MAKASSAR – Bagi sebagian orang, menyisihkan uang setiap bulan sering kali terasa sulit.
Namun bagi Aldy (35), hal itu justru menjadi kebiasaan yang tak bisa ia tinggalkan. Sejak tiga tahun lalu, ia memilih cara sederhana namun penuh makna menyisipkan sedikit uang dari penghasilannya untuk membeli emas.
Awalnya, langkah itu dilakukan tanpa target besar.
“Saya mulai dari satu gram saja. Niatnya hanya coba-coba, apakah bisa disiplin atau tidak,” kenangnya.
Ternyata, semakin lama, kebiasaan itu menjadi rutinitas yang menenangkan. Setiap kali menerima penghasilan, ia langsung menyisihkan sebagian untuk ditukar emas, bahkan sebelum membelanjakan kebutuhan lain.
Bagi Aldy, emas adalah cara terbaik menjaga nilainya. Ia menyadari uang tunai terlalu mudah habis untuk keperluan harian, sementara emas justru membuatnya lebih sabar.
“Kalau uang bisa cepat lenyap, tapi emas membuat saya berpikir ulang sebelum menggunakannya,” ujarnya sambil tersenyum.
Kini, setelah tiga tahun konsisten, hasilnya mulai terlihat. Tabungan emasnya sudah terkumpul cukup banyak, memberi rasa aman dan keyakinan menghadapi masa depan. Aldy merasa, meskipun jumlah yang ia sisihkan tidak selalu besar, konsistensi jauh lebih penting.
“Bukan soal seberapa banyak yang kita simpan, tapi bagaimana kita bisa konsisten. Dengan begitu, sedikit demi sedikit akan jadi bukit,” katanya.
Kebiasaan ini membuat Aldy semakin yakin bahwa investasi emas bisa menjadi pilihan sederhana untuk siapa saja. Ia berharap pengalamannya bisa menginspirasi orang lain agar berani memulai, meski dari jumlah kecil. “Kalau saya bisa, siapapun juga bisa. Yang penting niat dan disiplin,” pungkasnya.
#PegadaianmengEMASkanindonesia


Komentar