yang bergerak dalam b...