Logo Lintasterkini

Ternyata, Bocah Korban KDRT Disekap di Kamar Mandi

Muh Syukri
Muh Syukri

Selasa, 30 Agustus 2016 20:51

Korban menjalani perawatan di rumah sakit
Korban menjalani perawatan di rumah sakit

MAKASSAR – Aksi penganiayaan dan penyekapan terhadap anak membuat Rahma yang merupakan ibu dari Nisa (13), harus berurusan dengan polisi. Pasalnya anak kandungnya mengalami trauma dan depresi lantaran disekap di kamar mandi.

Penyekapan itu terungkap ‎setelah petugas kepolisian mendatangi rumah orang tua korban di Jl Baji Pangasseng 5, Makassar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban dipukul dan di sekap di kamar mandi karena jarang pulang ke rumah dan sering terlibat kasus pencurian. Dengan alasan itu, Rahma melakukan aksi penyekapan terhadap anaknya hingga akhirnya diketahui pihak Polsek Mamajang.

[baca juga : Bocah 13 Tahun Ini Diduga Korban KDRT, Kondisinya Memprihatinkan ]

Rahma di depan petugas mengaku jengkel dengan ulah anaknya. Rahma tak menampik jika perbuatan kasarnya itu menyebabkan wajah anaknya mengalami lebam dan jari tangan menjadi bengkak.

“Saya jengkel pak kalau anakku kerap berulah dan mencuri barang orang ,dan saya melakukan hal itu agar dia tak berulah lagi. Ulahnya pula membuat saya malu, makanya saya menghukumnya,”ujar Rahma, Selasa (30/8/2016).

‎Diketahui, ulah anaknya itu dilakukan sejak dirinya menikahi bersama Arfa, ayah tiri dari Nisa. Sejak itu, Rahma mengaku jika anaknya sering keluar rumah dan bahkan pernah sebulan tak pulang-pulang.

“Pernah tidak pulang sampai satu bulan. Bahkan minggu lalu, anak saya ini ditangkap di Polsek Tamalate, karena dituduh mencuri. Saya sampai harus ke sana urus dia,” kata Rahma

Meski hanya sebatas memberi pelajaran, namun sikap Rahma tetap menjadi soal. Polsek Mamajang yang menerima informasi penyekapan kemudian mendatangi rumah Rahma dan berhasil mengeluarkan korban yang disekap oleh ibunya dari kamar mandi rumahnya.

“Saat anggota tiba di rumahnya, anggota langsung bertemu dengan ibu korban. Ibu korban mengaku kalau anaknya sedang ada di kamar mandi. Anggota kemudian menuju ke kamar mandi dan langsung mengeluarkan korban,” jelas Kapolsek Mamajang Kompol Jamal.

Kapolsek juga mengatakan, saat korban dibawa keluar sejumlah tetangganya ikut menyaksikan. Mereka ada yang menangis karena mengaku sedih melihat kondisi korban yang kini semakin pucat dan kurus.

“Tetangganya menangis. Mereka tidak menyangka kalau korban ini kondisinya pucat dan kurus sekali. Kata warga dulu anak ini gemuk,” tambah Kapolsek.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mamajang, AKP Aris Sumarsono mengemukakan, kendati ibu kandung korban berdalih hanya memberi pelajaran kepada anaknya, namun Rahma tetap digelandang ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan.

“Kita tetap bawa ibunya dan kita periksa. Beradasarkan visum bahwa korban mengalami sejumlah luka di bagian muka dan jari tangannya,,” tandasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

Lindungi Masyarakat dari Pandemi, Godrej Indonesia Keluarkan Produk Saniter
Bersama Melawan Covid-1907 Mei 2021 23:07
Lindungi Masyarakat dari Pandemi, Godrej Indonesia Keluarkan Produk Saniter
"Kami menggabungkan keduanya menjadi satu elemen fungsi utama untuk mempercepat inovasi dalam upaya memastikan pengembangan produk secara progresif de...
Inginkan Seluruh Anak Bersekolah, Danny Dukung Sekolah Penggerak
Pendidikan07 Mei 2021 22:58
Inginkan Seluruh Anak Bersekolah, Danny Dukung Sekolah Penggerak
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan "Danny" Pomanto menerima kunjungan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel, Jumat (07/05/2021)....
Harga Gabah di Pinrang Anjlok, Petani Gigit Jari, Bupati Harap Solusi
News07 Mei 2021 22:37
Harga Gabah di Pinrang Anjlok, Petani Gigit Jari, Bupati Harap Solusi
Permasalahan ini langsung mendapat tanggapan dari anggota DPRD Pinrang....
Pertama Kali Diterapkan, Dilarang Bersenggolan di Pasar Senggol
News07 Mei 2021 22:28
Pertama Kali Diterapkan, Dilarang Bersenggolan di Pasar Senggol
"Ini aturan yang pertama kali mau diterapkan di Pasar Senggol supaya pengunjung tidak lagi baku senggol-senggolan mi," ucap Yusran....