Logo Lintasterkini

Pemkot Makassar Ingin Aktifkan Kembali Hotel Wisata Covid-19

Andi Nur Isman
Andi Nur Isman

Senin, 31 Mei 2021 18:14

Wali Kota Makassar menggelar konferensi pers terkait Makassar Recover, resetting pemerintahan, dan hasil temuan BPK.
Wali Kota Makassar menggelar konferensi pers terkait Makassar Recover, resetting pemerintahan, dan hasil temuan BPK.

MAKASSAR — Hotel wisata Covid-19 sempat dijalankan di Makassar. Namun belakang sudah terhenti. Pemkot Makassar ingin program tersebut kembali berjalan.

Pakar Epidemologi Universitas Hasanuddin (Unhas), Ansariadi mengatakan, penularan Covid-19 di Makassar masih fluktuatif. Meskipun angka penularan terbilang kecil dibanding tahun sebelumnya.

Akan tetapi, antisipasi lonjakan penularan tetap harus diantisipasi. Upaya-upaya pencegahan penularan yang sebelumnya dipakai bisa dikaji ulang untuk diterapkan.

“Upaya pencegahan seperti hotel isolasi sebaiknya diaktifkan kembali. Karena itu bisa melakukan monitoring kepada masyarakat yang terpapr Covid-19,” ujarnya, pada konfrensi pers di Balaikota Makassar, Senin (31/5/2021).

Selain itu, kata dia, pencgehan harus dibarengi dengan tracing atau pelacakan dan testing yang masif. Sebab, satu-satunya cara untuk mengetahui angka penularan yang terjadi di masyarakat adalah melalui testing dan tracing.

“Kita sebelum Lebaran penularannya rendah. Tetapi setelah Lebaran dampaknya sudah mulai terasa. Sudah naik kasus mingguan menjadi 100 kasus ke atas,” bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku sudah memikirkan pengaktifan hotel wisata Covid-19 tersebut.

“Saya akan coba komunikasikan dengan Pemprov Sulsel untuk hotel wisata itu. Karena hotel itu adalah kewenangan pemprov,” ujar Danny, sapaannya.

Dia menilai program tersebut memang cukup efektif dalam melakukan pencegahan penularan. Sebab, mereka yang terpapar mendapat perlakuan yang baik dan tidak berbaur dengan orang lain yang kondisinya sehat.

“Mudah-mudahan bisa segera terealisasi. Kita ingin Makassar tidak seperti di India. Penularan Covid-19 di sana cukup pesat sehingga membuat pemerintah di sana kewalahan,” pungkasnya.(*)

Penulis : Herwin Bahar

 Komentar

 Terbaru

Advetorial15 Juni 2021 16:32
Pengumuman: Kantor PD BPR KMUP Pindah dari Jalan Gunung Bawakaraeng ke Pusat Niaga Daya
MAKASSAR — Kantor PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) KMUP kini berpindah ke Pusat Niaga Daya Blok F 5 B/10. Dari sebelumnya berada di Jalan Gunung Baw...
Hukum & Kriminal15 Juni 2021 16:04
Pelaku Pembunuhan dan Pembakaran Pria di Maros Diduga Sindikat Penjualan Anak di Bawah Umur
MAROS– Jajaran Polres Maros diback up Resmob Polda Sulsel akhirnya berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan dan pembakaran mayat di Bukit Kemi...
News15 Juni 2021 15:15
Viral Pegawai Masak BBQ di Kantor Kecamatan, Camat Rappocini Makassar: Itu Jam Istirahat
MAKASSAR — Sebuah foto yang menampilkan pegawai sedang memasak BBQ di Kantor Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, viral di media sosial (medsos). Dal...
Hukum & Kriminal15 Juni 2021 15:07
Kasus Mayat Dibakar di Maros, Resmob Polda Sulsel Amankan Dua Terduga Pelaku
MAROS–Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel akhirnya menangkap dua pelaku pembunuhan pria yang mayatnya ditemukan hangus terbakar di Kabupaten Maros ...