Logo Lintasterkini

Profesor Indonesia Menetap di AS Berbagi Pengalaman Menulis Jurnal Internasional

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Rabu, 31 Mei 2017 08:50

Professor asal Indonesia yang menetap di AS jadi pembicara temu ilmiah Kopertis IX Wilayah Sulawesi.
Professor asal Indonesia yang menetap di AS jadi pembicara temu ilmiah Kopertis IX Wilayah Sulawesi.

MAKASSAR – Salah seorang profesor diaspora Indonesia yang menetap di Amerika Serikat, Prof. Siti Kusujiarti, Ph.D, Selasa, (30/5/2017) menjadi pembicara pada temu ilmiah dengan mengusung tema “Diskusi Pengembangan PTS dan Akses Jurnal Internasional”. Temu ilmiah ini digelar Kopertis Wilayah IX Sulawesi di Jalan Bung Makassar

Temu ilmiah dibuka Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof.Dr.Ir. Andi Niartiningsih, MP dengan moderator Sekpel Kopertis IX, Dr.Hawignyo, MM. Turut hadir, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan dan Gender Universitas Hasanuddin (P3KG Unhas), Dr. Rabina Yunus, M.Si serta para pimpin PTS se-Sulawesi.

Prof Atik panggilan akrab Siti Kusujiarti dalam pemaparan materinya mengatakan, peluang kerjasama international dalam penelitian, penulisan dan kegiatan ilmiah lainnya terbuka luas.

“Kerjasama internasional dalam penelitian dapat menghasilkan kolaborasi/kerjasama interkultural sehingga menambah beragam perspektif, memperkaya pengalaman di tingkat international dan menambah pengalaman international serta meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian, publikasi dan pengajaran,” ujar Prof. Siti Kusujiarti.

Penelitian kerjasama international diperhadapkan dengan tantangan diantaranya, ada perbedaan sistem pendidikan di setiap negara, etika penelitian dalam persyaratan memperoleh beasiswa melakukan penelitian. Tantangan lainnya seperti adanya perbedaan pandangan persepektif dalam pengalaman, kinerja di lapangan serta hasil yang diharapkan.

Akademisi asal Indonesia yang aktif di Kampus Warren Wilson College Amerika Serikat ini juga menjelaskan, membuat jurnal internasional, ide dan fokus penelitian harus dikemukakan dengan jelas.

“Peneliti harus tahu pertanyaan apa yang ingin dijawab melalui penelitiannya,” tandasnya. (*)

 Komentar

 Terbaru

News29 Juli 2021 13:54
Gerakan Peduli PKL, Ditlantas Polda Sulsel Borong Dagangan dengan Harga 10 Kali Lipat
Aksi kepedulian ini di motori Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sulsel AKBP M Yusuf Usman setelah mendapat instruksi langsung dari Dirlantas Polda Sul...
News29 Juli 2021 11:28
Mantap! Rahmat Erwin Abdullah Lifter Asal Makassar Ukir Rekor di Olimpiade Tokyo 2020
TOKYO– Lifter Indonesia asal Makassar, Rahmat Erwin Abdullah menorehkan pencapaian yang membanggakan, ia berhasil mengukir rekor di Olimpiade To...
News28 Juli 2021 23:39
Fadel Muhammad Tauphan Mantapkan Niat Jadi Ketua HIPMI Makassar
"Jabatan ketua bukanlah satu-satunya alasan saya maju di bursa pemilihan ini. Akan tetapi, ini jalan kami untuk berjuang menuangkan ide dan gagasan ka...
Nasional28 Juli 2021 22:28
Panglima TNI Pastikan Kesiapan Tenaga Tracer Covid-19 di Yogyakarta
Menurut Panglima TNI, wilayah Maguwoharjo ini zonasinya masuk pada kategori kuning dan hijau, hal itu berkat kerja keras para tenaga tracer digital da...