Logo Lintasterkini

Begini Kronologis Lengkap Pembegalan dan Penculikan Pengemudi Taksi Online di Makassar

Herwin Bahar
Herwin Bahar

Senin, 30 Agustus 2021 20:06

MAKASSAR – Pihak kepolisian secara resmi mengungkapkan motif kasus penculikan dan penyekapan terhadap seorang pengemudi taxi online yang dibuang di perbatasan Provinsi Gorontalo. Motif tersebut dipicu disebabkan karena asmara dengan didalami seorang pengusaha asal Jakarta.

Dalam kasus tersebut, pihak kepolisian menangkap sebanyak tujuh orang termasuk, seorang wanita berinisial NA (31) berperan sebagai otak penculikan dan penyekapan. Mereka ditangkap di Jakarta dan Makassar, Sulawesi Selatan.

Belakangan diketahui penyebab terjadinya penculikan dan penyekapan terhadap seorang pengemudi taxi online, Arman dilatarbelakangi oleh asmara dengan NA. Sehingga NA nekat melakukan tindak kejahatan yang telah direncanakan.

“Motifnya karena adanya hubungan asmara antara pelaku dengan korban. Namun, korban sudah mempunyai istri, hubungan mereka pun diketahui istrinya. Kemudian istri korban mendatangi orang tua pelaku. Disitulah pelaku marah dan mempunyai rencana untuk memberikan pelajaran terhadap korban,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, Senin (30/8/2021).

Lebih lanjut Jamal menjelaskan kasus ini bermula ketika NA datang ke Makassar untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, NA terkendala tidak memiliki kendaraan transportasi sehingga ia bertemu dengan Arman. Dari pertemuan itu, mereka saling berkomunikasi hingga ada benih-benih asmara.

“Jadi otak kasus ini NA berasal dari Jakarta. Ia meminta korban untuk menjadi driver offline. Kemudian mereka menjalin hubungan asmara yang disembunyikan oleh korban, karena dia memiliki istri. Tapi hubungan mereka pun ketahuan oleh istri korban sehingga mendatangi rumah pelaku di Makassar dan bertemu dengan orangtua pelaku. Setelah itu, pelaku kembali ke Jakarta,” jelasnya.

Karena NA masih menyimpan dendam beber Jamal, akhirnya NA kemudian merencanakan untuk memberikan pelajaran terhadap Arman dengan membuat skenario menculik dan merusak kendaraan terhadap korban. Para pelaku yang bertindak eksekutor sebanyak tiga orang diberikan imbalan sebesar Rp 70 juta.

“Saat menyusun rencana tersebut NA melibatkan staf kantornya untuk mencari orang yang bisa menjalankan rencananya tersebut. Adik pelaku juga berperan mencari para eksekutor melalui Instagram. Akhirnya menemukan tiga orang pelaku,” terangnya.

Rencananya jahat NA telah dijalankan sejak bulan Juli lalu, namun tidak membuahkan hasil. Pada bulan Agustus ini kata Jamal para pelaku yang bekerja atas suruhan NA berhasil mengetahui keberadaan korban sehingga rencana tersebut dijalankan dengan memberikan imbalan terhadap tiga orang pelaku sejumlah uang sebagai uang muka.

“Tiga orang pelaku ini mendapatkan pembayaran pertama sebesar Rp 40 juta. Tanggal 6 Agustus korban janjian dengan salah satu satu pelaku untuk bertemu, lalu korban diajak mendatangi beberapa tempat untuk membeli perlengkapan CCTV. Setelah itu, mereka singgah di sebuah rumah makan, kemudian datanglah tiga orang pelaku sambil menodongkan senjata tajam jenis badik ke korban,” paparnya.

Selanjutnya, kata Jamal korban dibawa masuk ke dalam sebuah mobil dan para pelaku kemudian menutup mata korban dan mengikat tangannya lalu dibawa ke salah satu tempat di Makassar.

“Korban saat itu dibawa menuju ke daerah tanjung dan disitu telah menunggu empat pelaku lainnya. Kemudian korban dipindahkan ke mobil lainnya. Para pelaku kemudian membawa korban menuju ke Kota Manado dengan menggunakan dua unit mobil,” kata Jamal.

Sepanjang perjalanan ke Kota Manado, tutur Jamal korban terus mendapatkan tindakan penganiayaan hingga tubuh korban mengalami luka lebam dan memar.

“Korban disekap selama 9 hari. Pada tanggal 14 Agustus sekitar pukul 03.00 WITA, di perbatasan Kota Manado dan Provinsi Gorontalo, kemudian korban diturunkan yang berlokasi di tengah hutan. Korban kemudian menyusuri jalan hingga menemukan salah satu warga dan meminta pertolongan,” sebutnya.

Saat ini, tujuh pelaku telah diamankan di Mapolrestabes Makassar guna pemeriksaan lebih lanjut dan mereka dijerat dengan pasal 365 KHUPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (*)

Penulis : Maulana Karim

 Komentar

 Terbaru

News20 September 2021 14:25
Kapolda Sulsel Tinjau Vaksinasi di SMAN 11 Makassar
Vaksinasi yang dilaksanakan ini berjalan dengan lancar dengan menargetnya sekira 1.600 vaksinasi kepada siswa gabungan dari beberapa sekolah. "Beberap...
Hukum & Kriminal20 September 2021 11:55
Hanya Gegara Korek, Oknum RT Aniaya Mahasiswa dan Sekretariatnya Dirusak
Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Ahmad Rizal mengatakan, kejadiannya berawal dari pelaku datang menemui korban meminta korek. Namun karena pada sa...
News20 September 2021 00:04
Perda Kepemudaan Lahirkan Pemuda yang Beriman
“Jadi tujuan perda ini, pemerintah ingin membentuk pemuda yang tangguh dengan katakteristik religius, berkreasi atau berinovasi,” jelas Budi Hastu...
News19 September 2021 22:18
Kebakaran di Jalan Haji Kalla 2 Makassar, Sejumlah IRT Sempat Histeris
Kebakaran terjadi di Jalan Haji Kalla 2, Campagayya Kelurahan Panaikang Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Minggu (19/9/2021) sekira pukul 19.13 wi...