Logo Lintasterkini

FPII Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan Rakyat Merdeka Online

Abdul Gaffar Mattola
Abdul Gaffar Mattola

Kamis, 01 Juni 2017 14:57

Bunaiya Fauzi Arubone (Neya), wartawan Rakyat Merdeka Online (Rmol) mendapat perlakuan fisik saat tugas jurnalistik di Kementerian PUPR, Rabu (31/5/2017).
Bunaiya Fauzi Arubone (Neya), wartawan Rakyat Merdeka Online (Rmol) mendapat perlakuan fisik saat tugas jurnalistik di Kementerian PUPR, Rabu (31/5/2017).

JAKARTA – Terkait aksi kekerasaan yang dialami Bunaiya Fauzi Arubone (Neya) dari Rakyat Merdeka Online (Rmol) saat melakukan tugas jurnalistiknya di Kementerian PUPR, Rabu (31/5/2017), mendapat aksi kecaman dari para Wartawan maupun organisasi wartawan lainnya. FPII sebagai salah satu wadah wartawan yang intens menyikapi kasus-kasus yang dialami wartawan, meminta polisi serius menanggapi laporan Bunaiya.

“Harus ada efek jera agar kasus serupa tidak terulang lagi,” tegas Ketua Deputi Advokasi Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Wely H. Sihombing saat diminta tanggapannya atas kejadian yang menimpa Buniaya, Kamis, (1/6/2017).

Wesly juga meminta kepada Menteri tidak hanya sekedar meminta maaf, bila perlu pecat pegawai yang arogan. Sikap tegas perlu dilakukan agar menjadi catatan bahwa hal serupa tidak terjadi lagi di lingkungan Kementerian PUPR.

Aksi kekerasan dan pelecehan terhadap tugas wartawan itu terjadi saat Bunaiaya tengah mengambil foto suatu agenda di Kementerian PUPR di Ruang Serbaguna lantai 17, Gedung Utama Kementerian PUPR, setelah adzan magrib.

Ketika itu Menteri Basoeki Hadimoeljono hendak membagi-bagikan plakat di acara pengukuhan pengurus Badan Kejuruan Teknik Lingkungan Persatuan Insinyur Indonesia periode 2017-2020. Tanpa alasan yang jelas, Bunaiya justru dibentak oleh Protokoler KemenPU Pera.

Sontak Bunaiya bertanya maksud dari sikap Protokoler itu, tapi Bunaiya langsung dicekik oleh oknum tersebut. Bukan dilerai dan dibela, security dan pelayan di Kementerian tersebut justru ikut mengepung Neya dan menyalahkannya.

FPII mendesak kepada Menteri PU Pera, Mochamad Basoeki Hadimoeljono untuk mencari tahu siapa anak buahnya yang telah melakukan kekerasan tersebut. Setelah diketahui identitas pelakunya, agar segera memberikan sanksi yang tegas tanpa pandang bulu.

“Saya bilang sebentar bang belum dapat foto bagus. Tapi orang protokol PUPR itu bilang ‘monyet nih anak’,” ujar Bunaiya.

Bunaiya yang tidak terima dihina, kemudian menanyakan maksud orang tersebut. Tapi petugas protokoler itu malah mencekik sembari mendorongnya ke luar ruangan. (*)

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi & Bisnis17 Desember 2025 08:47
GM For A Day Sukses Antarkan Santika Indonesia Meraih Penghargaan Marketeers Digital Marketing Heroes 2025
MAKASSAR – Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menoreh prestasi di penghujung tahun 2025 ini. Salah satu programnya, yaitu GM For a D...
Ekonomi & Bisnis16 Desember 2025 23:54
Mercure Makassar Gelar Christmas Light Celebration 2025, Hadirkan Natal Penuh Makna dan Kepedulian Sosial
MAKASSAR – Dalam semangat perayaan Natal 2025, Mercure Makassar Nexa Pettarani menggelar Christmas Light Celebration 2025 sebagai wujud kebersam...
Ekonomi & Bisnis16 Desember 2025 23:49
Kampanye Layanan Berintegrasi, SPJM Grup Tegaskan Komitmen Larangan Gratifikasi 
MAKASSAR – Dalam rangka mewujudkan zero gratification di Perusahaan, PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) memberlakukan larangan untuk memberikan maup...
News16 Desember 2025 23:20
Munafri Dorong Peran Insinyur Terlibat Konstruksi Tata Ruang Kota
MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar, dengan profesi insinyur dalam me...