Logo Lintasterkini

Presiden PKS Dijemput Penyidik KPK di Kantor PKS

Muh Syukri
Muh Syukri

Kamis, 31 Januari 2013 01:33

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak dijemput Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (30/01/2013).
Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak dijemput Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (30/01/2013).

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak dijemput Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (30/01/2013).

JAKARTA – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dijemput penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (30/1/2013) malam sekitar pukul 23.40 WIB. Luthfi langsung dibawa penyidik dengan pengawalan ketat seusai menggelar rapat pleno intern di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Pantauan, tampak delapan penyidik KPK yang turun dari lift bersama dengan Luthfi. Mereka tidak keluar melalui pintu depan tetapi lebih memilih keluar dari pintu belakang dengan pengawalan ketat.

Di bagian belakang kantor PKS ini, tampak empat unit mobil sudah berjejer yakni Toyota Kijang B 1890 UFR, Hyundai B 147 MDI, Kijang Innova B 1886 UFR, Kijang Innova B 1031 UFS.

Luthfi sendiri dimasukkan ke dalam Kijang Innova B 1031 UFS berwarna hitam. Luthfi duduk di bagian tengah diapit oleh dua penyidik KPK. Di depannya, terdapat pula dua penyidik lainnya.

Luthfi tidak berkata apa pun saat penyidik memboyongnya ke dalam mobil. Sementara sekuriti PKS terus berusaha menutupi jendela kaca mobil agar para peliput tidak bisa mengabadikan gambar Presiden PKS itu melalui kaca yang cukup terang.

Seperti diberitakan, KPK telah memastikan adanya praktik suap terkait impor daging sapi. Suap itu diketahui setelah ada penangkapan pada Selasa (29/1/2013) malam. Salah satu tersangka yakni berinisial LHI yang diduga kuat adalah Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang juga merupakan anggota Komisi I DPR.

Selain LHI, KPK juga menetapkan tersangka lain adalah AF, JE (Direktur Utama PT Indoguna), dan AAE (salah satu Direktur Indoguna). JE dan AAE menyerahkan uang senilai Rp 1 miliar kepada AF di kantor Indoguna di kawasan Pondok Bambu Jakarta Timur. Dari tempat itu, AF membawa uang tersebut ke hotel Le Meridien sebelum kemudian diserahkan kepada LHI. (kpc)

 Komentar

 Terbaru

Pemerintahan28 Mei 2024 23:51
Pemkab Banggai Kagumi Inovasi Smart City di War Room Makassar
MAKASSAR – Bupati Kabupaten Banggai, Amirudin Tamoreka, melakukan kunjungan ke War Room Pemerintah Kota Makassar untuk mempelajari penerapan kon...
News28 Mei 2024 20:17
Inspektorat Daerah Makassar Tampilkan 4 Inovasi Pengawasan di Expo Pengawasan Intern Tahun 2024
MAKASSAR – Inspektorat Daerah Kota Makassar mengikuti Expo Pengawasan Intern 2024 di Jakarta. Makassar menjadi salah satu dari 30 Pemerintah Pro...
Gaya Hidup28 Mei 2024 16:00
Bugis Waterpark Adventure Kembali Gelar Kompetisi Zumba, Pesertanya Tembus Ribuan Orang
MAKASSAR – Ribuan orang mengikuti kompetisi zumba yang terselenggarakan pada Minggu, 26 Mei 2024. Kompetisi ini digelar di Main Foodcourt Bugis ...
News28 Mei 2024 14:25
KBO Satnarkoba Polres Sidrap Beri Penyuluhan Hukum Tentang Narkoba ke Masyarakat Sereang
SIDRAP – Kaur Bin Ops (KBO) Satnarkoba Polres Sidrap IPDA Amdaryono Saputra, SH memberikan Penyuluhan Hukum tentang Narkoba kepada masyarakat di...